KOTA BAUBAUSULTRA

Pramuka Baubau Siap Bawa Nama Daerah ke Jamnas XII, Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Minta ASN Berintegritas

BAUBAU, DURASITIMES.COM — Pemerintah Kota Baubau melepas Kontingen Pramuka yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, sekaligus mengingatkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) agar memperkuat disiplin dan integritas dalam pelayanan publik. Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc dalam apel pagi Pemerintah Kota Baubau, Senin (3/8/2026). “Pramuka Baubau Siap Bawa Nama Daerah ke Jamnas XII, Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Minta ASN Berintegritas,”

Pramuka Baubau Siap Bawa Nama Daerah ke Jamnas XII, Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Minta ASN Berintegritas
Pramuka Baubau Siap Bawa Nama Daerah ke Jamnas XII, Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Minta ASN Berintegritas

Pelepasan kontingen yang berlangsung di pelataran Kantor Wali Kota Baubau itu menjadi bagian dari apel rutin ASN. Sebanyak peserta terbaik Gerakan Pramuka Kota Baubau akan membawa nama daerah pada ajang nasional yang berlangsung 13–30 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah menjalani proses seleksi dan persiapan selama beberapa bulan. Ia menilai keberangkatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan karakter dan kemampuan generasi muda Baubau di tingkat nasional.

“Kalian adalah Pramuka terpilih dari ribuan anggota Pramuka di Kota Baubau. Bawalah nama daerah dengan menunjukkan kemampuan terbaik, sikap, etika, dan karakter yang baik,” ujar Wa Ode Hamsinah Bolu.

Ia meminta seluruh anggota kontingen menjaga kedisiplinan, kekompakan, serta menjunjung nilai budaya daerah selama mengikuti kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari sikap dan kepribadian sebagai duta daerah.

3 1

Pada kesempatan yang sama, Wawali Baubau juga menyoroti pentingnya disiplin ASN sebagai fondasi pelayanan pemerintahan. Ia menegaskan, kehadiran dan tanggung jawab aparatur merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Kontribusi terbaik yang paling sederhana adalah kehadiran dan kedisiplinan. Mari kita jadikan integritas dan kejujuran sebagai landasan utama dalam melayani masyarakat Kota Baubau dengan penuh dedikasi,” katanya.

Selain itu, sekitar 5.000 ASN lingkup Pemerintah Kota Baubau diminta berperan aktif menyampaikan program pembangunan pemerintah kepada masyarakat. ASN juga diharapkan menjadi penghubung yang mampu menyerap aspirasi, kritik, dan masukan publik secara objektif.

Wawali menjelaskan, pemerintah daerah dalam beberapa pekan terakhir terus memperkuat koordinasi dengan kementerian di tingkat pusat serta menyelesaikan pembahasan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dan penyusunan anggaran Tahun 2027 bersama DPRD Kota Baubau. Menurutnya, dukungan pusat akan lebih mudah diperoleh apabila pemerintah daerah bekerja berdasarkan data dan argumentasi yang kuat.

“Ketika dalam bekerja kita selalu berbasis data, argumentasi yang jelas, serta didukung fakta yang konstruktif, maka perjuangan kita di tingkat pusat akan jauh lebih dimudahkan. Hal ini demi kepentingan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.

Secara historis, Gerakan Pramuka Indonesia memiliki perjalanan panjang dalam membentuk karakter generasi muda. Organisasi ini resmi diperkenalkan melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 sebagai wadah pendidikan kepanduan nasional. Tradisi Jambore Nasional sendiri menjadi salah satu agenda penting yang mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai daerah untuk memperkuat persaudaraan, keterampilan, dan wawasan kebangsaan.

Di tingkat internasional, gerakan kepanduan dunia telah berkembang sejak didirikan oleh Robert Baden-Powell melalui perkemahan kepanduan pertama di Pulau Brownsea, Inggris, pada 1907. Hingga kini, gerakan tersebut menjadi salah satu organisasi pendidikan nonformal terbesar di dunia yang menanamkan nilai kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial.

baca juga:

  1. 572 WNA Berada di Baubau, Kantor Imigrasi Perkuat Pengawasan Bersama Lintas Instansi
  2. Bapas Baubau Matangkan Usulan Pembentukan Bapas Muna Tahun Anggaran 2026

