EKONOMIKOTA BAUBAUSULTRA

AZKO Buka Gerai di Baubau, Perluas Akses Kebutuhan Rumah Pulau Buton, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

BAUBAU, DURASITIMES.COM — Akses masyarakat Pulau Buton terhadap kebutuhan rumah dan gaya hidup semakin luas setelah AZKO membuka gerai di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kehadiran jaringan ritel di bawah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), bagian dari Kawan Lama Group, itu sekaligus membawa dampak ekonomi melalui penyerapan sekitar 90 persen tenaga kerja lokal. “AZKO Buka Gerai di Baubau, Perluas Akses Kebutuhan Rumah Pulau Buton, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal,”

 

AZKO Buka Gerai di Baubau, Perluas Akses Kebutuhan Rumah Pulau Buton, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
AZKO Buka Gerai di Baubau, Perluas Akses Kebutuhan Rumah Pulau Buton, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Gerai AZKO Baubau beralamat di Jalan Betoambari No. 64, RT 03/RW 06, Kelurahan Wameo, Kecamatan Murhum, Kota Baubau. Berdiri di atas area sekitar 1.720 meter persegi, gerai tersebut menyediakan berbagai kebutuhan rumah, mulai dari perlengkapan dalam dan luar ruangan, dapur, penyimpanan, kebersihan, hobi, hiburan, hingga peralatan perbaikan rumah.

Sales & Operations General Manager AZKO Satria Marino mengatakan Baubau dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Pulau Buton. Kehadiran gerai itu diharapkan membuat masyarakat memperoleh kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup lebih dekat tanpa harus bepergian ke Kendari atau kota lain.

“Dengan hadirnya AZKO Baubau, masyarakat Pulau Buton kini dapat lebih dekat dan mudah memenuhi kebutuhan rumah dan gaya hidup dalam satu destinasi,” kata Satria, Jumat (21/8/2026).

Selain menyediakan layanan secara langsung di toko, AZKO Baubau mengintegrasikan kanal digital melalui layanan omnichannel. Masyarakat dapat memilih produk melalui aplikasi, kemudian meminta barang dikirim ke rumah atau mengambilnya langsung di gerai. Produk yang tersedia antara lain berasal dari merek KRISBOW, KRIS, KLAZ, STORA, dan sejumlah merek lainnya.

Ekspansi ke Baubau merupakan bagian dari perkembangan AZKO setelah AHI meluncurkan identitas merek tersebut pada 1 Januari 2025. Sebelumnya, perusahaan menggunakan nama PT Ace Hardware Indonesia Tbk. Perubahan itu dilakukan setelah perjanjian lisensi dengan ACE Hardware International Holdings Ltd. berakhir pada 31 Desember 2024 setelah berlangsung hampir 30 tahun.

Secara nasional, langkah tersebut diikuti ekspansi agresif. Sepanjang 2025, AHI membuka puluhan gerai AZKO dan hingga akhir tahun mengoperasikan 267 toko di 90 kota. Perusahaan juga mengembangkan konsep toko yang lebih modern serta layanan omnichannel sebagai bagian dari transformasi bisnis ritel.

Di Baubau, ekspansi bisnis itu dibarengi kegiatan sosial. AZKO menyalurkan lampu LED hemat energi serta perlengkapan kebersihan KRISBOW, Proclean, dan Miault kepada SD Negeri 3 Lamangga. Tim perusahaan juga melakukan aksi bersih-bersih sekolah. Dalam momentum pembukaan, pelanggan mendapat program promosi hingga 24 Agustus 2026, termasuk kesempatan memperoleh hadiah dan meningkatkan keanggotaan Gold Member. Program kepedulian melalui lampu LED sendiri memiliki rekam jejak sejak 2017 dan ditargetkan menjangkau 30.000 rumah tangga, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota hingga 2030.

baca juga:

  1. Wacana Revisi UU Pemilu, Eksistensi Bawaslu Kabupaten/Kota Dinilai Harus Dipertahankan dan Diperkuat
  2. Wali Kota H Yusran Fahim Launching Bantuan Pangan 445,5 Ton Beras Yang Disalurkan Bulog

Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, yang menghadiri pembukaan, mengapresiasi kehadiran AZKO sebagai sinyal positif bagi perkembangan ekonomi daerah. Sementara Satria berharap keberadaan gerai tersebut tidak hanya memperluas pilihan masyarakat, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan melalui lapangan kerja dan aktivitas perdagangan lokal.(*)

baca berita lainnya:

Jembatan Biru Puma Kian Keropos, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Kondisi Jembatan Biru yang menghubungkan kawasan Puma, Pulau Makasar, dengan daratan Kota Baubau, semakin memprihatinkan setelah hampir satu dekade digunakan masyarakat. Kerusakan pada sejumlah bagian jembatan, termasuk tiang penyangga dan besi pembatas, membuat warga meminta Pemerintah Kota Baubau segera melakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan. “Jembatan Biru Puma Kian Keropos, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara,”

 

Jembatan Biru Puma Kian Keropos, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara
Jembatan Biru Puma Kian Keropos, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara

 

Jembatan yang diresmikan pada 5 Juli 2017 pada masa pemerintahan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam itu telah menjadi akses utama masyarakat Puma menuju pusat Kota Baubau. Kendati peresmian dilakukan pada 2017, warga disebut telah memanfaatkannya sejak 2016 karena jalur tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan menggunakan transportasi laut.

Bagi masyarakat Pulau Makasar, keberadaan jembatan tersebut telah mengubah pola mobilitas sekaligus menopang aktivitas ekonomi. Sebelum jembatan dibangun, warga Puma harus mengandalkan perahu jonson maupun katinting untuk menuju daratan Baubau. Kini, hampir setiap hari jembatan dilintasi mobil pikap, angkutan umum, dan kendaraan pribadi.

Tokoh pemuda Kelurahan Sukanaeyo, Ali Iskandar Majid, mengatakan kondisi jembatan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ia menyebut badan jembatan bahkan terasa bergoyang ketika dilintasi kendaraan roda empat.

“Jembatan Biru adalah satu-satunya jalur penghubung Puma dan Baubau. Sudah seharusnya Pemkot Baubau segera melakukan perbaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Ali saat ditemui, Selasa (18/8/2026).

Menurut Ali, persoalan tidak hanya terlihat pada badan jembatan. Sejumlah tiang penyangga disebut telah terkikis air laut dan mulai keropos. Pada sisi jembatan, beberapa besi pembatas juga telah hilang karena diduga dicuri. Kondisi tersebut dinilai menambah risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

“Kalau dibiarkan tanpa perbaikan ringan maupun pemugaran, ini bisa membahayakan pengendara dan mengancam keberlangsungan jembatan itu sendiri,” ujarnya. Warga mengaku keluhan mengenai kondisi Jembatan Biru telah beberapa kali disampaikan kepada pihak legislatif dan eksekutif, tetapi hingga Agustus 2026 belum ada kepastian mengenai waktu maupun bentuk penanganannya.

Pentingnya pemeliharaan jembatan bukan hanya menjadi persoalan lokal. Di Indonesia, Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura diresmikan pada 10 Juni 2009 dan sejak awal pembangunan dirancang sebagai bagian penting konektivitas serta penggerak perekonomian. Pemerintah bahkan menyebut pengoperasian jembatan tersebut berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan penurunan biaya logistik. Secara internasional, Golden Gate Bridge di San Francisco telah melayani lalu lintas kendaraan sejak 28 Mei 1937 dan terus menjadi contoh pentingnya pengelolaan infrastruktur jembatan dalam jangka panjang.

baca juga:

  1. Dari Lahan Terbengkalai, DWP DPRD Baubau Sulap Lahan Kosong Menjadi Kebun Bumbu Produktif
  2. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Serahkan Bantuan untuk Santri Korban Kebakaran Asrama …

 

Masyarakat Puma dan sekitarnya berharap Pemkot Baubau tidak menunggu kerusakan semakin parah sebelum mengambil tindakan. Pemeriksaan teknis dinilai perlu segera dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakan dan bentuk penanganan yang tepat, mengingat Jembatan Biru bukan sekadar jalur penghubung, melainkan akses vital bagi mobilitas, kegiatan ekonomi, serta pelayanan masyarakat Pulau Makasar.(*)

 

Visited 62 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *