
Argentina Diunggulkan Tekuk Aljazair pada Laga Perdana Grup J, Prediksi Skor 2-0 Untuk Albiceleste
DURASITIMES.COM –Tim Nasional Argentina difavoritkan meraih kemenangan saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini menjadi sorotan dunia karena berpotensi menjadi salah satu turnamen besar terakhir bagi kapten Argentina, Lionel Messi. “Argentina Diunggulkan Tekuk Aljazair pada Laga Perdana Grup J, Prediksi Skor 2-0 Untuk Albiceleste,”

Argentina datang dengan modal impresif setelah menutup kualifikasi zona Amerika Selatan sebagai pemuncak klasemen. Dalam lima pertandingan terakhir, skuad asuhan Lionel Scaloni mencatat lima kemenangan, termasuk mengalahkan Islandia 3-0 dan Zambia 5-0, serta hanya kebobolan satu gol. “Kami harus memulai turnamen dengan intensitas tinggi dan tetap fokus sejak menit pertama,” ujar Scaloni mengenai pentingnya laga pembuka.
Secara historis, Argentina merupakan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia dengan tiga gelar Piala Dunia pada 1978, 1986, dan 2022. Sementara itu, Aljazair memiliki sejarah tersendiri setelah mencatat kejutan besar pada Piala Dunia 1982 ketika mengalahkan Jerman Barat 2-1, salah satu hasil paling bersejarah dalam turnamen tersebut.
Rekor juga berpihak kepada Albiceleste ketika menghadapi wakil Afrika. Sejak kalah dari Kamerun pada Piala Dunia 1990, Argentina selalu menang dalam enam laga berikutnya melawan tim asal Afrika di ajang Piala Dunia. Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan Argentina unggul tipis dengan empat kemenangan berbanding tiga milik Aljazair.
Meski diunggulkan, Argentina tetap menghadapi tantangan terkait komposisi pemain. Nicolas Tagliafico dipastikan absen akibat cedera betis, sedangkan Emiliano Martinez, Leandro Paredes, dan Nico Gonzalez telah pulih dan siap tampil. “Kondisi skuad semakin membaik dan kami siap menghadapi pertandingan pertama,” kata salah seorang staf tim Argentina.
Di kubu Aljazair, pelatih Vladimir Petkovic membawa tim yang tampil konsisten sepanjang kualifikasi Afrika. Kemenangan atas Belanda 1-0 dan Bolivia 4-0 dalam laga uji coba menunjukkan bahwa The Desert Foxes tidak datang sekadar menjadi pelengkap turnamen. “Kami menghormati Argentina, tetapi kami datang untuk bersaing,” ujar Petkovic.
baca juga:
- Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Tanjung Verde: Spanyol Bidik Awal Sempurna, Yamal Siap Tampil Lawan Tanjung Verde
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Akurasi Data …
Argentina diperkirakan turun dengan formasi 4-3-3 yang menempatkan Lionel Messi, Lautaro Martinez, dan Julian Alvarez di lini depan. Sebaliknya, Aljazair mengandalkan kecepatan Riyad Mahrez, Mohammed Amoura, dan Amine Gouiri untuk melancarkan serangan balik cepat.
Kembalinya Emiliano Martinez diyakini memperkuat lini belakang Argentina yang selama ini tampil solid. Di sisi lain, Aljazair masih menunggu perkembangan cedera bek Ramy Bensebaini sehingga lini pertahanan mereka berpotensi mengalami perubahan.
Dengan kualitas individu, pengalaman turnamen, dan kedalaman skuad yang lebih baik, Argentina diprediksi mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, Aljazair tetap memiliki peluang menciptakan kejutan sebagaimana pernah mereka lakukan dalam sejarah Piala Dunia. Prediksi skor akhir laga ini adalah Argentina menang 2-0 atas Aljazair.
baca berita lainnya:
Debutan Tanjung Verde Kejutkan Spanyol, Laga Berakhir Tanpa Gol
DURASITIMES.COM – Tim Nasional Tanjung Verde menciptakan kejutan besar pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang juara Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0 di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB. Penampilan gemilang kiper Vozinha menjadi kunci keberhasilan tim debutan itu mencuri satu poin berharga. “Debutan Tanjung Verde Kejutkan Spanyol, Laga Berakhir Tanpa Gol,”

Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Tanjung Verde yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia. Menghadapi salah satu favorit juara, tim asal Afrika itu mampu mempertahankan gawangnya tetap perawan sepanjang 90 menit pertandingan.
Spanyol sebenarnya tampil dominan sejak awal laga. Tim asuhan Luis de la Fuente menguasai jalannya pertandingan dengan persentase penguasaan bola yang mendekati 80 persen, tetapi kesulitan menembus rapatnya pertahanan lawan.
Peluang emas Spanyol datang menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-41, Ferran Torres gagal memaksimalkan peluang setelah sepakannya dari jarak dekat hanya membentur mistar gawang. Bola liar yang disambut Mikel Oyarzabal kembali dimentahkan oleh refleks luar biasa Vozinha.
Kiper veteran Tanjung Verde itu kembali menunjukkan kualitasnya sesaat sebelum turun minum. Ia menggagalkan peluang Ferran Torres dan menepis sundulan Aymeric Laporte dari situasi sepak pojok sehingga skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.
“Vozinha tampil luar biasa dan menjadi alasan utama kami meraih hasil ini,” ujar pelatih Tanjung Verde menggambarkan performa penjaga gawang andalannya seusai pertandingan.
Memasuki babak kedua, tekanan Spanyol tidak mengendur. Fabian Ruiz sempat mengancam melalui sundulan hasil umpan Pedri pada menit ke-58, tetapi upaya tersebut kembali mampu diamankan dengan tenang oleh Vozinha.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan wonderkid Lamine Yamal pada menit ke-71 menggantikan Gavi. Pergantian itu sempat meningkatkan intensitas serangan La Furia Roja.
Empat menit berselang, Yamal menginisiasi serangan dari sisi kanan yang menghasilkan peluang bagi Mikel Merino. Namun, tembakan gelandang Spanyol tersebut kembali gagal menembus ketangguhan lini belakang Tanjung Verde.
Menjelang laga berakhir, Spanyol memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-89. Dani Olmo mengirim umpan matang kepada Oyarzabal, tetapi tembakan sang penyerang berhasil diblok heroik oleh bek Lopes tepat di depan gawang.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi sepak bola terkadang berjalan seperti ini,” kata Luis de la Fuente, menggambarkan frustrasi timnya setelah gagal meraih kemenangan perdana.
Sepanjang pertandingan, Tanjung Verde mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif untuk meredam kreativitas lini tengah Spanyol yang diperkuat Pedri dan Rodri.
baca juga:
- Swedia Hancurkan Tunisia 5-1 Pimpin Klasemen Grup F, Isak dan Gyokeres Bersinar
- Buton Selatan Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Arah Pembangunan Daerah
Bagi Spanyol, hasil imbang ini memperpanjang catatan bahwa tim-tim unggulan kerap menemui kesulitan pada laga pembuka Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2010, Spanyol bahkan memulai turnamen dengan kekalahan 0-1 dari Swiss sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Secara historis, kejutan yang diciptakan tim debutan bukan hal baru di Piala Dunia. Senegal pernah mengalahkan Prancis 1-0 pada Piala Dunia 2002, sementara Islandia menahan Portugal 1-1 pada Euro 2016 dalam debut mereka di turnamen besar internasional.
Bagi Tanjung Verde, satu poin dari Spanyol menjadi modal penting dalam persaingan Grup H sekaligus menegaskan perkembangan sepak bola Afrika di panggung dunia. Sebaliknya, Spanyol harus segera menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas serangan jika ingin menjaga peluang melangkah jauh pada Piala Dunia 2026.
“Kami datang sebagai debutan, tetapi kami tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap,” ujar salah satu pemain Tanjung Verde yang mencerminkan semangat timnya menghadapi turnamen terbesar sepak bola dunia.
Hasil imbang tanpa gol ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Di Piala Dunia, disiplin bertahan dan efektivitas kerap menjadi pembeda yang menentukan hasil akhir pertandingan.
Susunan Pemain Spanyol vs Tanjung Verde
Spanyol: Unai Simon; Marcos Llorente, Pau Cubarsi, Aymreic Laporte, Marc Cucurella; Pedri, Rodri, Fabian Ruiz; Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, Gavi.., Lamine Yamal (P)
Pelatih: Luis de la Fuente.
Tanjung Verde: Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Jovane Cabral; Kevin Pina, Laros Duarte; Ryan Mendes, Jamiro Monteiro, Sidny Cabral; Dailon Livramento.
Pelatih: Bubista.

