
Koran Online Baubau Post Edisi 14 Juli 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 14 Juli 2026
baca Koran Online Baubau Post Edisi 14 Juli 2026 Versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 14 Juli 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Serap Aspirasi Petani Saat Tinjau Lahan di Puncak Wawoangi, Kaji Usulan Jalan Tani, Sumur Bor, dan Bibit Kelapa Genjah
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mulai memetakan potensi pengembangan kawasan pertanian di Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, setelah Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., meninjau langsung lahan pertanian milik warga di kawasan Puncak Wawoangi, Senin (13/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap program pembangunan pertanian disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan dan kebutuhan masyarakat. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Serap Aspirasi Petani Saat Tinjau Lahan di Puncak Wawoangi, Kaji Usulan Jalan Tani, Sumur Bor, dan Bibit Kelapa Genjah,”

Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Desa Wawoangi. Selain melihat kondisi lahan, rombongan juga mengidentifikasi potensi komoditas unggulan yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
“Lahan yang tersedia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya kelapa genjah entok, alpukat mentega, maupun tanaman pisang yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Bupati H. Muhammad Adios saat berdialog dengan warga di lokasi peninjauan.
Pada kesempatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Aspirasi yang disampaikan meliputi bantuan bibit kelapa genjah entok, pembangunan sumur bor sebagai sumber air pertanian, serta pembangunan jalan tani guna memperlancar aktivitas petani dan distribusi hasil panen.
Menanggapi berbagai usulan itu, Bupati menegaskan pemerintah daerah akan mengkaji seluruh aspirasi sesuai mekanisme yang berlaku serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. “Setiap usulan masyarakat akan kami pelajari berdasarkan kebutuhan di lapangan, skala prioritas, dan kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Menurut Adios, kunjungan lapangan menjadi langkah penting agar setiap kebijakan pembangunan tidak hanya disusun berdasarkan laporan administrasi, tetapi juga berdasarkan fakta yang ditemui secara langsung. “Pembangunan akan lebih tepat sasaran apabila diawali dengan melihat langsung kondisi masyarakat dan potensi yang dimiliki daerah,” katanya.
Penguatan sektor pertanian merupakan salah satu strategi yang terus didorong pemerintah di berbagai daerah Indonesia. Sejak pemerintah melaksanakan program penguatan ketahanan pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir, daerah didorong mengembangkan komoditas unggulan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Secara internasional, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) juga menekankan bahwa pengembangan pertanian berkelanjutan harus didukung oleh infrastruktur dasar, akses air, benih unggul, dan keterlibatan pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah perubahan iklim.
baca juga:
Melalui peninjauan langsung di Desa Wawoangi, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap pengembangan komoditas unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang pembangunan daerah.(*)








