KOTA BAUBAUPENDIDIKANSULTRA

Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 100 Siswa SMPN 7 Baubau, Juga Libatkan BMKG dan PMI, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Pelajar

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau terus memperluas program pendidikan kebencanaan dengan menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesiapsiagaan Bencana bagi 100 siswa SMP Negeri 7 Baubau, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sekolah yang siaga sekaligus memperkuat budaya mitigasi bencana sejak usia dini. “Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 100 Siswa SMPN 7 Baubau, Juga Libatkan BMKG dan PMI, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Pelajar,”

 

Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 100 Siswa SMPN 7 Baubau, Juga Libatkan BMKG dan PMI, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Pelajar
Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 100 Siswa SMPN 7 Baubau, Juga Libatkan BMKG dan PMI, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Pelajar

Sosialisasi yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Palang Merah Indonesia (PMI). Para peserta memperoleh materi mengenai potensi bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tindakan penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat.

Dalam sambutannya, Tasdik menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dimulai melalui pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. “Sosialisasi KIE kebencanaan bagi siswa SMP ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya membangun sekolah-sekolah yang siaga dan tangguh bencana di Kota Baubau,” ujarnya.

Menurutnya, BPBD Kota Baubau terus mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat hingga pascabencana. Sistem tersebut dibangun melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tasdik juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, pahami materi dari para narasumber, jangan ragu bertanya, dan praktikkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah maupun di rumah,” pesannya. Ia menambahkan, “Kalian adalah bagian penting dari upaya bersama membangun Kota Baubau yang tangguh bencana.”

6 2

Program tersebut merupakan implementasi kerangka operasional SIGAP yang dikembangkan BPBD Kota Baubau. Melalui program ini, pelajar diposisikan sebagai agen penyebar informasi kebencanaan sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat terhadap pentingnya mitigasi risiko bencana.

Secara historis, pendidikan kebencanaan semakin mendapat perhatian dunia setelah Konferensi Dunia Pengurangan Risiko Bencana di Kobe, Jepang, pada 2005 melahirkan Hyogo Framework for Action 2005–2015, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu strategi utama pengurangan risiko bencana. Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030 yang mendorong setiap negara membangun masyarakat tangguh melalui peningkatan literasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Di Indonesia, penguatan edukasi kebencanaan juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat sebagai salah satu pilar utama pengurangan risiko bencana.

baca juga:

  1. SMA Negeri 1 Baubau Terima 432 Siswa Baru Pertahankan 12 Rombel, SPMB Berjalan Transparan Tanpa Intervensi
  2. Kabhanti Dinilai Efektif Perkuat Budaya Demokrasi dan Pengawasan Pemilu di Buton

Kegiatan di SMP Negeri 7 Baubau turut dihadiri unsur BPBD Kota Baubau, jajaran BMKG dan PMI sebagai narasumber, serta kepala sekolah bersama dewan guru. Pemerintah Kota Baubau menyatakan akan terus memperluas jangkauan program edukasi kebencanaan ke seluruh satuan pendidikan sebagai langkah mewujudkan Baubau sebagai kota tangguh bencana (resilient city) sekaligus memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat sejak usia sekolah.(*)

baca beria lainnya:

LPDP Buka Beasiswa Tahap II 2026, Baubau Jadi Pusat Sosialisasi di Sultra, Dana Abadi Pendidikan Rp195,8 Triliun

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang berlangsung hingga 31 Juli 2026. Bersamaan dengan itu, LPDP memilih Kota Baubau sebagai salah satu lokasi sosialisasi resmi di Sulawesi Tenggara melalui Seminar Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Aula Korea Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan nasional. “LPDP Buka Beasiswa Tahap II 2026, Baubau Jadi Pusat Sosialisasi di Sultra, Dana Abadi Pendidikan Rp195,8 Triliun,”

LPDP Buka Beasiswa Tahap II 2026, Baubau Jadi Pusat Sosialisasi di Sultra, Dana Abadi Pendidikan Rp195,8 Triliun
LPDP Buka Beasiswa Tahap II 2026, Baubau Jadi Pusat Sosialisasi di Sultra, Dana Abadi Pendidikan Rp195,8 Triliun

Peta

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, mengungkapkan bahwa hingga 14 Juli 2026 jumlah penerima beasiswa LPDP asal Sulawesi Tenggara telah mencapai 501 orang sejak program itu diluncurkan pada 2013. Dari jumlah tersebut, sebanyak 304 orang telah lulus, 144 orang masih menempuh studi, dan 53 orang berada pada tahap persiapan studi. Sebanyak 392 awardee memilih perguruan tinggi dalam negeri, sedangkan 109 orang melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Program magister (S2) masih mendominasi dengan sekitar 66 persen, disusul doktor (S3) sebesar 25 persen.

