
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong Desa Bebas Miras Saat Menutup Reuni ke 8 Desa Lipumangau-Gunung Sejuk
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Penutupan Reuni ke-8 Desa Lipumangau dan Desa Gunung Sejuk menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk menguatkan komitmen membangun masyarakat yang sehat, aman, dan produktif. Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., yang hadir sekaligus menutup kegiatan tersebut pada Senin malam (6/7/2026), mengajak seluruh warga menjadikan kebersamaan dalam reuni sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan sosial yang lebih berkualitas. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong Desa Bebas Miras Saat Menutup Reuni ke 8 Desa Lipumangau-Gunung Sejuk,”

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia serta lingkungan sosial yang kondusif. Karena itu, ia mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan yang dinilai berdampak negatif terhadap kehidupan keluarga maupun masyarakat.
“Mari kita tinggalkan kebiasaan yang tidak bermanfaat, seperti mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih produktif demi kesejahteraan keluarga dan keberkahan bagi daerah kita,” kata Muhammad Adios di hadapan masyarakat yang menghadiri penutupan reuni.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pencanangan Desa Lipumangau dan Desa Gunung Sejuk sebagai kawasan yang bebas dari minuman keras. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, serta mendukung tumbuhnya generasi muda yang produktif.
“Keberhasilan membangun daerah harus dimulai dari perubahan pola hidup masyarakat. Desa yang aman dan sehat akan menjadi fondasi utama bagi kemajuan Buton Selatan,” ujar Bupati.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah daerah meminta dukungan seluruh unsur masyarakat, termasuk aparat TNI dan Polri, agar terus bersinergi memberikan pembinaan, edukasi, serta pengawasan kepada masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban sekaligus memperkuat kesadaran warga terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
“Saya berharap seluruh elemen masyarakat bersama aparat keamanan dapat terus bersinergi membina warga sehingga cita-cita mewujudkan desa yang tertib, aman, dan bebas dari minuman keras dapat terwujud,” katanya.
Reuni yang mempertemukan warga dari berbagai daerah tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat ikatan emosional antarmasyarakat. Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap nilai-nilai persaudaraan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung dapat terus dipelihara sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Secara historis, kegiatan reuni masyarakat desa merupakan tradisi yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Indonesia sebagai media mempererat hubungan sosial, memperkuat identitas kampung halaman, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Di tingkat internasional, konsep community reunion juga dikenal di banyak negara sebagai sarana membangun modal sosial (social capital), yang oleh berbagai lembaga pembangunan dunia dinilai berperan penting dalam memperkuat solidaritas masyarakat, meningkatkan partisipasi publik, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
baca juga:
- Kabid Dinkes Buton Selatan M Arafah Tegaska DAK Nonfisik Jadi Dasar Pelatihan PTM, IKRAR Kepton Soroti Ada pemborosan dan Nepotisme
- Sambut HUT ke-12, Busel Gaungkan Tari Badendang dan Gotong Royong
Melalui penutupan Reuni ke-8 Desa Lipumangau dan Desa Gunung Sejuk, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap semangat persaudaraan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi energi kolektif untuk mewujudkan desa yang lebih maju, harmonis, sehat, dan berdaya saing.(*)
baca berita lainnya:
Pasar Murah HUT ke-12 Buton Selatan, Pemda Siapkan Beras SPHP 4 Ton untuk Kendalikan Inflasi
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan kembali menggelar Gerakan Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan yang dipusatkan di samping Lapangan Bola Lamaindo, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Batauga, Jumat (3/7/2026). “Pasar Murah HUT ke-12 Buton Selatan, Pemda Siapkan Beras SPHP 4 Ton untuk Kendalikan Inflasi,”

Gerakan Pasar Murah tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Buton Selatan.
Mewakili Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Kaimuddin, S.Ag., S.H., M.H., mengatakan Gerakan Pasar Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program yang rutin dilaksanakan pemerintah daerah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan bahan pangan pokok dengan harga murah dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, menjaga ketersediaan stok pangan, menstabilkan harga, serta menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung, termasuk pasar murah yang digelar berkolaborasi dengan Perum Bulog.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan meskipun harga yang ditawarkan lebih murah. Setiap pembelian telah dibatasi agar seluruh masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok secara merata.
Selain itu, Kaimuddin mengajak masyarakat ikut menyemarakkan HUT ke-12 Kabupaten Buton Selatan dengan menjaga kebersihan lingkungan, memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul mulai 10 hingga 31 Juli 2026. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan peringatan hari jadi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, LM Idris, SP., MM, menjelaskan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah merupakan tindak lanjut arahan Bupati setelah melihat perkembangan inflasi daerah.
“Berdasarkan data yang ada, Buton Selatan berada pada peringkat keempat inflasi. Karena itu, Bupati memerintahkan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah untuk membantu menekan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” katanya.
Ia menyebutkan, pada pelaksanaan perdana ini disiapkan 4 ton beras SPHP dari Bulog, 100 rak telur ayam, 50 kilogram bawang merah, 150 kilogram gula pasir, serta 180 liter minyak goreng Minyak Kita. Ke depan, pasar murah akan kembali digelar di sejumlah wilayah daratan maupun kepulauan sesuai arahan Bupati.
Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual pada kegiatan tersebut, yakni Beras SPHP kemasan 5 kilogram Rp57.000, Minyak Kita Rp20.000 per liter, telur ayam Rp49.000 per rak, gula pasir Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp44.000 per kilogram, dan bawang putih Rp44.000 per kilogram.
Masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok tanpa menggunakan kupon, namun pembelian dibatasi maksimal dua sak beras, satu liter minyak goreng, dan satu kilogram gula untuk setiap pembeli.
baca juga:
- ATR/BPN dan Pemda Busel Bersinergi Sosialisasi Tanah Ulayat di Buton Selatan Perkuat …
- Seluruh Jemaah Haji Buton Selatan Pulang Selamat, Disambut Pemerintah Daerah
“Gerakan Pasar Murah dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang peringatan HUT ke-12 Kabupaten Buton Selatan,” tutup Idris. (*)


