
Angin Kencang Terjang Bukit Wolio Indah, Atap Rumah Dua Lantai Warga Terlepas — BPBD Kota Baubau Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
BAUBAU, DURASITIMES.COM — Angin kencang menerjang kawasan Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI), Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Kamis (16/7/2026) siang. Peristiwa tersebut menyebabkan bagian rangka dan atap lantai dua rumah warga mengalami kerusakan, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. “Angin Kencang Terjang Bukit Wolio Indah, Atap Rumah Dua Lantai Warga Terlepas — BPBD Kota Baubau Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa,”

Rumah yang terdampak berada di Jalan Gatot Subroto RT 002 RW 002 milik Muhammad Amri La Saripi dan La Isi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kerusakan terjadi pada struktur penyangga serta penutup atap dengan nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,5 juta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung melakukan peninjauan setelah menerima laporan masyarakat. Petugas melakukan asesmen lapangan, pendataan kerusakan, serta dokumentasi sebagai dasar penyusunan laporan dan koordinasi penanganan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mengatakan kondisi penghuni rumah dalam keadaan selamat. Menurutnya, respons cepat dilakukan untuk memastikan dampak bencana dapat segera ditangani.
“Begitu laporan warga masuk, tim kami langsung turun ke lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerusakan hanya terjadi pada rangka dan atap rumah dengan perkiraan kerugian sekitar Rp2,5 juta,” ujar Tasdik.
Ia menjelaskan, hasil pendataan lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, dan perangkat daerah terkait untuk menentukan langkah lanjutan bagi warga terdampak.
“Data dan dokumentasi sudah kami himpun. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” katanya.
BPBD Kota Baubau mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba. Warga diminta memperkuat konstruksi atap rumah, membersihkan dahan pohon yang rapuh, serta menghindari lokasi berisiko saat kondisi angin meningkat.
Fenomena angin kencang yang menyebabkan kerusakan bangunan merupakan salah satu ancaman hidrometeorologi yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Dalam catatan sejarah kebencanaan nasional, Indonesia menghadapi peningkatan kejadian cuaca ekstrem dalam beberapa dekade terakhir akibat perubahan pola iklim. Secara global, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga mencatat bahwa badai dan angin ekstrem menjadi salah satu dampak perubahan iklim yang meningkatkan risiko terhadap permukiman dan infrastruktur.
baca juga:
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pelestarian Benteng Keraton Buton, Sebut Mahakarya Peradaban Nusantara
- Bapas Baubau Edukasi 387 Siswa Baru Lewat Road Show BERAKSI
BPBD Kota Baubau memastikan kesiapsiagaan personel tetap berjalan untuk menghadapi kemungkinan kejadian serupa. Masyarakat yang mengalami atau mengetahui kejadian bencana diminta segera melapor kepada BPBD maupun aparat kelurahan agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(*)
baca berita lainnya:
Mewakili Wali Kota Baubau, Dr Moh Tasdik Tutup Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026, Atlet Diminta Jadikan Podium sebagai Awal Prestasi
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Kejuaraan Angkat Berat Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026 resmi ditutup di Gedung SKOPMA Wajo, Kota Baubau, Jumat (10/7/2026). Penutupan dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau. Pemerintah Kota Baubau menegaskan kejuaraan tersebut menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet sekaligus menyiapkan lifter daerah menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. “Mewakili Wali Kota Baubau, Dr Moh Tasdik Tutup Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026, Atlet Diminta Jadikan Podium sebagai Awal Prestasi,”

Kejuaraan yang diikuti kontingen dari 11 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara itu tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet menuju kejuaraan tingkat nasional. Ajang tersebut diharapkan mampu memperkuat regenerasi atlet angkat berat di Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.
Dalam sambutan Wali Kota Baubau yang dibacakan Dr. Mohamad Tasdik, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan, melainkan juga oleh proses latihan, disiplin, serta kemampuan menjaga semangat juang selama menjalani pembinaan.
“Di balik setiap angkatan yang berhasil, ada jiwa yang pantang menyerah, ada disiplin yang dibangun selama bertahun-tahun, dan ada harapan daerah yang dibawa di atas pundak para atlet,” ujar Mohamad Tasdik saat membacakan sambutan Wali Kota Baubau.
Wali Kota juga mengingatkan para atlet yang berhasil meraih podium agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan dalam kejuaraan tingkat provinsi harus menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada tingkat nasional maupun internasional.
“Jadikan podium sebagai pijakan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi, bukan sebagai akhir dari perjalanan,” demikian pesan Wali Kota yang dibacakan Tasdik.
Sementara itu, atlet yang belum berhasil meraih medali diminta tidak berkecil hati. Pemerintah berharap pengalaman bertanding menjadi bekal berharga untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten, evaluasi teknik, serta pembinaan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Baubau juga memberikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan ofisial yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam membina atlet hingga mampu tampil pada kejuaraan tingkat provinsi. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada panitia pelaksana yang berhasil menyelenggarakan kejuaraan secara tertib, aman, dan profesional.
Menjelang penutupan kegiatan, Wali Kota melalui Dr. Mohamad Tasdik menyampaikan penghargaan kepada seluruh kontingen dari luar Kota Baubau yang telah berpartisipasi. “Semoga perjalanan pulang diberikan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran. Bawalah pulang kenangan yang baik serta persaudaraan yang telah terjalin selama kejuaraan berlangsung,” katanya.
Secara historis, pembinaan olahraga angkat berat di Indonesia terus berkembang sejak cabang olahraga ini mulai dipertandingkan secara rutin dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Kejuaraan tingkat provinsi menjadi salah satu mata rantai penting dalam sistem pembinaan nasional untuk menjaring atlet potensial sebelum berlaga pada kejuaraan nasional maupun mewakili Indonesia di berbagai ajang internasional.
Indonesia sendiri telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan pada cabang olahraga kekuatan, baik angkat berat maupun angkat besi. Keberhasilan atlet Indonesia menembus podium berbagai kejuaraan Asia dan dunia menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dari daerah memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan prestasi nasional.
Di tingkat internasional, olahraga angkat berat berkembang pesat melalui berbagai kejuaraan dunia yang diselenggarakan secara berkala oleh federasi internasional. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan sejumlah negara Eropa menerapkan sistem kompetisi berjenjang dari tingkat lokal hingga nasional sebagai fondasi lahirnya atlet elite dunia. Model pembinaan tersebut menjadi salah satu rujukan bagi banyak negara, termasuk Indonesia, dalam membangun ekosistem olahraga prestasi.
Baca juga:
- ASKOT PSSI Baubau Periode 2026-2030 Dinahkodai Badaruddin Resmi Dikukuhkan, Pemkot Baubau Dorong Fokus Cetak Talenta Muda untuk Bangkitkan Prestasi Daerah
- Pemkot Baubau Jadikan POPDA 2026 Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
Kejuaraan Angkat Berat Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di Kota Baubau diharapkan menjadi titik awal lahirnya lifter-lifter potensial yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di tingkat nasional bahkan internasional. Selain memperkuat kualitas atlet, kejuaraan ini juga mempererat persaudaraan antarkontingen serta memperkokoh komitmen bersama dalam memajukan olahraga prestasi di Bumi Anoa.(*)

