
Lukaku Selamatkan Belgia, Mesir Gagal Ukir Kemenangan Bersejarah, Skor Imbang 1-1
DURASITIMES.COM- Belgia terhindar dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 melawan Mesir dalam laga Piala Dunia setelah Romelu Lukaku memberi dampak instan hanya 23 detik usai masuk sebagai pemain pengganti. Hasil pertandingan tersebut sekaligus membuat Mesir kembali menunda kemenangan pertamanya di ajang Piala Dunia, 92 tahun setelah debut mereka pada edisi 1934. “Lukaku Selamatkan Belgia, Mesir Gagal Ukir Kemenangan Bersejarah, Skor Imbang 1-1,”

Masuk pada menit ke-66, Lukaku langsung mengubah jalannya pertandingan. Penyerang berusia 33 tahun itu menyambut umpan silang rendah Thomas Meunier dan menciptakan kepanikan di lini belakang Mesir yang berujung gol bunuh diri Mohamed Hany. “Kehadiran Lukaku memberi dimensi berbeda bagi serangan Belgia,” demikian gambaran situasi yang terlihat sepanjang laga.
Sebelum gol penyeimbang tercipta, Mesir tampil disiplin dan efektif menghadapi dominasi penguasaan bola Belgia. Tim asal Afrika itu membuka keunggulan pada menit ke-19 melalui tembakan rendah Emam Ashour dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi penjaga gawang Belgia.
Belgia sebenarnya menguasai jalannya pertandingan, tetapi kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Mesir. Kevin De Bruyne memperoleh sejumlah peluang, termasuk satu tembakan yang membentur tiang gawang. “Kami terus menekan, tetapi sulit menemukan ruang di kotak penalti lawan,” menjadi gambaran performa Belgia dalam laga tersebut.
Pelatih Rudi Garcia sejak awal menempatkan Charles De Ketelaere sebagai penyerang tengah. Namun, strategi itu belum berjalan efektif karena pemain berusia 25 tahun tersebut lebih sering berperan sebagai penghubung permainan ketimbang target man di depan gawang. Tercatat, De Ketelaere hanya empat kali menyentuh bola di area penalti Mesir.
Secara historis, Belgia merupakan salah satu kekuatan sepak bola Eropa dengan raihan peringkat ketiga Piala Dunia 2018 di Rusia, pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka. Sementara itu, Mesir merupakan negara Afrika pertama yang tampil di Piala Dunia ketika berlaga pada edisi 1934 di Italia, menjadikannya pelopor sepak bola Afrika di panggung dunia.
Cedera memang sempat membatasi penampilan Lukaku dalam beberapa musim terakhir. Namun, statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belgia kembali terbukti penting. “Pengalaman pemain senior masih menjadi aset besar bagi Belgia,” terlihat dari dampak langsung yang diberikannya dalam laga ini.
baca juga:
- Debutan Tanjung Verde Kejutkan Spanyol, Laga Berakhir Tanpa Gol
- Ny Siti Norma Adios Kukuhkan Pengurus Baru BKMT Buton Selatan di Kecamatan Kadatua dan Batauga …
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang tersebut menjaga peluang Belgia untuk melangkah lebih jauh di turnamen. Di sisi lain, Mesir kembali menunjukkan perkembangan signifikan sebagai salah satu kekuatan tradisional Afrika yang pernah tujuh kali menjuarai Piala Afrika, terbanyak di benua tersebut.
Pertandingan ini sekaligus memperlihatkan tantangan regenerasi yang tengah dihadapi Belgia. Generasi emas yang dihuni pemain seperti De Bruyne dan Lukaku perlahan memasuki fase akhir karier internasional, sementara generasi baru masih berupaya membangun identitas untuk mempertahankan daya saing Setan Merah di level dunia.(*)
baca berita lainnya:
Argentina Diunggulkan Tekuk Aljazair pada Laga Perdana Grup J, Prediksi Skor 2-0 Untuk Albiceleste
DURASITIMES.COM –Tim Nasional Argentina difavoritkan meraih kemenangan saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini menjadi sorotan dunia karena berpotensi menjadi salah satu turnamen besar terakhir bagi kapten Argentina, Lionel Messi. “Argentina Diunggulkan Tekuk Aljazair pada Laga Perdana Grup J, Prediksi Skor 2-0 Untuk Albiceleste,”

Argentina datang dengan modal impresif setelah menutup kualifikasi zona Amerika Selatan sebagai pemuncak klasemen. Dalam lima pertandingan terakhir, skuad asuhan Lionel Scaloni mencatat lima kemenangan, termasuk mengalahkan Islandia 3-0 dan Zambia 5-0, serta hanya kebobolan satu gol. “Kami harus memulai turnamen dengan intensitas tinggi dan tetap fokus sejak menit pertama,” ujar Scaloni mengenai pentingnya laga pembuka.
Secara historis, Argentina merupakan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia dengan tiga gelar Piala Dunia pada 1978, 1986, dan 2022. Sementara itu, Aljazair memiliki sejarah tersendiri setelah mencatat kejutan besar pada Piala Dunia 1982 ketika mengalahkan Jerman Barat 2-1, salah satu hasil paling bersejarah dalam turnamen tersebut.
Rekor juga berpihak kepada Albiceleste ketika menghadapi wakil Afrika. Sejak kalah dari Kamerun pada Piala Dunia 1990, Argentina selalu menang dalam enam laga berikutnya melawan tim asal Afrika di ajang Piala Dunia. Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan Argentina unggul tipis dengan empat kemenangan berbanding tiga milik Aljazair.
Meski diunggulkan, Argentina tetap menghadapi tantangan terkait komposisi pemain. Nicolas Tagliafico dipastikan absen akibat cedera betis, sedangkan Emiliano Martinez, Leandro Paredes, dan Nico Gonzalez telah pulih dan siap tampil. “Kondisi skuad semakin membaik dan kami siap menghadapi pertandingan pertama,” kata salah seorang staf tim Argentina.
Di kubu Aljazair, pelatih Vladimir Petkovic membawa tim yang tampil konsisten sepanjang kualifikasi Afrika. Kemenangan atas Belanda 1-0 dan Bolivia 4-0 dalam laga uji coba menunjukkan bahwa The Desert Foxes tidak datang sekadar menjadi pelengkap turnamen. “Kami menghormati Argentina, tetapi kami datang untuk bersaing,” ujar Petkovic.
baca juga:
- Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Tanjung Verde: Spanyol Bidik Awal Sempurna, Yamal Siap Tampil Lawan Tanjung Verde
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Akurasi Data …
Argentina diperkirakan turun dengan formasi 4-3-3 yang menempatkan Lionel Messi, Lautaro Martinez, dan Julian Alvarez di lini depan. Sebaliknya, Aljazair mengandalkan kecepatan Riyad Mahrez, Mohammed Amoura, dan Amine Gouiri untuk melancarkan serangan balik cepat.
Kembalinya Emiliano Martinez diyakini memperkuat lini belakang Argentina yang selama ini tampil solid. Di sisi lain, Aljazair masih menunggu perkembangan cedera bek Ramy Bensebaini sehingga lini pertahanan mereka berpotensi mengalami perubahan.
Dengan kualitas individu, pengalaman turnamen, dan kedalaman skuad yang lebih baik, Argentina diprediksi mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, Aljazair tetap memiliki peluang menciptakan kejutan sebagaimana pernah mereka lakukan dalam sejarah Piala Dunia. Prediksi skor akhir laga ini adalah Argentina menang 2-0 atas Aljazair.(*)
