
SMA Negeri 1 Baubau Terima 432 Siswa Baru Pertahankan 12 Rombel, SPMB Berjalan Transparan Tanpa Intervensi
BAUBAU, DURASITIMES.COM – SMA Negeri 1 Baubau resmi menerima 432 peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Seluruh proses seleksi dipastikan berlangsung objektif, transparan, dan berbasis sistem digital, sehingga setiap peserta yang dinyatakan lolos merupakan hasil seleksi sesuai ketentuan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. “SMA Negeri 1 Baubau Terima 432 Siswa Baru Pertahankan 12 Rombel, SPMB Berjalan Transparan Tanpa Intervensi,”

Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMA Negeri 1 Baubau, LM. Syahrir, mengatakan keberhasilan pelaksanaan SPMB tahun ini tidak terlepas dari penggunaan sistem yang terintegrasi melalui laman resmi SPMB. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dilakukan berdasarkan data yang diinput oleh calon peserta didik sehingga peluang terjadinya praktik titipan maupun manipulasi dapat dicegah.
“Selama proses penerimaan siswa baru tidak ada seorang pun yang berani meloloskan calon siswa di luar mekanisme yang berlaku. Semua berjalan sesuai data yang masuk melalui sistem. Alhamdulillah, tidak ada tekanan dari pihak mana pun,” ujar Syahrir saat diwawancarai Baubau Post, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, jumlah peserta didik baru yang diterima tahun ini telah disesuaikan dengan kuota yang ditetapkan, yakni sebanyak 12 rombongan belajar (rombel). Dengan kapasitas maksimal 36 siswa pada setiap rombel, maka total siswa baru yang diterima mencapai 432 orang. Kuota tersebut juga tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 masih menggunakan empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur domisili merupakan nomenklatur baru yang menggantikan istilah jalur zonasi sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan penerimaan murid baru oleh pemerintah.
“Alhamdulillah, untuk tahun pelajaran 2026/2027 SMA Negeri 1 Baubau kembali mendapat kuota 12 rombongan belajar. Dengan maksimal 36 siswa per rombel, total siswa baru yang diterima sebanyak 432 orang,” kata Syahrir.
Menurutnya, semakin baiknya pemahaman masyarakat mengenai kewenangan pengelolaan SMA yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara turut mendukung kelancaran pelaksanaan seleksi. Karena itu, seluruh proses penerimaan berjalan sesuai regulasi tanpa adanya tekanan ataupun campur tangan dari pihak luar.
Secara historis, sistem penerimaan peserta didik di Indonesia terus mengalami perubahan. Pemerintah mulai menerapkan sistem zonasi pada 2017 sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Memasuki tahun 2025 hingga 2026, kebijakan tersebut disempurnakan menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan perubahan nomenklatur jalur zonasi menjadi jalur domisili, sekaligus memperkuat prinsip transparansi, pemerataan, dan pengembangan potensi peserta didik. Di berbagai negara, seperti Finlandia, Jepang, dan Singapura, sistem penerimaan sekolah juga terus dikembangkan dengan mengedepankan pemerataan akses, digitalisasi layanan, serta seleksi yang akuntabel untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Syahrir berharap penyempurnaan sistem SPMB dari tahun ke tahun mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi akademik maupun nonakademik sehingga mampu mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang.
baca juga:
- Baubau Tuan Rumah Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026, Diikuti 11 Daerah, Atlet Terbaik Disiapkan ke Nasional
- Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026 Resmi Ditutup Walikota Baubau Yang Diwakili Dr Moh Tasdik, Pembinaan Atlet …
“Kami berharap siswa yang diterima merupakan pilihan terbaik yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Dengan pembinaan yang baik, mereka diharapkan mampu berprestasi, mengembangkan diri, serta mengharumkan nama SMA Negeri 1 Baubau pada berbagai ajang kompetisi di masa mendatang,” pungkasnya.(*)
baca berita lainnya:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pelestarian Benteng Keraton Buton, Sebut Mahakarya Peradaban Nusantara
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Kesultanan Buton saat mengunjungi Kawasan Cagar Budaya Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu (12/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut benteng bersejarah itu sebagai mahakarya arsitektur asli Nusantara yang menjadi bukti kemajuan peradaban masyarakat Buton sekaligus aset budaya nasional yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. “Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pelestarian Benteng Keraton Buton, Sebut Mahakarya Peradaban Nusantara,”

Menurut Fadli Zon, Benteng Keraton Buton yang telah berstatus Cagar Budaya Nasional merupakan hasil karya masyarakat Buton tanpa campur tangan bangsa kolonial. Benteng sepanjang sekitar 2.750 meter itu diselesaikan pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-5 dan hingga kini dikenal sebagai salah satu benteng terluas di dunia yang dibangun oleh masyarakat lokal. “Benteng ini dibangun bukan oleh Belanda ataupun Portugis, tetapi oleh masyarakat Buton sendiri. Ini menunjukkan kemampuan dan kehebatan orang Nusantara dalam membangun sistem pertahanan yang luar biasa,” ujar Fadli Zon.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., serta Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc. Rombongan meninjau sejumlah situs penting di kawasan benteng, antara lain Makam Sultan Murhum, batu air yang digunakan sebagai tempat pemandian calon sultan, batu pijakan (Popaua) untuk prosesi pengambilan sumpah Sultan, serta meriam-meriam kuno yang masih terpelihara di sepanjang benteng.
Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah membuka peluang pengusulan Sultan Buton ke-20 dan Sultan Buton ke-23 sebagai Pahlawan Nasional. Selain itu, sejumlah situs bersejarah, termasuk kompleks Makam Sultan Murhum, juga diproyeksikan untuk diusulkan menjadi bagian dari kawasan Cagar Budaya Nasional. “Kita berharap ke depan dapat bekerja sama untuk kemajuan nasional melalui pelindungan, konservasi, pengembangan, dan pemanfaatan situs-situs bersejarah ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kualitas konstruksi Benteng Keraton Buton yang memanfaatkan batu karang dan batu kapur sebagai material utama. Benteng tersebut diperkuat dengan 12 lawa atau pintu gerbang serta 16 baluarte yang berfungsi sebagai sistem pertahanan. Menurutnya, tata ruang kawasan yang berada di puncak bukit menunjukkan kemampuan masyarakat Buton dalam merancang sistem pertahanan sekaligus pusat pemerintahan yang terencana. “Warisan seperti ini harus terus dijaga karena menjadi identitas bangsa Indonesia di mata dunia,” tegasnya.
Secara historis, Benteng Keraton Buton dibangun secara bertahap sejak abad ke-16 pada masa kejayaan Kesultanan Buton dan menjadi pusat pemerintahan, pertahanan, serta penyebaran Islam di wilayah Kepulauan Buton. Dalam sejarah dunia, benteng-benteng besar umumnya dibangun oleh kekuatan kolonial atau kerajaan besar di Eropa dan Asia. Keberadaan Benteng Keraton Buton menjadi istimewa karena lahir dari kemampuan masyarakat lokal Nusantara dengan teknologi dan sumber daya sendiri, sehingga memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi perkembangan peradaban maritim Indonesia.
Kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ditutup dengan ramah tamah bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Fadli Zon beserta rombongan menikmati kuliner khas Buton berupa jagung rebus dan kambuse yang disajikan sebagai produk unggulan PRJ Sorawolio. Sehari sebelumnya, Sabtu (11/7/2026), Pemerintah Kota Baubau juga menggelar malam ramah tamah bersama Menteri Kebudayaan RI dan Menteri Haji dan Umrah di Istana Malige sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Baubau.
baca juga:
Melalui kunjungan tersebut, pemerintah berharap sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kota Baubau semakin kuat dalam menjaga, mengembangkan, serta memanfaatkan warisan sejarah Kesultanan Buton. Langkah itu diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya nasional, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata sejarah Indonesia di tingkat internasional.(*)

