KORAN ONLINE

Koran Online Baubau Post Edisi 27 Agustus 2026

Koran Online Baubau Post Edisi 27 Agustus 2026

baca Koran Online Baubau Post Edisi 27 Agustus 2026 versi PDF

 

 

baca Koran Online Baubau Post Edisi 27 Agustus 2026

01 10 02 10 03 10 04 10 05 10 06 10 07 10 08 9

baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:

  1. Koran Online Baubau Post Edisi 26 Agustus 2026
  2. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 24 Agustus 2026

baca berita lainnya:

Cegah Kebakaran dan Kekeringan, BPBD Buton Selatan dan Polsek Batauga Turun Langsung Edukasi Warga dan Perkuat Pengawasan Sumber Api

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Ancaman kebakaran dan kekeringan di tengah musim kemarau mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Selatan bersama Polsek Batauga memperkuat langkah pencegahan di tingkat masyarakat. Edukasi digencarkan untuk menekan risiko kebakaran hutan, lahan, permukiman, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih. “Cegah Kebakaran dan Kekeringan, BPBD Buton Selatan dan Polsek Batauga Turun Langsung Edukasi Warga dan Perkuat Pengawasan Sumber Api,”

Cegah Kebakaran dan Kekeringan, BPBD Buton Selatan dan Polsek Batauga Turun Langsung Edukasi Warga dan Perkuat Pengawasan Sumber Api
Cegah Kebakaran dan Kekeringan, BPBD Buton Selatan dan Polsek Batauga Turun Langsung Edukasi Warga dan Perkuat Pengawasan Sumber Api

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi langsung pada Kamis (20/8/2026) di Desa Lawela, Desa Lawela Selatan, Lingkungan Kelurahan Bandar Batauga, dan Kelurahan Bosoa. Wilayah-wilayah itu menjadi sasaran karena dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran selama kondisi cuaca kering.

Kepala BPBD Buton Selatan Saharuddin Singka mengatakan pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan petugas setelah kebakaran terjadi. Menurut dia, keterlibatan masyarakat diperlukan sejak tahap awal dengan menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api, termasuk pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan.

“Kalau memang diperlukan untuk membuka lahan, harus dilakukan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab, memperhatikan ketentuan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Saharuddin.

Saharuddin juga meminta warga memeriksa sumber api di lingkungan rumah, memastikan kompor dan tungku telah padam sebelum tidur atau meninggalkan rumah, serta mengecek instalasi listrik secara berkala. Puntung rokok pun diminta tidak dibuang sembarangan karena dapat memicu kebakaran ketika mengenai material yang mudah terbakar.

Kewaspadaan itu, kata dia, penting karena kebakaran sebelumnya pernah terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Lawela, Siompu, dan Kadatua. “Kami tidak melarang masyarakat berkebun atau membuka lahan. Tetapi mari dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab, karena apa yang kita lakukan bisa berdampak pada hidup dan kehidupan orang lain,” ujarnya.

Selain api, BPBD mengingatkan ancaman berkurangnya ketersediaan air selama kemarau. Masyarakat diminta menghemat air bersih, menggunakannya secara efisien, serta mulai menyiapkan sumber air cadangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Memasuki musim kemarau, kita perlu menghemat penggunaan air bersih agar ketersediaannya tetap terjaga,” kata Saharuddin.

Ancaman tersebut sejalan dengan kecenderungan global. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat panas ekstrem dan kekeringan dapat memperbesar risiko kebakaran, sementara laporan WMO dan UNEP memproyeksikan kejadian kebakaran ekstrem secara global dapat meningkat hingga 50 persen pada akhir abad ini jika tren perubahan iklim dan perubahan penggunaan lahan berlanjut. Indonesia juga memiliki pengalaman berat: kebakaran hutan dan lahan pada 2015 membakar sekitar 2,6 juta hektare.

 

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Kenalkan Pesona Bahari kepada 29 Peserta Sail to Indonesia di Singku Sekaligus Jadi Panggung Persaudaraan
  2. PTSL Tembus 4.200 Bidang di Busel, 371 Warga Gaya Baru Terima Sertifikat

Karena itu, BPBD Buton Selatan dan Polsek Batauga mendorong masyarakat menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama. Kesiapsiagaan, penggunaan air secara hemat, dan pengendalian sumber api dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau. (*)

 

Visited 11 times, 11 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *