
Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair
DURASITIMES.COM – Tim nasional Argentina memulai langkah mempertahankan gelar juara dunia dengan menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia di Kansas City. Sorotan utama pertandingan ini tertuju kepada Lionel Messi yang berpeluang menciptakan sejarah sebagai pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. “Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair,”

Bagi Messi, turnamen kali ini bukan sekadar upaya membawa Argentina kembali berjaya, melainkan juga kesempatan memperpanjang daftar pencapaian individu yang telah menjadikannya salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Penyerang berusia 38 tahun itu diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya. Pekan depan, Messi genap berusia 39 tahun, sehingga peluang tampil pada edisi berikutnya dinilai sangat kecil.
Selain mengincar rekor penampilan, kapten Argentina itu juga membidik rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Saat ini, Messi hanya membutuhkan empat gol lagi untuk melampaui torehan 16 gol milik legenda Jerman, Miroslav Klose.
Rekor Klose sendiri tercipta dalam empat edisi Piala Dunia sejak 2002 hingga 2014. Sementara itu, Messi telah tampil sejak Piala Dunia 2006 dan terus mempertahankan level kompetitifnya selama dua dekade di panggung internasional.
Keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Gelar itu mengakhiri penantian selama 36 tahun sejak Argentina terakhir kali mengangkat trofi dunia pada 1986 saat dipimpin Diego Maradona.
Pada final Piala Dunia 2022 melawan Prancis, Messi tampil gemilang dengan mencetak dua gol dan membantu Argentina menang melalui adu penalti. Sepanjang turnamen tersebut, ia membukukan tujuh gol dan menjadi pemain pertama yang meraih penghargaan Golden Ball Piala Dunia sebanyak dua kali setelah sebelumnya meraihnya pada 2014.
“Menjadi juara dunia adalah impian yang selalu saya kejar sepanjang karier,” kata Messi usai membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.
Setelah meninggalkan sepak bola Eropa, Messi melanjutkan karier bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS). Bersama klub Amerika Serikat itu, ia berhasil meraih penghargaan MVP liga dan membawa timnya meraih gelar domestik.
Meski sempat mengalami cedera hamstring kiri menjelang turnamen, kondisi Messi dilaporkan telah pulih. Ia bahkan mencetak gol saat tampil sebagai pemain pengganti dalam laga uji coba melawan Islandia.
Pelatih Lionel Scaloni diperkirakan tetap mengandalkan fondasi skuad juara dunia 2022. Lautaro Martinez berpeluang memainkan peran lebih besar di lini depan, sedangkan Emiliano Martinez tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.
“Messi selalu memberi kami sesuatu yang berbeda. Kehadirannya membuat tim lebih kuat,” ujar Scaloni dalam berbagai kesempatan mengenai kapten timnya.
Di sisi lain, Aljazair datang dengan ambisi besar menciptakan kejutan. Mereka berharap mengulang skenario Arab Saudi yang secara mengejutkan menaklukkan Argentina 2-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2022 di Qatar.
Penyerang Mohamed Amoura menjadi andalan utama Aljazair setelah mencetak 10 gol pada babak kualifikasi zona Afrika. Selain itu, gelandang muda Bayer Leverkusen, Ibrahim Maza, diyakini menjadi salah satu motor serangan tim berjuluk The Desert Foxes tersebut.
“Kami harus menjalani Piala Dunia yang bagus, dan pertandingan pertama melawan Argentina akan sangat penting,” kata Ibrahim Maza menjelang pertandingan.
Ia menegaskan timnya tidak gentar menghadapi sang juara bertahan. “Mereka akan banyak memancing, tetapi kami harus tetap tenang, memberikan segalanya, bermain cerdas dan melihat apa yang terjadi. Kami akan mengalahkan Messi, insya Allah,” ujarnya.
baca juga:
- Arab Saudi Buktikan Daya Saing dengan Tahan Uruguay 1-1, Persaingan Grup H Piala Dunia Memanas
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan SMPN 1 Batauga Ajak …
Secara historis, Argentina merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan tiga gelar Piala Dunia pada 1978, 1986, dan 2022. Sementara Aljazair pernah mencatat sejarah pada Piala Dunia 1982 ketika mengalahkan Jerman Barat 2-1, hasil yang dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.
Pertandingan di Kansas City ini bukan sekadar laga pembuka Grup J, tetapi juga panggung bagi Messi untuk kembali menorehkan sejarah baru. Jika mampu membawa Argentina melangkah jauh, nama Messi berpotensi semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. (*)
baca berita lainnya:
Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G
DURASITIMES.COM– Tim nasional Iran menunjukkan daya juang tinggi dengan bangkit dua kali untuk memaksakan hasil imbang 2-2 atas Selandia Baru pada pertandingan pertama Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6/2026). Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin pada awal persaingan fase grup. “Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G,”

Bagi Iran, satu angka ini menjadi modal penting dalam upaya melaju ke babak gugur. Sementara itu, Selandia Baru juga menjaga peluang mereka untuk menciptakan kejutan sebagai wakil Oseania pada turnamen edisi kali ini.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan kedua tim menampilkan efektivitas serangan. Empat gol tercipta melalui dua gol Elijah Just untuk Selandia Baru serta gol balasan dari Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi bagi Iran.
Iran sebenarnya memulai babak kedua dengan agresif. Mehdi Ghaedi dan Shahriyar Moghanlou sempat memperoleh peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Alih-alih menambah keunggulan, Iran justru kembali dikejutkan Selandia Baru pada menit ke-54. Berawal dari kerja sama apik Chris Wood, Elijah Just mencetak gol keduanya dalam laga ini setelah sukses menaklukkan Alireza Beiranvand.
“Kami terus percaya hingga menit akhir dan hasilnya kami bisa bangkit dua kali,” demikian gambaran perjuangan Iran sepanjang pertandingan yang berlangsung ketat.
Tertinggal untuk kedua kalinya membuat Tim Melli meningkatkan tekanan ke area pertahanan lawan. Upaya tanpa henti itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 melalui sundulan Mohammad Mohebi.
Memanfaatkan umpan silang Ramin Rezaeian, Mohebi mengarahkan bola ke sudut gawang. Bola sempat membentur tiang sebelum masuk dan mengubah skor menjadi 2-2.
Pada menit-menit akhir laga, Iran nyaris membalikkan keadaan. Saeid Ezatolahi melepaskan tembakan jarak jauh, tetapi kiper Max Crocombe masih mampu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang.
Sebelumnya, Selandia Baru membuka keunggulan cepat saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Chris Wood mengirim umpan matang yang diselesaikan Elijah Just dengan tembakan keras ke atap gawang Iran.
Gol cepat tersebut membuat Selandia Baru semakin percaya diri. Namun, Iran perlahan menemukan ritme permainan dan mulai menguasai jalannya pertandingan.
Peluang emas diperoleh Mehdi Taremi pada menit ke-23, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang. Tekanan Iran akhirnya terbayar pada menit ke-32 saat Ramin Rezaeian memanfaatkan bola liar di kotak penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
“Kami tahu Iran memiliki kualitas dan mereka menunjukkan karakter kuat saat tertinggal,” seolah menjadi cerminan jalannya pertandingan yang berlangsung sengit hingga akhir.
Menjelang turun minum, Iran sempat membalikkan keadaan melalui Ali Nemati. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah pemeriksaan menunjukkan posisi offside sehingga skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Secara historis, Iran merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Asia. Tim Melli telah beberapa kali tampil di Piala Dunia dan secara rutin bersaing di level tertinggi Asia. Pada Piala Dunia 2022, Iran mencatat kemenangan bersejarah atas Wales sebelum gagal melangkah ke fase gugur.
Di sisi lain, Selandia Baru memiliki sejarah unik di Piala Dunia. Pada edisi 2010 di Afrika Selatan, mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sepanjang fase grup setelah menahan imbang Slovakia, Italia, dan Paraguay, meski gagal lolos ke babak berikutnya.
Secara internasional, hasil imbang pada laga pembuka sering kali menjadi fondasi penting bagi tim yang ingin melaju jauh di Piala Dunia. Banyak tim besar memulai turnamen dengan hasil seri sebelum akhirnya mencapai fase gugur, termasuk Italia pada beberapa edisi sebelumnya.
baca juga:
- Lukaku Selamatkan Belgia, Mesir Gagal Ukir Kemenangan Bersejarah, Skor Imbang 1-1
- Peringati Hari Lahir Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat, ASN BPS Buton Selatan Teguhkan Komitmen
“Kami harus memaksimalkan peluang pada laga berikutnya,” menjadi pesan penting bagi kedua tim yang kini masih memiliki kesempatan besar untuk lolos dari Grup G.
Hasil imbang ini memastikan persaingan Grup G tetap terbuka. Iran dan Selandia Baru sama-sama menjaga asa untuk melangkah ke babak selanjutnya, sementara pertandingan berikutnya akan sangat menentukan nasib kedua negara di Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain
Iran (4-4-2): Alireza Beiranvand; Milad Mohammadi, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Ramin Rezaeian; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Arya Yousefi; Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanloo.
Pelatih: Amir Ghalenoei
Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe; Liberato Cacace, Michael Boxall, Finn Surman, Tim Payne; Marko Stamenic, Joe Bell; Elijah Just, Sarpreet Singh, Callum McCowatt; Chris Wood.
Pelatih: Darren Bazeley
