BOLAPIALA DUNIA

Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G

DURASITIMES.COM– Tim nasional Iran menunjukkan daya juang tinggi dengan bangkit dua kali untuk memaksakan hasil imbang 2-2 atas Selandia Baru pada pertandingan pertama Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6/2026). Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin pada awal persaingan fase grup. “Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G,”

Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G
Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G

 

Bagi Iran, satu angka ini menjadi modal penting dalam upaya melaju ke babak gugur. Sementara itu, Selandia Baru juga menjaga peluang mereka untuk menciptakan kejutan sebagai wakil Oseania pada turnamen edisi kali ini.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan kedua tim menampilkan efektivitas serangan. Empat gol tercipta melalui dua gol Elijah Just untuk Selandia Baru serta gol balasan dari Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi bagi Iran.

Iran sebenarnya memulai babak kedua dengan agresif. Mehdi Ghaedi dan Shahriyar Moghanlou sempat memperoleh peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.

Alih-alih menambah keunggulan, Iran justru kembali dikejutkan Selandia Baru pada menit ke-54. Berawal dari kerja sama apik Chris Wood, Elijah Just mencetak gol keduanya dalam laga ini setelah sukses menaklukkan Alireza Beiranvand.

“Kami terus percaya hingga menit akhir dan hasilnya kami bisa bangkit dua kali,” demikian gambaran perjuangan Iran sepanjang pertandingan yang berlangsung ketat.

Tertinggal untuk kedua kalinya membuat Tim Melli meningkatkan tekanan ke area pertahanan lawan. Upaya tanpa henti itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 melalui sundulan Mohammad Mohebi.

Memanfaatkan umpan silang Ramin Rezaeian, Mohebi mengarahkan bola ke sudut gawang. Bola sempat membentur tiang sebelum masuk dan mengubah skor menjadi 2-2.

Pada menit-menit akhir laga, Iran nyaris membalikkan keadaan. Saeid Ezatolahi melepaskan tembakan jarak jauh, tetapi kiper Max Crocombe masih mampu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang.

Sebelumnya, Selandia Baru membuka keunggulan cepat saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Chris Wood mengirim umpan matang yang diselesaikan Elijah Just dengan tembakan keras ke atap gawang Iran.

Gol cepat tersebut membuat Selandia Baru semakin percaya diri. Namun, Iran perlahan menemukan ritme permainan dan mulai menguasai jalannya pertandingan.

Peluang emas diperoleh Mehdi Taremi pada menit ke-23, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang. Tekanan Iran akhirnya terbayar pada menit ke-32 saat Ramin Rezaeian memanfaatkan bola liar di kotak penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

“Kami tahu Iran memiliki kualitas dan mereka menunjukkan karakter kuat saat tertinggal,” seolah menjadi cerminan jalannya pertandingan yang berlangsung sengit hingga akhir.

Menjelang turun minum, Iran sempat membalikkan keadaan melalui Ali Nemati. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah pemeriksaan menunjukkan posisi offside sehingga skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Secara historis, Iran merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Asia. Tim Melli telah beberapa kali tampil di Piala Dunia dan secara rutin bersaing di level tertinggi Asia. Pada Piala Dunia 2022, Iran mencatat kemenangan bersejarah atas Wales sebelum gagal melangkah ke fase gugur.

Di sisi lain, Selandia Baru memiliki sejarah unik di Piala Dunia. Pada edisi 2010 di Afrika Selatan, mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sepanjang fase grup setelah menahan imbang Slovakia, Italia, dan Paraguay, meski gagal lolos ke babak berikutnya.

Secara internasional, hasil imbang pada laga pembuka sering kali menjadi fondasi penting bagi tim yang ingin melaju jauh di Piala Dunia. Banyak tim besar memulai turnamen dengan hasil seri sebelum akhirnya mencapai fase gugur, termasuk Italia pada beberapa edisi sebelumnya.

baca juga:

  1. Lukaku Selamatkan Belgia, Mesir Gagal Ukir Kemenangan Bersejarah, Skor Imbang 1-1
  2. Peringati Hari Lahir Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat, ASN BPS Buton Selatan Teguhkan Komitmen

“Kami harus memaksimalkan peluang pada laga berikutnya,” menjadi pesan penting bagi kedua tim yang kini masih memiliki kesempatan besar untuk lolos dari Grup G.

Hasil imbang ini memastikan persaingan Grup G tetap terbuka. Iran dan Selandia Baru sama-sama menjaga asa untuk melangkah ke babak selanjutnya, sementara pertandingan berikutnya akan sangat menentukan nasib kedua negara di Piala Dunia 2026.

 

Susunan Pemain

Iran (4-4-2): Alireza Beiranvand; Milad Mohammadi, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Ramin Rezaeian; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Arya Yousefi; Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanloo.

Pelatih: Amir Ghalenoei

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe; Liberato Cacace, Michael Boxall, Finn Surman, Tim Payne; Marko Stamenic, Joe Bell; Elijah Just, Sarpreet Singh, Callum McCowatt; Chris Wood.

