
Mulai September, Airbus A320 Super Air Jet Kembali Terbang Setiap Hari Layani Rute Baubau-Makassar Tiket Ditarget Rp800 Ribu
BAUBAU, DURASITIMES.COM– Konektivitas udara Kepulauan Buton (Kepton) menuju Makassar, Sulawesi Selatan, akan kembali diperkuat mulai September 2026. Super Air Jet dijadwalkan membuka kembali layanan Baubau-Makassar menggunakan Airbus A320 dengan tarif yang ditargetkan mulai Rp800 ribu. “Mulai September, Airbus A320 Super Air Jet Kembali Terbang Setiap Hari Layani Rute Baubau-Makassar Tiket Ditarget Rp800 Ribu,”

Penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar itu menjadi salah satu upaya menekan biaya perjalanan udara dari Baubau. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari Baubau, Anas La Bakara, S.T., membandingkan tarif penerbangan yang selama ini menggunakan Wings Air jenis ATR 72 dan dapat mencapai sekitar Rp1,9 juta.
“Langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Baubau adalah menghadirkan Airbus A320 untuk menekan harga tiket dari Rp1,9 juta menjadi Rp800 ribu,” kata Anas seusai Coffee Morning di gedung aula Bandara Betoambari, Jumat (28/8/2026).
Super Air Jet direncanakan melayani rute tersebut setiap hari. Untuk mendukung pengoperasian Airbus A320, Bandara Betoambari menyiapkan landasan pacu dengan panjang minimal 2.000 meter, sedangkan apron memiliki persyaratan nilai Pavement Classification Number (PCN) minimal 40.
Kehadiran maskapai tersebut tidak berdiri sendiri. Anas mengatakan pengoperasian kembali rute Baubau-Makassar merupakan hasil sinergi Bandara Betoambari dengan Pemerintah Kota Baubau serta pemerintah daerah lain di Kepton, yakni Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, dan Buton Tengah. “Sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah sudah terjalin dengan baik. Ini dibuktikan dengan dukungan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim bersama kabupaten sekitar,” ujarnya.
Secara historis, penerbangan domestik Indonesia berkembang menjadi salah satu tulang punggung konektivitas antardaerah kepulauan. Pertumbuhan tersebut semakin penting bagi wilayah yang secara geografis dipisahkan laut seperti Kepulauan Buton. Dalam sejarah penerbangan global, penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar pada rute dengan permintaan memadai juga menjadi bagian dari upaya industri penerbangan meningkatkan efisiensi angkutan penumpang.
baca juga:
- SDN 2 Baadia Harumkan Nama Baubau ke Tingkat Nasional, Kadis Dikpora La Mane Tekankan Pentingnya Kebiasaan Positif Siswa Dalam Aksi Nyata Program Tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat
- AZKO Hadir di Baubau, Perluas Akses Solusi Rumah dan Gaya Hidup bagi Masyarakat Pulau Buton
Namun, peningkatan konektivitas tetap dibarengi aspek keselamatan. Pengelola Bandara Betoambari menyatakan evaluasi dan peningkatan keamanan serta keselamatan penerbangan dilakukan setiap hari sesuai Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3. “Untuk keamanan dan keselamatan, kita melakukan peningkatan dan evaluasi setiap hari dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Anas.
Anas juga meminta media ikut mengawal penyampaian informasi penerbangan kepada masyarakat, termasuk menyampaikan keluhan pengguna jasa kepada pengelola bandara. “Kami juga membutuhkan masukan dari wartawan. Jika terjadi komplain, segera sampaikan kepada pihak bandara,” pungkasnya. Kembalinya Super Air Jet diharapkan tidak hanya memberikan alternatif perjalanan dengan tarif lebih terjangkau, tetapi juga memperkuat mobilitas orang dan aktivitas ekonomi dari Baubau serta wilayah Kepton menuju Makassar.(Firman/Prasetio. M)
baca beerita lainnya:
Kepsek Nursida Ungkap Kunci Empat Siswa Hebat SD Negeri 2 Baadia-Baubau Lolos dan Berprestasi ke Tingkat Nasional Dan Terus Dorong Aksi Nyata Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
BAUBAU, DURASITIMES.COM – SD Negeri 2 Baadia, Kota Baubau, ditetapkan sebagai salah satu wakil Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam ajang Sahabat Sekolah Dasar 2026 tingkat nasional. Sekolah tersebut lolos setelah melewati rangkaian seleksi yang menitikberatkan pada penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari. “Kepsek Nursida Ungkap Kunci Empat Siswa Hebat SD Negeri 2 Baadia-Baubau Lolos dan Berprestasi ke Tingkat Nasional Dan Terus Dorong Aksi Nyata Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,”

Keberhasilan itu berawal dari penjaringan yang dilakukan sekolah setelah menerima informasi program melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau. Dari enam sekolah dasar di Kota Baubau yang mengikuti seleksi, SD Negeri 2 Baadia menjadi satu-satunya sekolah yang melaju ke tahap berikutnya setelah mengirimkan video aktivitas peserta didik.
