Kabupaten Buton TengahSULTRA

Semangat Kemerdekaan RI Ke 81, Pemda Buton Tengah Gelar Berbagai Lomba, Ada Lagu Kebangsaan, Buteng Run 10K, dan Turnamen Futsal Bupati Cup

BUTON TENGAH, DURASITIMES.COM —Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengedepankan semangat nasionalisme, olahraga, dan kebersamaan masyarakat. Agenda yang menjadi sorotan tahun ini adalah Buteng Run kategori 5 kilometer dan 10 kilometer yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026, dengan rute dari Tugu Labungkari menuju Desa Lombe. “Semangat Kemerdekaan RI Ke 81, Pemda Buton Tengah Gelar Berbagai Lomba, Ada Lagu Kebangsaan, Buteng Run 10K, dan Turnamen Futsal Bupati Cup,”

Semangat Kemerdekaan RI Ke 81, Pemda Buton Tengah Gelar Berbagai Lomba, Ada Lagu Kebangsaan, Buteng Run 10K, dan Turnamen Futsal Bupati Cup
Semangat Kemerdekaan RI Ke 81, Pemda Buton Tengah Gelar Berbagai Lomba, Ada Lagu Kebangsaan, Buteng Run 10K, dan Turnamen Futsal Bupati Cup

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Tengah, Abdullah, S.Pd., mengatakan pemerintah daerah tetap menggelar berbagai kegiatan meskipun pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Menurutnya, semangat memperingati hari kemerdekaan tidak diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Peringatan HUT RI tahun ini tetap kami laksanakan dengan penuh semangat, meski disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah,” ujar Abdullah kepada Baubau Post, Selasa (4/8/2026).

Selain Buteng Run, pemerintah daerah juga menggelar Turnamen Futsal Bupati Cup yang dimulai pada 7 Agustus hingga Oktober 2026. Turnamen tersebut diharapkan menjadi wadah mempererat persaudaraan antarpemuda sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga.

Rangkaian kegiatan lainnya difokuskan pada penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui lomba lagu kebangsaan yang diikuti siswa tingkat SD, SMP, dan SMA di seluruh kecamatan. Para juara pertama, kedua, dan ketiga dari setiap kecamatan akan kembali bersaing pada tingkat kabupaten. Tidak hanya pelajar, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dijadwalkan mengikuti lomba serupa pada 7 Agustus 2026.

“Juara dari setiap kecamatan akan dipertandingkan kembali di tingkat kabupaten, sehingga kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air,” kata Abdullah.

Menurut Abdullah, pemerintah daerah juga tetap memprioritaskan agenda kenegaraan, seperti upacara peringatan detik-detik Proklamasi, apel kehormatan dan renungan suci (Taptu), malam ramah tamah, serta rangkaian kegiatan Gerakan Pramuka, mulai dari penaikan hingga penurunan Bendera Merah Putih. Seluruh kegiatan tersebut akan mendapat pemantauan khusus dari pemerintah daerah, terutama dari aspek keamanan dan ketertiban.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Buton Tengah berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegas Abdullah.

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus memiliki makna historis sebagai momentum mengenang Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945. Tradisi perayaan kemerdekaan melalui perlombaan, kegiatan seni, olahraga, hingga upacara bendera telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya nasional dalam memperkuat persatuan serta nasionalisme masyarakat Indonesia.

baca juga:

  1. TP-PKK Buton Tengah Umi Noranah Azhari Perluas Program Jumat Berkah ke Lima Pesantren
  2. Bupati Azhari Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 kepada DPRD

Secara internasional, penyelenggaraan kegiatan olahraga masyarakat seperti fun run telah menjadi bagian dari perayaan hari nasional di berbagai negara. Jepang, Amerika Serikat, Australia, hingga Singapura rutin memanfaatkan ajang lari massal sebagai media membangun gaya hidup sehat sekaligus memperkuat kohesi sosial. Konsep serupa kini semakin berkembang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Buton Tengah, yang menjadikan Buteng Run sebagai ikon baru perayaan HUT Kemerdekaan dengan menggabungkan semangat patriotisme, kebugaran, dan partisipasi masyarakat.(*)

baca berita lainnya:

Wabup Buton Tengah Muh Adam Basan Manfaatkan MTQ XXXI Sultra untuk Perkuat Syiar dan Promosi Daerah

KONAWE, DURASITIMES.COM – Wakil Bupati Buton Tengah, Muh. Adam Basan, S.Sos, menghadiri Pawai Ta’aruf dan Kendaraan Hias Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan MTQ tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat Sulawesi Tenggara. “Wabup Buton Tengah Muh Adam Basan Manfaatkan MTQ XXXI Sultra untuk Perkuat Syiar dan Promosi Daerah,”

Wabup Buton Tengah Muh Adam Basan Manfaatkan MTQ XXXI Sultra untuk Perkuat Syiar dan Promosi Daerah
Wabup Buton Tengah Muh Adam Basan Manfaatkan MTQ XXXI Sultra untuk Perkuat Syiar dan Promosi Daerah

Kehadiran Adam Basan bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Umi Noranah Azhari, Staf Ahli TP-PKK Kartini Adam Basan, serta jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Pada perhelatan MTQ XXXI Sultra Tahun 2026, Kabupaten Buton Tengah mengirimkan 20 peserta yang akan berlaga pada tujuh cabang lomba. Para peserta didampingi 55 official, pelatih, dan pendamping yang bertugas memastikan kesiapan kafilah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kafilah Kabupaten Buton Tengah dipimpin oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Abdullah dengan dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Tengah. Kehadiran para peserta diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Muh. Adam Basan menegaskan bahwa MTQ tidak hanya menjadi arena kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda Islam.

“Keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat syiar Al-Qur’an dan membentuk generasi yang berkarakter Qur’ani,” kata Adam Basan.

Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah mengambil titik start di Tugu Tusawuta, Kecamatan Wawotobi, dan berakhir di Pelataran ICP Unaaha. Ribuan masyarakat memadati jalur pawai untuk menyaksikan penampilan kafilah dari berbagai daerah yang menampilkan identitas dan kekhasan masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Buton Tengah mengusung identitas sebagai “Kota Santri dan Kota Pendidikan” di Negeri Seribu Gua. Melalui kendaraan hias dan atraksi budaya, daerah itu menampilkan berbagai potensi unggulan yang menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Sektor pariwisata, perikanan, pendidikan, dan kebudayaan menjadi fokus utama yang diperkenalkan kepada masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi promosi daerah guna menarik perhatian publik terhadap berbagai peluang investasi dan pengembangan ekonomi lokal.

Adam Basan menilai momentum MTQ merupakan sarana efektif untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat citra positif daerah di tingkat regional.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama Kabupaten Buton Tengah,” ujarnya.

Penampilan kafilah Buton Tengah juga merefleksikan visi pembangunan daerah Buton Tengah SERIUS yang merupakan akronim dari Sejahtera, Religius, Berbudaya, dan Berdaya Saing. Visi tersebut menjadi arah pembangunan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Azhari dan Wakil Bupati Muh. Adam Basan.

Secara historis, penyelenggaraan MTQ memiliki peran penting dalam perkembangan syiar Islam di Indonesia. MTQ Nasional pertama kali digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun 1968 dan sejak itu menjadi agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui berbagai cabang perlombaan.

Dalam perkembangannya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawah, tetapi juga mencakup cabang tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen pembinaan umat Islam yang mendapat dukungan luas dari pemerintah dan masyarakat.

Pada level internasional, tradisi musabaqah Al-Qur’an juga berkembang di berbagai negara Muslim. Arab Saudi, Mesir, Malaysia, Iran, dan Uni Emirat Arab secara rutin menyelenggarakan kompetisi Al-Qur’an tingkat dunia yang diikuti peserta dari puluhan negara. Indonesia sendiri kerap mencatat prestasi membanggakan melalui qari dan qariah yang meraih penghargaan dalam berbagai ajang internasional tersebut.

baca juga:

  1. Paripurna DPRD Buton Tengah Terima Penjelasan Bupati Azhari soal APBD 2025
  2. Bupati Azhari Teken PKS Kerja Sama dengan BPSDM Kemenhub, Buteng Siapkan SDM Transportasi …

“MTQ adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai Islam,” kata Adam Basan.

Melalui keikutsertaan pada MTQ XXXI Sultra di Konawe, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap syiar Islam semakin berkembang sekaligus memperluas pengenalan potensi daerah kepada masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara lebih luas. (*)

 

Visited 27 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *