KOTA KENDARISULTRA

Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia

KENDARI, DURASITIMES.COM  – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas. Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, saat membuka Wisuda Santri MA’HAD Umar Bin Khattab Angkatan 2023/2024 Tahun 2026 di Hotel Zahra Syariah Kendari, Senin (22/6/2026). “Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia,”

 

Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia
Pemkot Kendari Dorong Lulusan MA’HAD Jadi Generasi Berakhlak Mulia

Menurut Nismawati, pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki pemahaman agama yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” kata Nismawati dalam sambutannya.

Ia menilai, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan di MA’HAD Umar Bin Khattab merupakan hasil sinergi antara peserta didik, orang tua, serta para ustaz dan ustazah yang selama ini memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Nismawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang berhasil menyelesaikan proses pendidikan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Lulusan MA’HAD diharapkan menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan penuh toleransi dalam kehidupan sosial. Menurutnya, peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

“Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.

Kegiatan wisuda tersebut dihadiri para santri, orang tua, ustaz, ustazah, serta sejumlah tamu undangan. Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri pada jenjang yang telah ditempuh.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik dan nonakademik, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi. Pemberian apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta wisuda, tenaga pendidik, keluarga santri, dan tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan baru para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun pengabdian di tengah masyarakat.

Secara historis, pendidikan berbasis pesantren dan lembaga keagamaan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia sejak masa sebelum kemerdekaan. Pesantren berperan besar dalam mencetak ulama, pemimpin masyarakat, hingga tokoh nasional yang berkontribusi dalam perjuangan bangsa dan pembangunan sosial.

Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa pesantren dan lembaga pendidikan Islam terus berkembang di berbagai daerah sebagai pusat pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Keberadaan lembaga tersebut dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

Dalam konteks global, lembaga pendidikan berbasis agama juga berkembang di berbagai negara, termasuk Malaysia, Turki, Mesir, dan sejumlah negara Timur Tengah. Banyak institusi pendidikan Islam modern mengintegrasikan pembelajaran agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menjawab tantangan era globalisasi.

baca juga:

  1. Sultra Jadi Titik Awal SE2026, BPS RI Kerahkan 2.600 Petugas
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios dan Konawe Bangun Kerja Sama Ketahanan Pangan

Wisuda Santri MA’HAD Umar Bin Khattab Tahun 2026 di Kendari menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta berkontribusi dalam pembangunan daerah, nasional, dan dunia internasional.(*)

baca berita lainnya:

HKN 2026 Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kesadaran ASN Provinsi Sultra

SULTRA, DURASITIMES.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memperkuat integritas, disiplin, dan semangat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Gubernur Sultra, Kendari, Rabu (17/6/2026). “HKN 2026 Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kesadaran ASN Provinsi Sultra,”

Referensi Geografis
HKN 2026 Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kesadaran ASN Provonsi Sultra
HKN 2026 Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kesadaran ASN Provonsi Sultra

Upacara yang diikuti ratusan ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara itu turut dihadiri Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretaris Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator, pengawas, pelaksana, hingga pejabat fungsional.

Dalam amanatnya, Hugua menekankan bahwa tantangan pemerintahan saat ini semakin kompleks, mulai dari pengendalian inflasi, peningkatan daya saing daerah, reformasi birokrasi, hingga penguatan akuntabilitas kinerja pemerintah.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya aparatur yang menjalankan roda pemerintahan.

“Di tengah berbagai tantangan, yang harus kita bangun adalah kebersamaan, kolaborasi, dan saling menjaga. Dengan itu, kita dapat menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan secara lebih efektif,” kata Hugua.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis pemerintah dalam memetakan kondisi ekonomi nasional dan daerah. Data yang akurat, menurutnya, menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Secara historis, Indonesia telah melaksanakan Sensus Ekonomi sebanyak empat kali, yakni pada 1986, 1996, 2006, dan 2016. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi agenda nasional untuk memperbarui basis data usaha dan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Di tingkat internasional, sensus ekonomi telah lama menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Statistics Division secara berkala mendorong negara-negara anggota melakukan sensus ekonomi guna menghasilkan data statistik yang terstandar dan dapat dibandingkan secara global.

Hugua menegaskan bahwa ASN juga harus memahami kedudukan pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Peran tersebut mencakup fungsi pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dan kota.

“Pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab memperkuat, mendorong, dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah demi mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh aparatur untuk tidak memandang tugas hanya sebagai rutinitas administratif, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Menurut Hugua, kesadaran sejati berbeda dengan sekadar pengetahuan. Kesadaran harus tertanam dalam diri setiap ASN sehingga menjadi fondasi dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

“Kesadaran harus hidup dalam diri setiap aparatur negara agar setiap kebijakan dan pelayanan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia pun mengajak ASN untuk menghayati nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Panca Prasetya KORPRI sebagai pedoman moral dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Secara historis, Hari Kesadaran Nasional diperingati setiap tanggal 17 sebagai momentum memperkuat nasionalisme dan disiplin aparatur negara. Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun sebagai sarana evaluasi sekaligus penguatan semangat pengabdian aparatur kepada bangsa dan negara.

Penguatan birokrasi yang profesional juga menjadi agenda global. Berbagai negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menempatkan integritas aparatur, transparansi, dan pelayanan publik sebagai indikator utama tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

baca juga:

  1. Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Gubernur Sultra ASR Pastikan Proyek Strategis Sesuai Aturan
  2. Harmoni Sultra 2026 Resmi Dibuka Gubernur ASR, Momentum Bangkitkan Ekonomi Daerah

Mengakhiri amanatnya, Hugua mengajak seluruh ASN menjadikan diri sebagai teladan bagi masyarakat melalui etos kerja yang tinggi dan pelayanan yang berkualitas.

“ASN harus mampu menunjukkan integritas, disiplin, dan dedikasi sehingga menjadi contoh bagi lingkungan kerja maupun masyarakat luas,” tutur Hugua.

Upacara Hari Kesadaran Nasional tahun ini tidak hanya menjadi agenda rutin pemerintahan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen ASN Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik di tengah dinamika pembangunan nasional dan global.(*)

 

Visited 7 times, 7 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *