
Mbappe Ukir 14 Gol di Piala Dunia, Bidik Takhta Pencetak Gol Terbanyak Miroslav Klose
DURASITIMES.COM – Kylian Mbappe semakin dekat mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah mencetak dua gol dalam kemenangan Prancis 3-1 atas Senegal di MetLife Stadium, Rabu (17/6/2026). Hasil tersebut membuat penyerang berusia 27 tahun itu kini hanya membutuhkan tiga gol lagi untuk melampaui rekor yang selama ini menjadi milik Miroslav Klose. “Mbappe Ukir 14 Gol di Piala Dunia, Bidik Takhta Pencetak Gol Terbanyak Miroslav Klose,”

Keberhasilan Mbappe menambah pundi-pundi gol menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Selain membawa Les Bleus mengamankan kemenangan penting, aksinya juga mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling produktif di panggung sepak bola internasional.
Meski demikian, laga tidak berjalan mudah bagi Mbappe. Ia sempat kesulitan menembus pertahanan Senegal pada babak pertama sebelum akhirnya menemukan ritme permainan setelah jeda turun minum.
Gol pertamanya lahir pada menit ke-66 melalui penyelesaian satu sentuhan yang memanfaatkan peluang di depan gawang. Tidak lama berselang, ia kembali mencetak gol lewat tendangan jarak jauh yang mengunci kemenangan Prancis dengan skor 3-1.
“Setiap kali mengenakan seragam tim nasional, target saya adalah membantu tim meraih kemenangan,” demikian kutipan yang mencerminkan semangat kompetitif Mbappe dalam setiap turnamen besar.
Tambahan dua gol tersebut membuat koleksi gol Mbappe di Piala Dunia meningkat menjadi 14 gol. Angka itu menyamai torehan Lionel Messi dan legenda Jerman Gerd Muller dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Sebelum edisi 2026 bergulir, Mbappe telah mengoleksi 12 gol sejak tampil pertama kali pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, ia menjadi sensasi dunia setelah membawa Prancis meraih gelar juara dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen.
Catatan historis menunjukkan bahwa pada Piala Dunia 2018, Mbappe mencetak gol ke gawang Peru di fase grup, memborong dua gol saat menghadapi Argentina di babak 16 besar, dan turut mencatatkan nama di papan skor pada final melawan Kroasia. Kontribusi tersebut membantu Prancis meraih gelar dunia kedua dalam sejarah mereka setelah sukses pertama pada 1998.
Empat tahun kemudian di Qatar 2022, ketajaman Mbappe kembali menjadi pembicaraan dunia. Ia mencetak tiga gol pada fase grup, menambah dua gol saat melawan Polandia di babak 16 besar, dan menorehkan hattrick pada final kontra Argentina meski Prancis akhirnya kalah melalui adu penalti.
“Turnamen besar selalu menghadirkan motivasi tambahan bagi saya,” menjadi gambaran sikap Mbappe yang berulang kali mampu tampil maksimal ketika membela negaranya di panggung dunia.
Secara historis, rekor pencetak gol terbanyak Piala Dunia masih dipegang Miroslav Klose dengan 16 gol. Klose melampaui rekor Ronaldo Nazario dari Brasil yang sebelumnya mengoleksi 15 gol. Kini, Mbappe memiliki peluang besar menjadi pemain pertama yang menembus catatan tersebut pada usia yang relatif muda.
Keberhasilan Mbappe juga menempatkannya sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia. Sebelum laga melawan Senegal, ia telah menyamai koleksi 12 gol milik Pele, sementara tambahan dua gol terbaru membuatnya terus merangkak naik dalam daftar elite pencetak gol Piala Dunia.
“Rekor memang dibuat untuk dipecahkan, tetapi yang terpenting adalah membawa tim melangkah sejauh mungkin,” menjadi kutipan yang selaras dengan ambisi banyak pemain besar dalam sejarah sepak bola internasional.
BACA JUGA:
- Arti Selebrasi Seruling Mbappe Terkuak Setelah Prancis Tekuk Senegal 3-1
- BB Labkesmas Makassar Perkuat Akurasi Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Baubau, Dua …
Dengan usia yang masih berada pada masa puncak karier dan peluang tampil di beberapa pertandingan berikutnya, jalan Mbappe menuju sejarah masih terbuka lebar. Jika mampu menambah tiga gol lagi pada Piala Dunia 2026, penyerang Prancis tersebut akan melampaui catatan Miroslav Klose dan mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia.
BACA BERITA LAINNYA:
Thomas Partey Gagal Masuk Kanada, Ghana Kehilangan Pilar di Piala Dunia
DURASITIMES.COM – Tim nasional Ghana dipastikan kehilangan salah satu pemain paling berpengalaman pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 setelah gelandang Thomas Partey tidak memperoleh izin memasuki Kanada. Putusan tersebut membuat skuad berjuluk Black Stars harus menghadapi Panama tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung lini tengah mereka. “Thomas Partey Gagal Masuk Kanada, Ghana Kehilangan Pilar di Piala Dunia,”

Kepastian absennya Partey muncul setelah Pengadilan Federal di Toronto menolak permohonan banding darurat yang diajukan pihak pemain. Hakim Roger Lafreniere menyatakan tidak terdapat alasan hukum yang cukup untuk memberikan pengecualian terhadap ketentuan imigrasi Kanada sehingga permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan.
Dengan keputusan itu, Partey masih berada di Amerika Serikat dan belum dapat bergabung bersama rekan-rekannya di Kanada. Pemain berusia 32 tahun tersebut baru berpeluang tampil ketika Ghana menghadapi Inggris pada pertandingan kedua fase grup yang dijadwalkan berlangsung di Foxborough pada 23 Juni 2026.
Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, mengakui absennya Partey menjadi tantangan tersendiri, tetapi menegaskan timnya tetap harus fokus menghadapi pertandingan. “Tugas saya adalah memainkan kartu yang ada di tangan saya,” ujarnya kepada awak media menjelang laga.
Persoalan bermula dari proses pengajuan visa yang dilakukan sang pemain. Dalam dokumen yang diserahkan kepada otoritas Kanada, Partey disebut menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menghadapi dakwaan pidana di negara mana pun.
Namun, berdasarkan informasi yang menjadi pertimbangan pihak berwenang, terdapat ketidaksesuaian antara pernyataan tersebut dengan catatan hukum yang tersedia. Kondisi itulah yang kemudian menjadi alasan utama penolakan izin masuk ke wilayah Kanada.
Pihak Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) menegaskan bahwa setiap permohonan akan diproses secara individual sesuai fakta dan ketentuan hukum yang berlaku. “Setiap orang yang ingin datang ke Kanada akan dinilai secara individual berdasarkan fakta yang tersedia dan hukum yang berlaku, dengan keselamatan serta keamanan warga Kanada sebagai prioritas utama,” demikian bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut.
Menurut informasi yang beredar, Partey saat ini masih menghadapi proses hukum di Inggris atas sejumlah dakwaan pidana, termasuk tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual. Meski telah menyatakan tidak bersalah dalam persidangan sebelumnya, status hukum tersebut tetap menjadi bagian dari evaluasi dalam proses pemeriksaan imigrasi.
Secara historis, negara-negara tuan rumah ajang olahraga internasional tetap memiliki kewenangan penuh dalam menerapkan aturan imigrasi nasional. Dalam berbagai edisi kompetisi dunia sebelumnya, sejumlah atlet dan ofisial juga pernah mengalami kendala administrasi perjalanan akibat persoalan visa maupun persyaratan hukum domestik yang tidak dapat dikesampingkan.
Bagi Ghana, kehilangan Partey menjadi pukulan signifikan mengingat pengalamannya di level internasional sangat dibutuhkan. Sejak menjalani debut bersama tim nasional senior, ia telah tampil dalam berbagai turnamen besar dan menjadi salah satu figur penting dalam upaya menjaga keseimbangan permainan di sektor tengah.
Dari sisi performa tim, Black Stars memang tengah berada dalam periode yang kurang meyakinkan. Dalam tujuh pertandingan terakhir di berbagai kompetisi, Ghana dikabarkan menelan enam kekalahan sehingga laga melawan Panama memiliki arti penting sebagai momentum kebangkitan sebelum menghadapi Inggris dan Kroasia.
Kondisi tersebut membuat pemain seperti Mohammed Kudus, Jordan Ayew, dan Antoine Semenyo diperkirakan akan memikul tanggung jawab lebih besar. Kehadiran mereka diharapkan mampu menutup kekosongan yang ditinggalkan Partey sekaligus menjaga peluang Ghana bersaing di Grup L.
baca juga:
- Haaland Antar Norwegia Bungkam Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
- Dishub Baubau Perketat Pengawasan Parkir, Tata Ulang Parkir Tepi Jalan dan kawasan …
Di tengah situasi sulit itu, dukungan suporter terus mengalir kepada skuad Black Stars. Ratusan penggemar dilaporkan berkumpul di luar hotel tim di Toronto menjelang pertandingan sebagai bentuk motivasi bagi para pemain yang akan memulai perjalanan di Piala Dunia tanpa salah satu pemimpin mereka di lapangan.
Sejarah sepak bola Ghana menunjukkan bahwa negara tersebut beberapa kali mampu bangkit dari situasi yang tidak menguntungkan. Pencapaian menembus perempat final Piala Dunia 2010 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah sepak bola Afrika dan menjadi pengingat bahwa Black Stars memiliki tradisi menghadirkan kejutan di panggung dunia. “Kami harus tetap fokus pada pertandingan dan memaksimalkan pemain yang tersedia,” menjadi pesan yang mencerminkan sikap optimistis kubu Ghana menghadapi tantangan tersebut.(*)