“Kami berharap semakin banyak putra-putri Baubau mengikuti seleksi LPDP sehingga nantinya kembali dan berkontribusi membangun daerah. Potensi maritim Sulawesi Tenggara sangat besar dan membutuhkan sumber daya manusia unggul, terutama pada bidang-bidang prioritas STEM,” ujar Ayom.

Ia menjelaskan, pada seleksi Tahap II Tahun 2026 LPDP melakukan sejumlah penyempurnaan kebijakan. Persyaratan kemampuan bahasa Inggris diperlonggar, baik bagi peserta afirmasi maupun nonafirmasi. Peserta yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa Inggris. LPDP juga mengakui lebih banyak jenis sertifikat, termasuk TOEP, Duolingo untuk tujuan studi luar negeri, serta hasil tes bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi dalam negeri, termasuk TOEFL-equivalent Universitas Halu Oleo.

Selain itu, LPDP membuka sejumlah skema beasiswa prioritas, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis, Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics), Beasiswa Akselerasi Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional melalui jalur Doctor by Research. Bidang STEM meliputi sektor pangan, energi, kesehatan, pertahanan, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, maritim, manufaktur, hilirisasi, material maju, hingga industri kreatif. Sementara SHARE diarahkan untuk memperkuat pembangunan sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, kebijakan publik, dan keagamaan.

Seminar yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan mahasiswa, alumni, akademisi, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat umum itu dibuka oleh Rektor UMB, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M. Menurutnya, dipilihnya Baubau sebagai lokasi sosialisasi merupakan peluang besar bagi masyarakat Kepulauan Buton untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

“Kami berharap alumni maupun dosen UMB dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih beasiswa LPDP hingga jenjang pendidikan tertinggi. Semoga semakin banyak yang kembali mengabdi demi kemajuan daerah,” kata Zarliani.

Berdasarkan data LPDP, Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi perguruan tinggi asal dengan jumlah awardee terbanyak di Sulawesi Tenggara, yakni 119 orang. Dari sisi daerah asal, Kota Kendari menempati urutan pertama dengan 170 awardee, disusul Kabupaten Muna sebanyak 65 orang, sedangkan Kota Baubau berada di posisi berikutnya dengan 56 awardee. Dari total penerima asal Baubau tersebut, 36 orang menempuh pendidikan magister, 13 orang doktor, 41 orang belajar di perguruan tinggi dalam negeri, dan 15 orang melanjutkan studi ke luar negeri.

Secara historis, LPDP dibentuk pemerintah Indonesia pada 2012 melalui pengelolaan Dana Abadi Pendidikan sebagai instrumen investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program beasiswa mulai berjalan pada 2013 dan hingga 30 Juni 2026 nilai Dana Abadi Pendidikan yang dikelola telah mencapai Rp195,8 triliun. Sejak diluncurkan, LPDP telah mendukung 112.771 penerima beasiswa program gelar, lebih dari 590 ribu peserta program non-gelar, mendanai 4.718 proyek riset, memperkuat 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) melalui dana abadi perguruan tinggi, serta memberikan manfaat kepada 3.753 penerima Dana Abadi Kebudayaan. Di tingkat internasional, skema dana abadi pendidikan seperti LPDP dikenal sebagai praktik yang diterapkan sejumlah negara, antara lain Singapura dan Australia, untuk memastikan keberlanjutan investasi pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis pendidikan tinggi dan riset.

baca juga:

  1. SMA Negeri 1 Baubau Terima 432 Siswa Baru Pertahankan 12 Rombel, SPMB Berjalan Transparan Tanpa Intervensi
  2. Bapas Baubau Edukasi 387 Siswa Baru Lewat Road Show BERAKSI

 

Pada Seleksi LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari 32.794 pendaftar, meningkat 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. LPDP juga tetap mempertahankan kebijakan afirmasi bagi putra-putri dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 masih dibuka hingga 31 Juli 2026, dan pemerintah berharap semakin banyak talenta Indonesia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri sebelum kembali berkontribusi bagi pembangunan bangsa.(*)

 

Visited 56 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *