
Koran Online Baubau Post Edisi 15 Juli 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 15 Juli 2026
baca Koran Online Baubau Post Edisi 15 Juli 2026 versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 15 Juli 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pelestarian Benteng Keraton Buton, Sebut Mahakarya Peradaban Nusantara
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Kesultanan Buton saat mengunjungi Kawasan Cagar Budaya Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu (12/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut benteng bersejarah itu sebagai mahakarya arsitektur asli Nusantara yang menjadi bukti kemajuan peradaban masyarakat Buton sekaligus aset budaya nasional yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. “Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pelestarian Benteng Keraton Buton, Sebut Mahakarya Peradaban Nusantara,”

Menurut Fadli Zon, Benteng Keraton Buton yang telah berstatus Cagar Budaya Nasional merupakan hasil karya masyarakat Buton tanpa campur tangan bangsa kolonial. Benteng sepanjang sekitar 2.750 meter itu diselesaikan pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-5 dan hingga kini dikenal sebagai salah satu benteng terluas di dunia yang dibangun oleh masyarakat lokal. “Benteng ini dibangun bukan oleh Belanda ataupun Portugis, tetapi oleh masyarakat Buton sendiri. Ini menunjukkan kemampuan dan kehebatan orang Nusantara dalam membangun sistem pertahanan yang luar biasa,” ujar Fadli Zon.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., serta Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc. Rombongan meninjau sejumlah situs penting di kawasan benteng, antara lain Makam Sultan Murhum, batu air yang digunakan sebagai tempat pemandian calon sultan, batu pijakan (Popaua) untuk prosesi pengambilan sumpah Sultan, serta meriam-meriam kuno yang masih terpelihara di sepanjang benteng.
Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah membuka peluang pengusulan Sultan Buton ke-20 dan Sultan Buton ke-23 sebagai Pahlawan Nasional. Selain itu, sejumlah situs bersejarah, termasuk kompleks Makam Sultan Murhum, juga diproyeksikan untuk diusulkan menjadi bagian dari kawasan Cagar Budaya Nasional. “Kita berharap ke depan dapat bekerja sama untuk kemajuan nasional melalui pelindungan, konservasi, pengembangan, dan pemanfaatan situs-situs bersejarah ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kualitas konstruksi Benteng Keraton Buton yang memanfaatkan batu karang dan batu kapur sebagai material utama. Benteng tersebut diperkuat dengan 12 lawa atau pintu gerbang serta 16 baluarte yang berfungsi sebagai sistem pertahanan. Menurutnya, tata ruang kawasan yang berada di puncak bukit menunjukkan kemampuan masyarakat Buton dalam merancang sistem pertahanan sekaligus pusat pemerintahan yang terencana. “Warisan seperti ini harus terus dijaga karena menjadi identitas bangsa Indonesia di mata dunia,” tegasnya.
Secara historis, Benteng Keraton Buton dibangun secara bertahap sejak abad ke-16 pada masa kejayaan Kesultanan Buton dan menjadi pusat pemerintahan, pertahanan, serta penyebaran Islam di wilayah Kepulauan Buton. Dalam sejarah dunia, benteng-benteng besar umumnya dibangun oleh kekuatan kolonial atau kerajaan besar di Eropa dan Asia. Keberadaan Benteng Keraton Buton menjadi istimewa karena lahir dari kemampuan masyarakat lokal Nusantara dengan teknologi dan sumber daya sendiri, sehingga memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi perkembangan peradaban maritim Indonesia.
Kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ditutup dengan ramah tamah bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Fadli Zon beserta rombongan menikmati kuliner khas Buton berupa jagung rebus dan kambuse yang disajikan sebagai produk unggulan PRJ Sorawolio. Sehari sebelumnya, Sabtu (11/7/2026), Pemerintah Kota Baubau juga menggelar malam ramah tamah bersama Menteri Kebudayaan RI dan Menteri Haji dan Umrah di Istana Malige sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Baubau.
baca juga:
- Baubau Tuan Rumah Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026, Diikuti 11 Daerah, Atlet Terbaik Disiapkan ke Nasional
- HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Ratusan Peserta Ramaikan Semarak Gerak Sehat Prolanis di Kotamara Baubau
Melalui kunjungan tersebut, pemerintah berharap sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kota Baubau semakin kuat dalam menjaga, mengembangkan, serta memanfaatkan warisan sejarah Kesultanan Buton. Langkah itu diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya nasional, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata sejarah Indonesia di tingkat internasional.(*)