Kepala SD Negeri 2 Baadia, Nursida, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolah memilih empat siswa kelas V yang dinilai memiliki kemampuan beragam, mulai dari Polisi Cilik (Pocil), seni suara, fashion, hingga olahraga. Keempatnya ialah Muhammad Nur Arafat Purnama, Wa Ode Amiratun Azkiyani Mbone, Yumn Mulyadin, dan Anandita Zahra.
“Dari penjaringan itu kami menemukan empat anak yang memiliki berbagai karakter dan keterampilan. Ada yang menjadi Polisi Cilik, suka menyanyi solo, memiliki kemampuan di bidang fashion, hingga berprestasi dalam bulu tangkis melalui O2SN,” kata Nursida saat diwawancarai Baubau Post, Rabu (19/8/2026).
Muhammad Nur Arafat Purnama mengikuti lomba Pocil dan tengah menjalani pelatihan di Polres Baubau. Wa Ode Amiratun Azkiyani Mbone mewakili sekolah pada FLS3N cabang menyanyi solo, Yumn Mulyadin pada cabang bulu tangkis, sedangkan Anandita Zahra mengikuti lomba fashion show. Keempat siswa itu juga disebut memiliki prestasi akademik sebagai juara kelas.
Seleksi tingkat Sultra berlangsung berjenjang. Dari 129 sekolah dasar yang mengikuti seleksi provinsi, enam sekolah lolos tahap pertama. Setelah melalui penilaian video dan wawancara, SD Negeri 2 Baadia bersama SD Negeri 12 Gu, Kabupaten Buton Tengah, ditetapkan sebagai wakil Sultra di tingkat nasional.
baca juga:
- AZKO Buka Gerai di Baubau, Perluas Akses Kebutuhan Rumah Pulau Buton, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
- Wacana Revisi UU Pemilu, Eksistensi Bawaslu Kabupaten/Kota Dinilai Harus Dipertahankan dan …
Bagi SD Negeri 2 Baadia, program tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun kebiasaan anak melalui bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu. Sekolah melibatkan orang tua melalui jurnal aktivitas harian untuk memantau penerapan kebiasaan tersebut di rumah. “Kebiasaan bangun pagi tidak bisa hanya dilakukan oleh anak, tetapi harus bersinergi dengan orang tua. Karena itu kami membuat jurnal aktivitas harian yang diisi oleh orang tua,” ujar Nursida.
Pembina SD Negeri 2 Baadia, Salmiani, S.Pd., mengatakan proses seleksi dimulai dari video yang menggambarkan aktivitas siswa sejak bangun pagi hingga tidur tepat waktu, kemudian dilanjutkan wawancara. Setelah ditetapkan sebagai Sahabat Sekolah Dasar tingkat nasional, sekolah mulai menyiapkan aksi nyata dengan melibatkan lingkungan pendidikan melalui sinergi sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. “Pencapaian ini menjadi motivasi bagi SD Negeri 2 Baadia untuk terus memperkuat pendidikan karakter dan membiasakan peserta didik menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Secara nasional, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat resmi diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 27 Desember 2024 sebagai bagian dari upaya membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Program Sahabat Sekolah Dasar 2026 sendiri menempatkan murid sebagai agen perubahan dan menggabungkan gerakan tersebut dengan Gerakan Rukun Sama Teman. Dalam konteks global, gagasan pendidikan yang mengembangkan kepribadian, bakat, kemampuan mental dan fisik anak juga telah menjadi prinsip internasional sejak Konvensi Hak Anak PBB diadopsi pada 20 November 1989.(*)




