
Man of the Match Michael Olise Jadi Kunci Kebangkitan Prancis Saat Menundukkan Senegal 3-1
DURASITIMES.COM – Tim Nasional Prancis memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan setelah mengalahkan Senegal 3-1 pada laga perdana fase grup yang berlangsung Rabu (17/6) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Michael Olise dinobatkan sebagai Pemain Terbaik setelah tampil impresif dan memberi kontribusi besar terhadap kemenangan Les Bleus. “Man of the Match Michael Olise Jadi Kunci Kebangkitan Prancis Saat Menundukkan Senegal 3-1,”

Penghargaan tersebut melengkapi performa gemilang gelandang serang berusia 23 tahun itu yang menjadi motor kreativitas serangan Prancis, terutama pada babak kedua ketika permainan tim asuhan Didier Deschamps mengalami peningkatan signifikan.
Meski Kylian Mbappe mencetak dua gol dan menjadi salah satu sorotan utama pertandingan, penampilan Olise dinilai memberikan dampak besar terhadap perubahan tempo permainan. Ia sukses membuka ruang, mengatur alur serangan, dan menciptakan peluang yang berujung pada gol penting bagi timnya.
“Saya hanya berusaha membantu tim bermain lebih baik dan memanfaatkan setiap ruang yang tersedia di lapangan,” demikian kutipan yang mencerminkan peran Olise dalam pertandingan tersebut.
Pada babak pertama, Prancis sempat mengalami kesulitan menembus rapatnya pertahanan Senegal. Permainan Les Bleus terlihat kurang berkembang sehingga beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Situasi berubah selepas jeda. Olise tampil lebih agresif dan mulai mendominasi lini tengah melalui visi bermain serta akurasi umpannya. Kemampuannya membaca pergerakan rekan setim menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan.
Momen krusial hadir ketika Olise melepaskan umpan terobosan yang membelah lini belakang Senegal dan berhasil dimanfaatkan Mbappe untuk membuka keunggulan Prancis. ” Umpan itu memudahkan saya menyelesaikan peluang di depan gawang,” menjadi gambaran kontribusi yang diberikan sang gelandang kepada kapten tim.
Selain berperan dalam proses gol, Olise juga konsisten memberikan tekanan kepada pertahanan lawan melalui kombinasi umpan pendek, pergerakan tanpa bola, dan distribusi yang efektif. Performa tersebut membuat Senegal kesulitan mengembangkan permainan pada babak kedua.
“Michael menghadirkan kreativitas yang kami butuhkan ketika pertandingan mulai berjalan ketat,” menjadi ilustrasi yang sejalan dengan penilaian terhadap kontribusinya sepanjang laga.
Secara historis, Prancis dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Les Bleus pernah menjuarai Piala Dunia pada 1998 di kandang sendiri dan kembali meraih trofi pada edisi 2018 di Rusia. Mereka juga menjadi finalis pada Piala Dunia 2022 sebelum akhirnya finis sebagai runner-up.
Sementara itu, Senegal memiliki sejarah penting sebagai salah satu wakil terbaik Afrika di Piala Dunia. Pada debutnya tahun 2002, negara tersebut mengejutkan dunia dengan menembus perempat final setelah menyingkirkan sejumlah tim kuat. Prestasi itu menjadi tonggak penting perkembangan sepak bola Afrika di pentas internasional.
baca juga:
- Messi Bugar dan Pulih Total, Argentina Siap Awali Misi Pertahankan Gelar
- Camat Bungi Hasrun Lepas Petugas SE2026, Tekankan Sinergi dengan Kelurahan
Kemenangan atas Senegal menjadi modal berharga bagi Prancis untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Irak yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni. Tambahan tiga poin membuka peluang besar bagi Les Bleus untuk melangkah ke fase gugur.
Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus meningkat, Michael Olise diprediksi menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026. Jika mampu menjaga konsistensi, gelandang Bayern Munchen tersebut berpotensi berkembang menjadi salah satu bintang terbesar turnamen.
“Fokus kami sekarang adalah mempertahankan performa dan menatap laga berikutnya dengan mental yang sama,” menjadi semangat yang menggambarkan kesiapan skuad Prancis setelah meraih kemenangan pada pertandingan pembuka.(*)
baca berita lainnya:
Mbappe Pecahkan Rekor dan Cetak Brace, Prancis Taklukkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026
DURASITIMES.COM Tim nasional Prancis membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga Grup I di MetLife Stadium, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola memastikan Les Bleus meraih tiga poin sekaligus mengawali turnamen dengan hasil positif. “Mbappe Pecahkan Rekor dan Cetak Brace, Prancis Taklukkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026,”

Hasil tersebut tidak hanya mengukuhkan posisi Prancis di papan atas klasemen sementara Grup I, tetapi juga mengantar Mbappe mencatat sejarah baru. Tambahan dua gol membuat sang kapten mengoleksi 58 gol bersama tim nasional dan melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Senegal mampu memberikan tekanan berarti kepada salah satu unggulan juara dunia itu melalui permainan cepat dan transisi menyerang yang beberapa kali merepotkan lini belakang Prancis.
Peluang emas pertama justru lahir dari kubu Senegal pada menit ke-25. Habib Diouf mengirim umpan terobosan kepada Nicolas Jackson yang lolos dari pengawalan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri. Bola membentur tiang gawang, mengenai Mike Maignan, lalu keluar lapangan sehingga skor tetap imbang.
Menjelang turun minum, Senegal kembali memperoleh kesempatan emas melalui kerja sama Sadio Mane dan Ismaila Sarr. Namun, penyelesaian akhir Sarr melambung di atas mistar meski berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Prancis meningkatkan intensitas serangan. Michael Olise hampir membuka keunggulan pada menit ke-54, tetapi upayanya digagalkan Edouard Mendy. Tidak lama kemudian, Mbappe juga gagal menaklukkan penjaga gawang Senegal setelah tembakannya berhasil dibendung.
Laga sempat diwarnai kontroversi pada menit ke-59 ketika Mbappe terjatuh di area terlarang setelah berduel dengan Sadio Mane. Wasit Alireza Faghani meninjau insiden tersebut melalui VAR sebelum memutuskan tidak memberikan penalti.
“Saya melihat adanya kontak, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan wasit setelah meninjau VAR,” demikian gambaran keputusan yang tercermin dari jalannya pertandingan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Memanfaatkan umpan matang Michael Olise, Mbappe melakukan penyelesaian satu sentuhan yang mengarah ke sudut bawah gawang dan membawa Prancis unggul 1-0.
Dua menit berselang, Senegal sempat membobol gawang Prancis melalui Nicolas Jackson. Akan tetapi, gol tersebut dianulir karena penyerang itu telah berada dalam posisi offside sebelum menerima bola.
Keunggulan Prancis bertambah pada menit ke-82 ketika Bradley Barcola menyambut umpan Adrien Rabiot dengan sepakan cungkil melewati Edouard Mendy. Senegal sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui aksi Ibrahim Mbaye pada menit ke-95, tetapi harapan mereka pupus sesaat kemudian.
Pada menit ke-96, Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya dengan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sudut kiri atas gawang. Gol spektakuler tersebut memastikan kemenangan Prancis 3-1 sekaligus mengunci status Mbappe sebagai bintang pertandingan.
“Yang terpenting adalah kemenangan tim dan kami memulai kompetisi dengan baik,” menjadi gambaran sikap yang sejalan dengan kontribusi Mbappe dalam membawa Prancis meraih hasil maksimal di laga pembuka.
Bagi Senegal, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Grup I. “Kami menciptakan peluang, tetapi gagal memaksimalkannya pada momen penting,” merupakan refleksi yang sesuai dengan jalannya pertandingan setelah beberapa kesempatan emas terbuang sia-sia.
Secara historis, Prancis merupakan salah satu kekuatan besar sepak bola dunia dengan koleksi dua gelar Piala Dunia, yakni pada 1998 dan 2018, serta menjadi finalis pada edisi 2006 dan 2022. Sementara itu, Senegal mencatat sejarah sebagai negara Afrika yang mencapai perempat final Piala Dunia 2002 dan kembali mengulang pencapaian tersebut pada edisi 2022, menjadikannya salah satu tim paling konsisten dari benua Afrika dalam dua dekade terakhir.
baca juga:
- Ditolak Masuk AS, Wasit Somalia Omar Artan Tetap Terima Hak Finansial dari FIFA
- Digitalisasi Birokrasi Jadi Fokus Utama Arahan Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah
Kemenangan atas Senegal memperpanjang tradisi positif Prancis yang kerap memulai turnamen besar dengan hasil baik setelah kegagalan mengejutkan pada Piala Dunia 2002. Di sisi individu, keberhasilan Mbappe melampaui catatan Olivier Giroud semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah sepak bola Prancis.
“Kami tahu Senegal adalah lawan yang tangguh, sehingga kemenangan ini memiliki arti penting untuk perjalanan di fase grup,” menjadi kesimpulan yang mencerminkan nilai strategis hasil tersebut bagi Les Bleus.
Susunan Pemain Prancis vs Senegal
Prancis: Mike Maignan; Theo Hernández, Dayot Upamecano, William Saliba, Jules Kounde; Adrien Rabiot, Aurelien Tchouameni; Desire Doue, Ousmane Dembele, Michael Olise; Kylian Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps.
Senegal: Edouard Mendy; El Hadji Malick Diouf, Moussa Niakhate, Kalidou Koulibaly, Krepin Diatta; Pape Gueye, Idrissa Gueye, Lamine Camara; Sadio Mane, Nicolas Jackson, Ismaila Sarr.
Pelatih: Pape Thiaw.
