BOLAPIALA DUNIA

Baru Pulih dari Cedera, Bukayo Saka Optimistis Perkuat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia

DURASITIMES.COM – Tim nasional Inggris mendapat kabar positif menjelang laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 setelah winger andalannya, Bukayo Saka, menyatakan siap tampil menghadapi Kroasia. Meski baru pulih dari masalah kebugaran, pemain Arsenal itu menegaskan kondisinya kini jauh lebih baik dibanding beberapa bulan lalu. “Baru Pulih dari Cedera, Bukayo Saka Optimistis Perkuat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia,”

Baru Pulih dari Cedera, Bukayo Saka Optimistis Perkuat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia
Baru Pulih dari Cedera, Bukayo Saka Optimistis Perkuat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia

Pertandingan Inggris melawan Kroasia dijadwalkan berlangsung di Dallas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Laga tersebut menjadi ujian awal bagi skuad asuhan Thomas Tuchel dalam upaya membuka turnamen dengan hasil maksimal.

Kehadiran Saka menjadi perhatian karena pemain berusia 24 tahun itu menjalani musim yang berat bersama Arsenal. Ia sempat bermain dengan gangguan tendon Achilles saat membantu klub London tersebut meraih gelar Liga Inggris dan finis sebagai runner-up Liga Champions musim 2025/2026.

Meski belum sepenuhnya pulih, Saka memilih tetap mengambil risiko untuk membela negaranya. Baginya, pemain profesional dituntut memberikan performa terbaik terlepas dari kondisi yang dihadapi.

“Saya merasa lebih baik dibanding beberapa bulan terakhir. Saya siap bermain,” ujar Saka.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel sebelumnya mengungkapkan bahwa Saka kemungkinan belum siap tampil selama 90 menit penuh. Namun, keberadaan sang winger tetap dianggap penting mengingat kontribusinya yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir bersama The Three Lions.

Pada laga uji coba menghadapi Kosta Rika, Saka hanya bermain sejak menit ke-63. Keputusan itu diambil sebagai bagian dari proses pemulihan dan pengelolaan kondisi fisiknya menjelang turnamen utama.

Saka mengakui perjalanan pemulihannya tidak lepas dari dukungan tim medis Arsenal dan tim nasional Inggris. Ia menilai penanganan yang diterimanya sejak Maret lalu sangat membantu proses kembali ke lapangan.

“Sejak Maret, Mikel Arteta, tim medis Arsenal, dan tim medis Inggris membantu saya dengan luar biasa,” kata Saka.

Pemain kelahiran London tersebut memahami bahwa tampil di turnamen besar dalam kondisi belum ideal mengandung risiko besar. Namun, ia memilih menerima tantangan tersebut karena tuntutan sepak bola elite selalu menempatkan hasil sebagai prioritas.

“Pada akhirnya, orang-orang berharap Anda memberikan hasil dan tampil baik. Saya senang mengambil risiko itu,” ucapnya.

Secara historis, Inggris memiliki tradisi kuat di Piala Dunia meski baru sekali meraih gelar juara, yakni pada edisi 1966 saat menjadi tuan rumah. Setelah itu, pencapaian terbaik mereka adalah finis di peringkat keempat pada 1990 dan 2018 serta menjadi perempat finalis pada 2022.

Di sisi lain, Kroasia dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa dalam dua dekade terakhir. Negara Balkan tersebut mencatat sejarah dengan menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan finis di posisi ketiga pada edisi 2022 di Qatar.

Bagi Inggris, turnamen 2026 juga menjadi era baru di bawah kepemimpinan Thomas Tuchel yang ditunjuk untuk membawa generasi emas Inggris meraih prestasi internasional. Kehadiran pemain seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Phil Foden, dan Bukayo Saka diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang gelar dunia.

Secara individu, Saka telah berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh bagi Inggris sejak tampil impresif pada Piala Eropa 2020 dan Piala Dunia 2022. Pengalamannya di level internasional membuat perannya sulit tergantikan di sektor sayap.

Meski Inggris memiliki sejumlah alternatif pemain menyerang, kesiapan Saka menjadi suntikan moral penting menjelang duel melawan Kroasia. Jika diturunkan, ia berpeluang menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.

baca juga:

  1. Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Selandia Baru 2-2 pada Laga Pembuka Grup G
  2. Tabungan Kurban Personel Brimob Hasilkan 28 Ekor Sapi, Daging Dibagikan ke Masyarakat

 

“Risiko itu menurut saya membuahkan hasil. Saya akan terus melakukannya,” tegas Saka.

Pertandingan pembuka Grup L ini tidak hanya menentukan langkah awal kedua tim di Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi Saka bahwa dirinya telah pulih dan siap kembali memimpin lini serang Inggris dalam perburuan gelar dunia kedua sepanjang sejarah negara tersebut.(*)

baca berita lainnya:

Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair

DURASITIMES.COM – Tim nasional Argentina memulai langkah mempertahankan gelar juara dunia dengan menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia di Kansas City. Sorotan utama pertandingan ini tertuju kepada Lionel Messi yang berpeluang menciptakan sejarah sebagai pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. “Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair,”

Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair
Messi Bidik Rekor Bersejarah Saat Argentina Hadapi Aljazair

Bagi Messi, turnamen kali ini bukan sekadar upaya membawa Argentina kembali berjaya, melainkan juga kesempatan memperpanjang daftar pencapaian individu yang telah menjadikannya salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.

Penyerang berusia 38 tahun itu diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya. Pekan depan, Messi genap berusia 39 tahun, sehingga peluang tampil pada edisi berikutnya dinilai sangat kecil.

Selain mengincar rekor penampilan, kapten Argentina itu juga membidik rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Saat ini, Messi hanya membutuhkan empat gol lagi untuk melampaui torehan 16 gol milik legenda Jerman, Miroslav Klose.

Rekor Klose sendiri tercipta dalam empat edisi Piala Dunia sejak 2002 hingga 2014. Sementara itu, Messi telah tampil sejak Piala Dunia 2006 dan terus mempertahankan level kompetitifnya selama dua dekade di panggung internasional.

Keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Gelar itu mengakhiri penantian selama 36 tahun sejak Argentina terakhir kali mengangkat trofi dunia pada 1986 saat dipimpin Diego Maradona.

Pada final Piala Dunia 2022 melawan Prancis, Messi tampil gemilang dengan mencetak dua gol dan membantu Argentina menang melalui adu penalti. Sepanjang turnamen tersebut, ia membukukan tujuh gol dan menjadi pemain pertama yang meraih penghargaan Golden Ball Piala Dunia sebanyak dua kali setelah sebelumnya meraihnya pada 2014.

“Menjadi juara dunia adalah impian yang selalu saya kejar sepanjang karier,” kata Messi usai membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.

Setelah meninggalkan sepak bola Eropa, Messi melanjutkan karier bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS). Bersama klub Amerika Serikat itu, ia berhasil meraih penghargaan MVP liga dan membawa timnya meraih gelar domestik.

Meski sempat mengalami cedera hamstring kiri menjelang turnamen, kondisi Messi dilaporkan telah pulih. Ia bahkan mencetak gol saat tampil sebagai pemain pengganti dalam laga uji coba melawan Islandia.

Pelatih Lionel Scaloni diperkirakan tetap mengandalkan fondasi skuad juara dunia 2022. Lautaro Martinez berpeluang memainkan peran lebih besar di lini depan, sedangkan Emiliano Martinez tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.

“Messi selalu memberi kami sesuatu yang berbeda. Kehadirannya membuat tim lebih kuat,” ujar Scaloni dalam berbagai kesempatan mengenai kapten timnya.

Di sisi lain, Aljazair datang dengan ambisi besar menciptakan kejutan. Mereka berharap mengulang skenario Arab Saudi yang secara mengejutkan menaklukkan Argentina 2-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2022 di Qatar.

Penyerang Mohamed Amoura menjadi andalan utama Aljazair setelah mencetak 10 gol pada babak kualifikasi zona Afrika. Selain itu, gelandang muda Bayer Leverkusen, Ibrahim Maza, diyakini menjadi salah satu motor serangan tim berjuluk The Desert Foxes tersebut.

“Kami harus menjalani Piala Dunia yang bagus, dan pertandingan pertama melawan Argentina akan sangat penting,” kata Ibrahim Maza menjelang pertandingan.

Ia menegaskan timnya tidak gentar menghadapi sang juara bertahan. “Mereka akan banyak memancing, tetapi kami harus tetap tenang, memberikan segalanya, bermain cerdas dan melihat apa yang terjadi. Kami akan mengalahkan Messi, insya Allah,” ujarnya.

baca juga:

  1. Arab Saudi Buktikan Daya Saing dengan Tahan Uruguay 1-1, Persaingan Grup H Piala Dunia Memanas
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan SMPN 1 Batauga Ajak …

Secara historis, Argentina merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan tiga gelar Piala Dunia pada 1978, 1986, dan 2022. Sementara Aljazair pernah mencatat sejarah pada Piala Dunia 1982 ketika mengalahkan Jerman Barat 2-1, hasil yang dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.

Pertandingan di Kansas City ini bukan sekadar laga pembuka Grup J, tetapi juga panggung bagi Messi untuk kembali menorehkan sejarah baru. Jika mampu membawa Argentina melangkah jauh, nama Messi berpotensi semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. (*)

Visited 7 times, 7 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *