
Koran Online Baubau Post Edisi 20 Agustus 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 20 Agustus 2026
BACA Koran Online Baubau Post Edisi 20 Agustus 2026 Versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 20 Agustus 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
- Koran Online Baubau Post Edisi 18 Agustus 2026
- Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 10 Agustus 2026
baca berita lainnya:
Wali Kota H Yusran Fahim Luncurkan Bantuan Pangan Untuk 14.850 KPM Yang Disalurkan Bulog Baubau Berupa Beras Sebanyak 445,5 Ton Tiga Bulan Sekaligus
BAUBAU, DURASITIMES.COM — Sebanyak 14.850 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Baubau mendapat bantuan pangan berupa 445,5 ton beras untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan. Perum Bulog Cabang Baubau menyalurkan bantuan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 sekaligus atau one shot, Selasa (18/8/2026). “Wali Kota H Yusran Fahim Luncurkan Bantuan Pangan Untuk 14.850 KPM Yang Disalurkan Bulog Baubau Berupa Beras Sebanyak 445,5 Ton Tiga Bulan Sekaligus,”
Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras yang merupakan akumulasi bantuan tiga bulan, masing-masing 10 kilogram per bulan. Penyaluran tersebut diluncurkan di Kota Baubau dan dihadiri Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, jajaran Forkopimda, Bulog, kepala OPD, camat, serta lurah. Pemerintah menilai bantuan itu penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim meminta distribusi bantuan dilakukan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut dia, besarnya jumlah beras yang disalurkan harus diikuti jaminan kualitas, kuantitas, serta ketepatan penerima. “Pastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat,” kata Yusran.
Ia menyebut bantuan tersebut memiliki arti tersendiri karena disalurkan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Kota Baubau berharap beras itu tidak hanya membantu memenuhi konsumsi keluarga, tetapi juga mengurangi tekanan pengeluaran masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian pemerintah.
Dari sisi sejarah, intervensi pemerintah terhadap ketersediaan beras bukan hal baru di Indonesia. Perum Bulog dibentuk pada 1967 sebagai lembaga yang menjalankan fungsi strategis pemerintah dalam pengadaan dan pengelolaan pangan, khususnya beras. Dalam perkembangannya, kebijakan perberasan tidak hanya diarahkan untuk menjaga stok dan harga, tetapi juga digunakan sebagai instrumen perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Kebijakan bantuan pangan berbasis beras juga merupakan bagian dari praktik yang lebih luas dalam penanganan ketahanan pangan global. Persoalan akses terhadap pangan telah menjadi agenda internasional sejak Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 yang mengakui hak setiap orang atas taraf hidup yang layak, termasuk pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) kemudian terus mendorong negara-negara memperkuat ketahanan pangan, terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Perum Bulog Cabang Baubau, Ritno, mengatakan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data pemerintah yang telah diverifikasi. Bulog tidak mengubah data tersebut. “Data itu kami terima dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sudah melakukan verifikasi. Bulog tidak memodifikasi data tersebut,” ujarnya.
Ritno menjelaskan beras yang disalurkan merupakan beras medium dengan kualitas yang sama seperti beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras diterima Bulog dalam kemasan curah 50 kilogram, kemudian dikemas ulang menjadi 10 kilogram sebelum diberikan kepada penerima. Proses tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko persoalan dalam distribusi. Tantangan penyaluran terutama berkaitan dengan akses wilayah, waktu distribusi yang terbatas, serta kesiapan penerima manfaat.
baca juga:
- Nuansa Merah Putih Warnai Sekretariat DPRD Baubau Sambut HUT RI ke-81, Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Beragam Lomba
- Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Serahkan Bantuan untuk Santri Korban Kebakaran Asrama …
Dengan distribusi 445,5 ton beras kepada 14.850 KPM, pemerintah berharap bantuan tersebut tepat sasaran sekaligus ikut menjaga stabilitas harga beras medium di pasar. Program itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meringankan beban rumah tangga penerima di Kota Baubau.(*)









