KESEHATANKOTA BAUBAUSULTRA

DP3AKB Baubau Perkuat Kader IMP untuk Cetak Generasi Unggul dan Tangguh

BAUBAU, DURASITIMES.COM  — Pemerintah Kota Baubau memperkuat lini lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dengan meningkatkan kapasitas Institusi Masyarakat Pedesaan/Kelurahan (IMP). Langkah tersebut diarahkan untuk membangun keluarga berkualitas sekaligus menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing. “DP3AKB Baubau Perkuat Kader IMP untuk Cetak Generasi Unggul dan Tangguh,”

DP3AKB Baubau Perkuat Kader IMP untuk Cetak Generasi Unggul dan Tangguh
DP3AKB Baubau Perkuat Kader IMP untuk Cetak Generasi Unggul dan Tangguh

Penguatan itu dilakukan melalui kegiatan Pembinaan IMP dan Program Bangga Kencana Lini Lapangan Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Camat Wolio, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka Kepala DP3AKB Kota Baubau Abdul Rahman, S.Pd., M.Si., dan diikuti unsur Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) serta kader IMP.

Abdul Rahman mengatakan, posisi kader di tingkat kelurahan menjadi strategis karena mereka merupakan mitra pemerintah yang berhadapan langsung dengan persoalan keluarga. Kader PPKBD, Sub-PPKBD, dan petugas lini lapangan diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan Bangga Kencana ke dalam pendampingan yang konkret bagi masyarakat.

“Jika kader IMP kuat, maka lini lapangan akan semakin kuat. Pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih berkualitas, sehingga Kota Baubau dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia,” ujar Abdul Rahman.

Menurut dia, Bangga Kencana tidak lagi ditempatkan semata sebagai program pelayanan kontrasepsi. Pendekatannya kini mencakup siklus kehidupan keluarga, mulai dari edukasi dan pendampingan kesehatan reproduksi pada masa pranikah dan kehamilan, pengasuhan anak serta pembinaan remaja, hingga pemberdayaan lansia agar tetap tangguh dan produktif.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah persoalan sosial yang dihadapi keluarga, antara lain perkembangan teknologi digital, pernikahan usia anak, stunting, dan tantangan pola pengasuhan. Karena itu, kader IMP dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, berkoordinasi, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat masyarakat.

Secara historis, pembangunan keluarga dan kependudukan telah menjadi bagian penting kebijakan pembangunan Indonesia sejak Program Keluarga Berencana dikembangkan secara nasional pada era 1970-an. Di tingkat global, agenda pembangunan keluarga dan kesehatan reproduksi juga mendapat perhatian melalui International Conference on Population and Development di Kairo pada 1994 yang menggeser pendekatan kependudukan menuju pembangunan manusia, kesehatan reproduksi, dan pemenuhan hak individu.

Abdul Rahman berharap pembinaan 2026 tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperkuat koordinasi, dan menyamakan langkah antarkader sehingga pelayanan di lapangan semakin profesional dan inovatif. “Mari kita jadikan setiap kunjungan ke rumah warga bukan sekadar menjalankan program, tetapi menghadirkan harapan. Jadikan setiap penyuluhan bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menyalakan semangat perubahan,” katanya.

baca juga:

  1. BPJS Kesehatan Gandeng GoTo dan BUMDes Jalankan Program NADI JKN
  2. Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Lepas Pramuka ke Cibubur Mengikuti Jamnas XII, Titip Pesan

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, PKB, dan seluruh kader IMP yang selama ini terlibat dalam pelayanan masyarakat. Penguatan kapasitas mereka diharapkan memperkokoh pelaksanaan Bangga Kencana dari tingkat pemerintah hingga keluarga sebagai basis pembangunan manusia di Kota Baubau.(*)

baca berita lainnya:

STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan  Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Baubau resmi membuka Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Angkatan XXX Tahun 2026 yang akan berlangsung di 18 lokasi penempatan. Program tersebut menjadi bagian dari proses akademik untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat. Pembukaan digelar di Kampus STAI YPIQ Baubau, Senin (3/8/2026), dihadiri jajaran pimpinan yayasan, pimpinan kampus, dosen, serta seluruh peserta PPL. “STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi,”

STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi
STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi

Referensi Geografis

Ketua Panitia PPL Angkatan XXX Tahun 2026, Zul Ikrom Zilsafil, S.Pd., M.Pd., melaporkan, peserta berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok koordinasi, yaitu Kosma A, Kosma B, dan Kosma C, yang akan ditempatkan di delapan Kantor Urusan Agama (KUA) serta sepuluh sekolah dan madrasah. Pembekalan berlangsung pada 3–4 Agustus 2026, pemberangkatan dijadwalkan 6 Agustus, masa praktik berakhir 7 September, dan penarikan peserta dilakukan pada 8 September 2026.

1 2

Ketua STAI YPIQ Baubau, La Ode Abdul Salam Al Amin, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa mahasiswa harus menjaga citra perguruan tinggi selama berada di lokasi praktik. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing maupun koordinator mahasiswa menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan PPL di setiap lokasi penempatan.

“Pentingnya komunikasi yang intensif dengan dosen pembimbing maupun koordinator mahasiswa di setiap lokasi penempatan agar setiap kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik,” ujar La Ode Abdul Salam Al Amin.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Kota Baubau, Ir. Muslihi, M.Si., mengatakan PPL merupakan fase penting yang menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik nyata di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kompetensi akademik, sosial, dan profesional.

Sumber Info Pengajaran & Ruang Kelas

3 1

“Utamakan kedisiplinan. Sikap disiplin akan menjadi pembeda sekaligus mencerminkan kualitas seorang mahasiswa,” tegas Muslihi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menghormati dosen pembimbing, menjaga etika, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama berada di lokasi praktik. Menurutnya, setiap peserta membawa nama baik kampus sehingga perilaku mereka akan menjadi cerminan kualitas lulusan STAI YPIQ Baubau.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa STAI YPIQ Baubau memiliki kualitas dan mampu memberikan kontribusi positif,” katanya.

Selain itu, Muslihi berharap mahasiswa dapat menjadi duta kampus dengan memperkenalkan STAI YPIQ Baubau kepada masyarakat luas. Ia juga mengimbau peserta menjaga kesehatan, menghormati lingkungan tempat praktik, dan selalu berkoordinasi dengan dosen pembimbing apabila menghadapi kendala di lapangan.

Secara historis, program praktik lapangan telah lama menjadi bagian dari sistem  pendidikan tinggi di Indonesia sebagai implementasi kebijakan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang menempatkan mahasiswa pada lingkungan kerja nyata untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat. Di tingkat internasional, model serupa telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi melalui skema field experience, teaching practice, maupun internship, yang dinilai efektif meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi dan memecahkan persoalan di lapangan.

baca juga:

  1. Bapas Baubau Usulkan Pos Bapas Raha Naik Status Menjadi Bapas Muna
  2. Kebakaran Lahan Dekat Kantor Wali Kota Baubau Kembali Terjadi, Damkar Catat 37 Kasus Selama …

Melalui PPL Angkatan XXX Tahun 2026 ini, STAI YPIQ Baubau menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan pengalaman lapangan yang memadai. Kampus berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar sehingga mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi lembaga mitra, masyarakat, sekaligus memperkuat reputasi STAI YPIQ Baubau sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia berdaya saing.(*)

 

 

Visited 10 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *