
Messi Bugar dan Pulih Total, Argentina Siap Awali Misi Pertahankan Gelar
DURASITIMES.COM – Timnas Argentina memperoleh suntikan moral besar menjelang laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 setelah kapten sekaligus megabintang mereka, Lionel Messi, dipastikan berada dalam kondisi bugar dan siap tampil menghadapi Aljazair di Kansas City Stadium, Rabu (17/6/2026). Kepastian ini menjadi kabar positif bagi juara bertahan yang mengusung target mempertahankan gelar dunia. “Messi Bugar dan Pulih Total, Argentina Siap Awali Misi Pertahankan Gelar,”

Laporan media Argentina, TyC Sports, menyebutkan Messi telah pulih sepenuhnya dari masalah kebugaran yang sempat mengganggu persiapannya menjelang turnamen. Penyerang Inter Miami tersebut juga telah mengikuti latihan penuh bersama skuad asuhan Lionel Scaloni dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, Scaloni belum memastikan apakah kapten La Albiceleste itu akan dimainkan sejak menit awal atau diturunkan dari bangku cadangan. Keputusan tersebut diambil untuk meminimalkan risiko cedera mengingat peran vital Messi sepanjang turnamen.
“Kami akan memantau kondisinya hingga menjelang pertandingan. Yang terpenting adalah menjaga Messi tetap bugar sepanjang Piala Dunia,” demikian laporan yang mengutip pertimbangan staf pelatih Argentina.
Argentina memulai Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan setelah merebut gelar ketiga mereka pada edisi 2022 di Qatar. Saat itu, Messi sukses membawa negaranya menundukkan Prancis melalui adu penalti dan meraih trofi Piala Dunia pertama sepanjang kariernya. Secara historis, Argentina telah menjadi juara dunia pada 1978, 1986, dan 2022, menjadikan mereka salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Secara individu, Messi juga mengukir sejarah sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang masa. Kehadirannya di Piala Dunia 2026 dipandang sebagai kesempatan untuk menambah catatan prestasi internasional yang telah ia raih selama lebih dari dua dekade berkarier.
baca juga:
- Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair
- Peringati Hari Lahir Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat, ASN BPS Buton Selatan Teguhkan Komitmen …
“Messi sudah berlatih normal bersama tim dan kondisinya sangat baik,” tulis TyC Sports dalam laporannya. Sementara itu, Scaloni disebut tetap berhati-hati agar sang kapten dapat tampil optimal hingga fase gugur.
Apabila Messi tidak dimainkan penuh, Argentina masih memiliki sejumlah opsi di lini depan. Nama-nama seperti Lautaro Martinez, Giuliano Simeone, dan Nicolas Gonzalez diproyeksikan mendampingi Julian Alvarez dalam skema serangan Albiceleste. “Kami memiliki skuad yang kompetitif dan siap menghadapi berbagai situasi,” demikian keyakinan yang berkembang di kubu Argentina menjelang laga pembuka.
Pertandingan melawan Aljazair menjadi langkah awal Argentina dalam mempertahankan supremasi sepak bola dunia. Kemenangan di laga pembuka akan menjadi modal penting bagi Albiceleste untuk melanjutkan tradisi positif juara bertahan di panggung Piala Dunia.(*)
baca berita lainnya:
Baru Pulih dari Cedera, Bukayo Saka Optimistis Perkuat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia
DURASITIMES.COM – Tim nasional Inggris mendapat kabar positif menjelang laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 setelah winger andalannya, Bukayo Saka, menyatakan siap tampil menghadapi Kroasia. Meski baru pulih dari masalah kebugaran, pemain Arsenal itu menegaskan kondisinya kini jauh lebih baik dibanding beberapa bulan lalu. “Baru Pulih dari Cedera, Bukayo Saka Optimistis Perkuat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia,”

Pertandingan Inggris melawan Kroasia dijadwalkan berlangsung di Dallas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Laga tersebut menjadi ujian awal bagi skuad asuhan Thomas Tuchel dalam upaya membuka turnamen dengan hasil maksimal.
Kehadiran Saka menjadi perhatian karena pemain berusia 24 tahun itu menjalani musim yang berat bersama Arsenal. Ia sempat bermain dengan gangguan tendon Achilles saat membantu klub London tersebut meraih gelar Liga Inggris dan finis sebagai runner-up Liga Champions musim 2025/2026.
Meski belum sepenuhnya pulih, Saka memilih tetap mengambil risiko untuk membela negaranya. Baginya, pemain profesional dituntut memberikan performa terbaik terlepas dari kondisi yang dihadapi.
“Saya merasa lebih baik dibanding beberapa bulan terakhir. Saya siap bermain,” ujar Saka.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel sebelumnya mengungkapkan bahwa Saka kemungkinan belum siap tampil selama 90 menit penuh. Namun, keberadaan sang winger tetap dianggap penting mengingat kontribusinya yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir bersama The Three Lions.
Pada laga uji coba menghadapi Kosta Rika, Saka hanya bermain sejak menit ke-63. Keputusan itu diambil sebagai bagian dari proses pemulihan dan pengelolaan kondisi fisiknya menjelang turnamen utama.
Saka mengakui perjalanan pemulihannya tidak lepas dari dukungan tim medis Arsenal dan tim nasional Inggris. Ia menilai penanganan yang diterimanya sejak Maret lalu sangat membantu proses kembali ke lapangan.
“Sejak Maret, Mikel Arteta, tim medis Arsenal, dan tim medis Inggris membantu saya dengan luar biasa,” kata Saka.
Pemain kelahiran London tersebut memahami bahwa tampil di turnamen besar dalam kondisi belum ideal mengandung risiko besar. Namun, ia memilih menerima tantangan tersebut karena tuntutan sepak bola elite selalu menempatkan hasil sebagai prioritas.
“Pada akhirnya, orang-orang berharap Anda memberikan hasil dan tampil baik. Saya senang mengambil risiko itu,” ucapnya.
Secara historis, Inggris memiliki tradisi kuat di Piala Dunia meski baru sekali meraih gelar juara, yakni pada edisi 1966 saat menjadi tuan rumah. Setelah itu, pencapaian terbaik mereka adalah finis di peringkat keempat pada 1990 dan 2018 serta menjadi perempat finalis pada 2022.
Di sisi lain, Kroasia dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa dalam dua dekade terakhir. Negara Balkan tersebut mencatat sejarah dengan menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan finis di posisi ketiga pada edisi 2022 di Qatar.
Bagi Inggris, turnamen 2026 juga menjadi era baru di bawah kepemimpinan Thomas Tuchel yang ditunjuk untuk membawa generasi emas Inggris meraih prestasi internasional. Kehadiran pemain seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Phil Foden, dan Bukayo Saka diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang gelar dunia.
Secara individu, Saka telah berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh bagi Inggris sejak tampil impresif pada Piala Eropa 2020 dan Piala Dunia 2022. Pengalamannya di level internasional membuat perannya sulit tergantikan di sektor sayap.
Meski Inggris memiliki sejumlah alternatif pemain menyerang, kesiapan Saka menjadi suntikan moral penting menjelang duel melawan Kroasia. Jika diturunkan, ia berpeluang menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.
baca juga:
- Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G
- Tabungan Kurban Personel Brimob Hasilkan 28 Ekor Sapi, Daging Dibagikan ke Masyarakat
“Risiko itu menurut saya membuahkan hasil. Saya akan terus melakukannya,” tegas Saka.
Pertandingan pembuka Grup L ini tidak hanya menentukan langkah awal kedua tim di Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi Saka bahwa dirinya telah pulih dan siap kembali memimpin lini serang Inggris dalam perburuan gelar dunia kedua sepanjang sejarah negara tersebut.(*)