Pelatih: Darren Bazeley

15b

baca berita lainnya:

Arab Saudi Buktikan Daya Saing dengan Tahan Uruguay 1-1, Persaingan Grup H Piala Dunia Memanas

DURASITIMES.COM – Arab Saudi berhasil mencuri satu poin penting setelah menahan imbang Uruguay 1-1 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Selasa (16/6/2026). Hasil tersebut membuat persaingan di Grup H berlangsung ketat karena seluruh peserta grup sama-sama mengoleksi satu poin usai pertandingan pertama. “Arab Saudi Buktikan Daya Saing dengan Tahan Uruguay 1-1, Persaingan Grup H Piala Dunia Memanas,”

Arab Saudi Buktikan Daya Saing dengan Tahan Uruguay 1-1, Persaingan Grup H Piala Dunia Memanas
Arab Saudi Buktikan Daya Saing dengan Tahan Uruguay 1-1, Persaingan Grup H Piala Dunia Memanas

Hasil imbang itu menempatkan Arab Saudi, Uruguay, Spanyol, dan Cape Verde dalam posisi seimbang. Situasi ini membuka peluang bagi seluruh tim untuk melaju ke babak berikutnya, mengingat belum ada satu pun tim yang mampu mengamankan kemenangan pada laga perdana.

Uruguay sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Marcelo Bielsa menguasai jalannya laga melalui distribusi bola yang rapi dan tekanan tinggi, tetapi ketangguhan lini belakang Arab Saudi membuat mereka kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.

Kiper Arab Saudi, Mohammed Al Owais, menjadi sosok penting dalam pertandingan tersebut. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang Nicolas De la Cruz dan Federico Valverde pada masa injury time.

“Kami bertahan dengan disiplin dan bekerja keras hingga menit terakhir,” ujar Al Owais usai pertandingan, menggambarkan semangat juang timnya menjaga hasil imbang.

Arab Saudi justru mampu unggul lebih dahulu menjelang turun minum. Pada menit ke-41, Abdulelah Al Amri memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok Musab Al-Juwayr yang sebelumnya ditepis kiper Fernando Muslera. Gol itu membawa The Green Falcons memimpin 1-0 hingga jeda.

Keunggulan tersebut lahir setelah Arab Saudi menunjukkan efektivitas permainan. Meski kalah dalam penguasaan bola, tim asuhan Georgios Donis mampu memaksimalkan peluang yang didapat dan mempertahankan organisasi pertahanan secara disiplin.

Memasuki babak kedua, Bielsa melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Juan Sanabria dan Agustin Canobbio. Pergantian itu membuat serangan Uruguay semakin hidup dan terus menekan pertahanan lawan.

Tekanan Uruguay nyaris membuahkan hasil lebih cepat ketika tembakan keras Manuel Ugarte pada menit ke-60 hanya membentur tiang gawang. Sebelumnya, Federico Vinas juga beberapa kali memaksa Al Owais melakukan penyelamatan gemilang.

“Kami terus menekan dan tidak menyerah hingga akhir pertandingan,” kata Bielsa. “Satu poin memang belum ideal, tetapi kompetisi masih panjang.”

Usaha Uruguay akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Sundulan Federico Vinas berhasil ditepis Al Owais, namun bola liar jatuh ke kaki Maxi Araujo yang dengan tenang menuntaskannya menjadi gol penyeimbang.

Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, mengakui anak asuhnya harus bekerja ekstra keras menghadapi tekanan Uruguay. “Para pemain menunjukkan karakter dan disiplin yang luar biasa menghadapi salah satu tim terbaik dunia,” ujarnya.

Secara historis, hasil ini melanjutkan kiprah Arab Saudi sebagai salah satu wakil Asia yang kerap memberi kejutan di Piala Dunia. Momen paling bersejarah mereka terjadi pada Piala Dunia 2022 ketika menundukkan Argentina 2-1, salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.

Sementara itu, Uruguay datang ke Piala Dunia 2026 dengan status negara yang memiliki sejarah panjang di sepak bola internasional. La Celeste merupakan juara dunia edisi 1930 dan 1950, serta dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional Amerika Selatan.

baca juga:

  1. Lukaku Selamatkan Belgia, Mesir Gagal Ukir Kemenangan Bersejarah, Skor Imbang 1-1
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan Pancasila Jawaban atas Tantangan Global

Bagi sepak bola Asia, keberhasilan Arab Saudi meraih poin melawan Uruguay juga memperpanjang tren meningkatnya daya saing negara-negara Asia di panggung dunia. Dalam beberapa edisi terakhir, tim-tim Asia semakin sering meraih hasil positif atas negara-negara unggulan dari Eropa maupun Amerika Selatan.

Dengan hasil ini, persaingan Grup H dipastikan semakin sengit. Arab Saudi dan Uruguay kini mengalihkan fokus ke laga kedua yang berpotensi menentukan peluang mereka menuju babak gugur Piala Dunia 2026.(*)

 

Visited 8 times, 8 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *