
MAKESA Jadi Bagian Hari Jadi Kota Baubau ke-485, Warga Bisa Cek Kesehatan Gratis di Kotamara
BAUBAU, DURASITIMES.COM — Pemerintah Kota Baubau memanfaatkan momentum Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan 25 tahun sebagai daerah otonom untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Melalui program MAKESA (Mari CeK Kesehatan) Gratis, warga dapat menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya di kawasan Kotamara, Minggu (4/10/2026). “MAKESA Jadi Bagian Hari Jadi Kota Baubau ke-485, Warga Bisa Cek Kesehatan Gratis di Kotamara,”

Layanan kesehatan tersebut dipusatkan di kawasan samping kanan Patung Oputa Yi Koo, Kotamara, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WITA. Kegiatan diselenggarakan Pemkot Baubau melalui Dinas Kesehatan Kota Baubau sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Baubau Yuslina, SKM., M.Si., yang mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memperoleh informasi mengenai upaya pencegahan penyakit.
“MAKESA hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Yuslina dalam siaran pers, Sabtu (3/10/2026).
Pemeriksaan yang disiapkan mencakup cek kolesterol, asam urat, gula darah, serta kesehatan gigi dan mulut. Selain layanan pemeriksaan, masyarakat juga memperoleh edukasi kesehatan dan pembagian masker gratis.
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, warga cukup membawa KTP atau identitas diri serta nomor telepon seluler yang masih aktif. Persyaratan itu disiapkan untuk mendukung proses pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti pemeriksaan.
Yuslina mengajak warga memanfaatkan layanan tersebut dengan mengajak anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat mengenali risiko penyakit lebih awal.
“Sehat Bersama untuk Kota Baubau Lebih Kuat,” menjadi slogan yang diusung dalam kegiatan MAKESA. Pesan tersebut menempatkan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kota, bukan semata agenda pelayanan medis.
Secara historis, pemeriksaan kesehatan masyarakat secara berkala merupakan bagian penting dari perkembangan kesehatan publik modern. Pada 1948, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi berdiri dan memperkuat kerja sama internasional di bidang kesehatan. Tanggal berdirinya WHO, 7 April, kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Kesehatan Sedunia.
Di Indonesia, perhatian terhadap pemeriksaan dan pencegahan penyakit juga berkembang seiring penguatan layanan kesehatan masyarakat. Pendekatan kesehatan publik tidak hanya menitikberatkan pengobatan ketika seseorang sakit, tetapi juga pada pencegahan, edukasi, serta deteksi faktor risiko sedini mungkin.
baca juga:
- 30 Kursi DPRD Kota Baubau: Wacana, Kebutuhan, dan Agenda Besar Menata Potensi Pertumbuhan Kota
- Ini Dia 11 Bakal Calon Rektor UM Buton Bersiap Jalani Penilaian Kualitatif Senat …
Bagi Pemkot Baubau, kegiatan MAKESA menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan 25 tahun sebagai daerah otonom. “Kami mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini dengan memeriksakan kesehatan bersama keluarga dan orang-orang tercinta,” kata Yuslina.
Dengan penyelenggaraan layanan tersebut, peringatan hari jadi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin.(*)
baca berita lainnya:
Kotamara Ditata Jelang HUT Baubau, Gerobak Pedagang Jadi Perhatian Pemkot
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau memperketat penataan kawasan Kotamara menjelang rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau. Penataan terutama menyasar gerobak dan lapak pedagang yang ditinggalkan di ruang publik serta kesiapan lokasi pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Kotamara Ditata Jelang HUT Baubau, Gerobak Pedagang Jadi Perhatian Pemkot,”

Penataan itu dipantau langsung Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., bersama Wakil Wali Kota Baubau dan Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos., M.Si., Kamis malam, 1 Oktober 2026. Rombongan menyusuri kawasan Kotamara untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memetakan titik-titik yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan HUT.
Menurut La Ode Darus Salam, keberadaan gerobak yang tidak lagi digunakan tetapi tetap dibiarkan di kawasan publik menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani. Selain mengganggu estetika kawasan, sarana dagang yang tidak tertata berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat yang menggunakan ruang publik tersebut.
“Kunjungan kita malam hari ini merupakan rangkaian penertiban para pedagang UMKM kita yang ada di Kotamara. Sebagaimana kita ketahui, banyak gerobak yang sudah tidak difungsikan namun tetap ditinggalkan. Sehingga ini perlu kita tertibkan,” kata La Ode Darus Salam.
Pemerintah kota meminta pedagang membawa dan menyimpan gerobak mereka di tempat yang layak setelah aktivitas perdagangan berakhir. Kebijakan tersebut ditujukan agar badan jalan dan ruang publik tidak dipenuhi sarana usaha yang sudah tidak beroperasi.
“Kami sampaikan kepada para penjual agar setelah berjualan, gerobaknya jangan disimpan di pinggir jalan, tetapi disimpan baik-baik di tempat yang tidak mengganggu keindahan dan kebersihan Kotamara,” ujarnya.
Penataan Kotamara juga berkaitan dengan persiapan pameran UMKM dalam rangka HUT Kota Baubau. Pemerintah daerah ingin aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, tetapi bersamaan dengan itu kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas harus terjaga.
La Ode Darus Salam mengatakan penataan tersebut tidak dimaksudkan hanya untuk kepentingan seremoni hari jadi. Pemerintah daerah menginginkan kawasan Kotamara yang merupakan salah satu ruang interaksi masyarakat Baubau dapat dikelola secara tertib secara berkelanjutan.
“Penataan kawasan Kotamara tidak bersifat musiman atau sekadar menyambut seremoni hari jadi kota. Lingkungan yang tertata rapi, bersih, dan aman diharapkan menjadi standar permanen demi kenyamanan seluruh masyarakat Kota Baubau,” tuturnya.
Secara historis, penataan ruang publik dan pengelolaan pedagang kaki lima menjadi persoalan yang muncul bersamaan dengan pertumbuhan kota-kota di Indonesia. Sejak era pembangunan perkotaan modern pada abad ke-20, pemerintah daerah menghadapi kebutuhan untuk menyeimbangkan fungsi ruang publik, aktivitas ekonomi informal, kebersihan, serta hak masyarakat menggunakan fasilitas bersama.
Fenomena serupa juga terjadi di berbagai kota dunia. Pertumbuhan perdagangan informal di ruang publik mendorong banyak pemerintah kota melakukan penataan dengan pendekatan yang beragam, mulai dari penyediaan lokasi khusus hingga pengaturan jam dan tata letak aktivitas usaha. Dalam konteks Baubau, penataan Kotamara diarahkan agar kegiatan ekonomi UMKM tetap mendapat ruang tanpa mengorbankan fungsi kawasan sebagai ruang publik.
baca juga:
- 30 Kursi DPRD Kota Baubau: Wacana, Kebutuhan, dan Agenda Besar Menata Potensi Pertumbuhan Kota …
- Ini Dia 11 Bakal Calon Rektor UM Buton Bersiap Jalani Penilaian Kualitatif Senat …
Dengan penataan tersebut, Pemkot Baubau berharap pelaksanaan rangkaian HUT Kota Baubau, termasuk pameran UMKM, dapat berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kekumuhan ataupun gangguan lalu lintas. Pemerintah juga mendorong pedagang dan masyarakat ikut menjaga kawasan agar standar kebersihan dan ketertiban dapat dipertahankan setelah momentum hari jadi berakhir.(*)
