
Koran Online Baubau Post Edisi 24 Agustus 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 24 Agustus 2026
BACA Koran Online Baubau Post Edisi 24 Agustus 2026 Versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 24 Agustus 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
- Koran Online Baubau Post Edisi 18 Agustus 2026
- Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 10 Agustus 2026
baca berita lainnya:
Jembatan Biru Puma Kian Keropos, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Kondisi Jembatan Biru yang menghubungkan kawasan Puma, Pulau Makasar, dengan daratan Kota Baubau, semakin memprihatinkan setelah hampir satu dekade digunakan masyarakat. Kerusakan pada sejumlah bagian jembatan, termasuk tiang penyangga dan besi pembatas, membuat warga meminta Pemerintah Kota Baubau segera melakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan. “Jembatan Biru Puma Kian Keropos, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara,”

Jembatan yang diresmikan pada 5 Juli 2017 pada masa pemerintahan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam itu telah menjadi akses utama masyarakat Puma menuju pusat Kota Baubau. Kendati peresmian dilakukan pada 2017, warga disebut telah memanfaatkannya sejak 2016 karena jalur tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan menggunakan transportasi laut.
Bagi masyarakat Pulau Makasar, keberadaan jembatan tersebut telah mengubah pola mobilitas sekaligus menopang aktivitas ekonomi. Sebelum jembatan dibangun, warga Puma harus mengandalkan perahu jonson maupun katinting untuk menuju daratan Baubau. Kini, hampir setiap hari jembatan dilintasi mobil pikap, angkutan umum, dan kendaraan pribadi.
Tokoh pemuda Kelurahan Sukanaeyo, Ali Iskandar Majid, mengatakan kondisi jembatan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ia menyebut badan jembatan bahkan terasa bergoyang ketika dilintasi kendaraan roda empat.
“Jembatan Biru adalah satu-satunya jalur penghubung Puma dan Baubau. Sudah seharusnya Pemkot Baubau segera melakukan perbaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Ali saat ditemui, Selasa (18/8/2026).
Menurut Ali, persoalan tidak hanya terlihat pada badan jembatan. Sejumlah tiang penyangga disebut telah terkikis air laut dan mulai keropos. Pada sisi jembatan, beberapa besi pembatas juga telah hilang karena diduga dicuri. Kondisi tersebut dinilai menambah risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
“Kalau dibiarkan tanpa perbaikan ringan maupun pemugaran, ini bisa membahayakan pengendara dan mengancam keberlangsungan jembatan itu sendiri,” ujarnya. Warga mengaku keluhan mengenai kondisi Jembatan Biru telah beberapa kali disampaikan kepada pihak legislatif dan eksekutif, tetapi hingga Agustus 2026 belum ada kepastian mengenai waktu maupun bentuk penanganannya.
Pentingnya pemeliharaan jembatan bukan hanya menjadi persoalan lokal. Di Indonesia, Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura diresmikan pada 10 Juni 2009 dan sejak awal pembangunan dirancang sebagai bagian penting konektivitas serta penggerak perekonomian. Pemerintah bahkan menyebut pengoperasian jembatan tersebut berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan penurunan biaya logistik. Secara internasional, Golden Gate Bridge di San Francisco telah melayani lalu lintas kendaraan sejak 28 Mei 1937 dan terus menjadi contoh pentingnya pengelolaan infrastruktur jembatan dalam jangka panjang.
baca juga:
- Dari Lahan Terbengkalai, DWP DPRD Baubau Sulap Lahan Kosong Menjadi Kebun Bumbu Produktif
- Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Serahkan Bantuan untuk Santri Korban Kebakaran Asrama …
Masyarakat Puma dan sekitarnya berharap Pemkot Baubau tidak menunggu kerusakan semakin parah sebelum mengambil tindakan. Pemeriksaan teknis dinilai perlu segera dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakan dan bentuk penanganan yang tepat, mengingat Jembatan Biru bukan sekadar jalur penghubung, melainkan akses vital bagi mobilitas, kegiatan ekonomi, serta pelayanan masyarakat Pulau Makasar.(*)