Pemerintah Kota Baubau berharap keikutsertaan kontingen daerah pada Jamnas XII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkenalkan identitas budaya Baubau di tingkat nasional. Apalagi, puncak peringatan Hari Pramuka Nasional pada 14 Agustus 2026 dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia. (*)

baca berita lainnya:

 

Damkar Baubau Padamkan Api Dekat Kantor Wali Kota dalam 30 Menit, Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan, Damkar Catat 37 Kasus,Terbanyak di Sorawolio

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Musim kemarau yang melanda Kota Baubau memicu peningkatan kasus kebakaran lahan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau mencatat sedikitnya 37 kebakaran lahan telah ditangani hingga akhir Juli 2026. Pada Kamis (30/7), petugas kembali berjibaku memadamkan kebakaran di lahan kosong di samping Kantor Wali Kota Baubau, hanya beberapa jam setelah memadamkan kebakaran di kawasan Tower Labalawa. “Damkar Baubau Padamkan Api Dekat Kantor Wali Kota dalam 30 Menit, Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan, Damkar Catat 37 Kasus,Terbanyak di Sorawolio,”

Damkar Baubau Padamkan Api Dekat Kantor Wali Kota dalam 30 Menit, Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan, Damkar Catat 37 Kasus,Terbanyak di Sorawolio
Damkar Baubau Padamkan Api Dekat Kantor Wali Kota dalam 30 Menit, Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan, Damkar Catat 37 Kasus,Terbanyak di Sorawolio

Kimia

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, H. La Ode Ali Hasan, SE, M.Si, mengatakan tren peningkatan kebakaran menjadi perhatian serius karena hampir seluruh wilayah sedang mengalami kondisi cuaca yang kering. Hingga 25 Juli 2026, pihaknya juga telah menangani 39 kejadian kebakaran dengan dominasi kebakaran lahan sebanyak 12 kasus pada Triwulan III. Selain itu terdapat empat kebakaran sampah, dua kebakaran rumah, satu kebakaran gubuk, dan satu kejadian pohon terbakar.

“Dalam kondisi musim kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran memang sangat tinggi. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api,” kata La Ode Ali Hasan.

6 1

Ia menjelaskan, pada penanganan kebakaran di samping Kantor Wali Kota Baubau, Damkar mengerahkan empat armada yang terdiri atas dua unit mobil penembak dan dua unit mobil water supply. Seluruh personel disiagakan selama 24 jam dengan standar response time sekitar 15 menit. Berkat respons cepat tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 30 menit sehingga tidak sempat merambat ke kawasan sekitar.

Menurut La Ode Ali Hasan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun berdasarkan evaluasi berbagai kejadian selama musim kemarau, sumber api umumnya berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan maupun aktivitas pembakaran terbuka. “Penyebabnya masih dalam penyelidikan, tetapi setiap sumber api harus diwaspadai karena kondisi lahan sangat kering,” ujarnya.

Data Damkar menunjukkan wilayah dengan kejadian kebakaran lahan terbanyak berada di Kecamatan Sorawolio, disusul Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Bungi. Selain penanganan kebakaran, hingga 25 Juli 2026 Damkar juga telah melaksanakan 213 operasi penyelamatan (rescue), terdiri atas 92 operasi pada Triwulan I, 97 operasi pada Triwulan II, dan 23 operasi pada Triwulan III.

Secara historis, kebakaran lahan selalu mengalami peningkatan pada periode musim kemarau di berbagai daerah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam beberapa tahun terakhir secara rutin mengingatkan  pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan karena suhu udara yang tinggi, minimnya curah hujan, serta aktivitas manusia menjadi kombinasi utama penyebab kebakaran. Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah negara seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan kawasan Eropa Selatan yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan kebakaran hutan dan lahan akibat gelombang panas serta perubahan iklim.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membakar sampah di area terbuka, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan karena api dapat dengan cepat menyebar ke permukiman maupun fasilitas umum,” tegas La Ode Ali Hasan.

baca juga:

  1. Evaluasi LPPD Baubau Masuki Tahap Penilaian, Validitas Data Jadi Penentu Hasil Akhir …
  2. Kampung Nelayan Merah Putih di Sulaa-Baubau Segera Direalisasikan, Warga Optimistis Ekonomi Pesisir

 Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus memperkuat upaya pencegahan dengan menggencarkan sosialisasi melalui pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga relawan kebakaran. Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kebakaran selama musim kemarau sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko kerugian jiwa maupun materi.(*)

Visited 16 times, 16 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *