
Baubau Tuan Rumah Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026, Diikuti 11 Daerah, Atlet Terbaik Disiapkan ke Nasional
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Kota Baubau dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Angkat Berat Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang diikuti kontingen dari 11 kabupaten/kota. Kejuaraan yang dipusatkan di Gedung SKOPMA Wajo itu resmi dibuka pada Sabtu (11/7/2026) oleh Wali Kota Baubau yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kompetisi tersebut juga diproyeksikan sebagai seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara di Kendari. “Baubau Tuan Rumah Kejuaraan Angkat Berat Sultra 2026, Diikuti 11 Daerah, Atlet Terbaik Disiapkan ke Nasional,”

Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi di Sulawesi Tenggara. Atlet-atlet terbaik yang lahir dari kompetisi tingkat provinsi diharapkan mampu memperkuat kontingen Sulawesi Tenggara pada kejuaraan nasional, sekaligus menjaga regenerasi atlet angkat berat secara berkelanjutan.
Dalam sambutan Wali Kota Baubau yang dibacakan Dr. Mohamad Tasdik, Pemerintah Kota Baubau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Menurutnya, kompetisi merupakan instrumen penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet di setiap daerah.
“Kejuaraan ini adalah barometer pembinaan olahraga kita bersama, seberapa jauh kita telah merawat dan mengembangkan potensi atlet daerah,” ujar Dr. Mohamad Tasdik saat membacakan sambutan Wali Kota Baubau.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Baubau juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen dari 11 kabupaten/kota. Kehadiran para atlet, pelatih, dan ofisial diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan yang sehat, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah di Sulawesi Tenggara.
“Kami berharap kejuaraan ini bukan sekadar arena kompetisi, melainkan juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan semangat sportivitas antaratlet maupun antardaerah,” kata Tasdik.
Dalam pesannya kepada para atlet, Wali Kota mengingatkan bahwa keberhasilan di cabang olahraga angkat berat lahir dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan ketangguhan mental. Menurutnya, pencapaian prestasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalani pembinaan.
“Setiap beban yang diangkat di atas platform bukan hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga mencerminkan ketangguhan mental, disiplin, dan hasil latihan yang dijalani selama bertahun-tahun,” lanjutnya.
Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan ofisial yang selama ini menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi. Wali Kota menilai keberhasilan seorang atlet tidak dapat dipisahkan dari dedikasi para pembina yang terus mendampingi proses latihan hingga memasuki arena pertandingan.
Secara historis, olahraga angkat berat atau powerlifting mulai berkembang pesat di dunia sejak pertengahan abad ke-20 dan kini dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan internasional di bawah naungan International Powerlifting Federation (IPF) yang berdiri pada 1972. Organisasi tersebut menjadi induk penyelenggara kejuaraan dunia dan menetapkan standar pertandingan yang diikuti banyak negara.
Di Indonesia, pembinaan angkat berat terus mengalami perkembangan melalui kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Kompetisi tingkat provinsi seperti yang digelar di Baubau menjadi mata rantai penting dalam proses pencarian bibit atlet potensial sebelum tampil pada level yang lebih tinggi, termasuk mewakili daerah di Porprov maupun ajang nasional.
baca juga:
- IPSI Baubau Ukir Sejarah dengan 18 Medali di Anoa Champion 2, 10 Diantaranya Medali Emas, Buktikan Daya Saing di Tingkat Nasional
- Pemkot Baubau Jadikan POPDA 2026 Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
Melalui penyelenggaraan Kejuaraan Angkat Berat Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, Pemerintah Kota Baubau berharap lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tenggara. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperkuat posisi Baubau sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung pembinaan olahraga prestasi sekaligus penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi.(*)
baca berita lainnya:

Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi di Sulawesi Tenggara. Atlet-atlet terbaik yang lahir dari kompetisi tingkat provinsi diharapkan mampu memperkuat kontingen Sulawesi Tenggara pada kejuaraan nasional, sekaligus menjaga regenerasi atlet angkat berat secara berkelanjutan.
Dalam sambutan Wali Kota Baubau yang dibacakan Dr. Mohamad Tasdik, Pemerintah Kota Baubau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Menurutnya, kompetisi merupakan instrumen penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet di setiap daerah.
“Kejuaraan ini adalah barometer pembinaan olahraga kita bersama, seberapa jauh kita telah merawat dan mengembangkan potensi atlet daerah,” ujar Dr. Mohamad Tasdik saat membacakan sambutan Wali Kota Baubau.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Baubau juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen dari 11 kabupaten/kota. Kehadiran para atlet, pelatih, dan ofisial diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan yang sehat, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah di Sulawesi Tenggara.
“Kami berharap kejuaraan ini bukan sekadar arena kompetisi, melainkan juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan semangat sportivitas antaratlet maupun antardaerah,” kata Tasdik.
Dalam pesannya kepada para atlet, Wali Kota mengingatkan bahwa keberhasilan di cabang olahraga angkat berat lahir dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan ketangguhan mental. Menurutnya, pencapaian prestasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalani pembinaan.
“Setiap beban yang diangkat di atas platform bukan hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga mencerminkan ketangguhan mental, disiplin, dan hasil latihan yang dijalani selama bertahun-tahun,” lanjutnya.
Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan ofisial yang selama ini menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi. Wali Kota menilai keberhasilan seorang atlet tidak dapat dipisahkan dari dedikasi para pembina yang terus mendampingi proses latihan hingga memasuki arena pertandingan.
Secara historis, olahraga angkat berat atau powerlifting mulai berkembang pesat di dunia sejak pertengahan abad ke-20 dan kini dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan internasional di bawah naungan International Powerlifting Federation (IPF) yang berdiri pada 1972. Organisasi tersebut menjadi induk penyelenggara kejuaraan dunia dan menetapkan standar pertandingan yang diikuti banyak negara.
Di Indonesia, pembinaan angkat berat terus mengalami perkembangan melalui kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Kompetisi tingkat provinsi seperti yang digelar di Baubau menjadi mata rantai penting dalam proses pencarian bibit atlet potensial sebelum tampil pada level yang lebih tinggi, termasuk mewakili daerah di Porprov maupun ajang nasional.
baca juga:
- Pemkot Baubau Jadikan POPDA 2026 Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
- IPSI Baubau Ukir Sejarah dengan 18 Medali di Anoa Champion 2, 10 Diantaranya Medali Emas, Buktikan Daya Saing di Tingkat Nasional
Melalui penyelenggaraan Kejuaraan Angkat Berat Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, Pemerintah Kota Baubau berharap lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tenggara. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperkuat posisi Baubau sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung pembinaan olahraga prestasi sekaligus penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi.(*)
