
Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pengabdian
BUTON, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar Zikir dan Doa Bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., di Aula Kantor Bupati Buton, Takawa, Senin (15/6/2026). Momentum pergantian tahun Hijriah itu dimanfaatkan untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mendorong peningkatan kinerja aparatur dalam melayani masyarakat. “Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pengabdian,”

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Buton tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Program Santunan Kematian kepada 17 penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Bupati Alvin menegaskan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, selain kita beribadah dan berdoa kepada Allah SWT, juga harus diimbangi dengan usaha atau ikhtiar yang merupakan hal penting bagi kita semua dalam menjalankan tugas,” kata Alvin.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komitmen seluruh aparatur pemerintah dalam bekerja secara profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Buton untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal meningkatkan etos kerja dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Saya berharap kita dapat tanamkan ke dalam diri kita semua untuk terus berusaha, bekerja secara profesional, dan meningkatkan kinerjanya,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T. bersama Ibu Maemuna Moko Syarifudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton, serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam tausiah yang disampaikan pada kesempatan itu, Ustaz Sahrul, S.H., mengingatkan bahwa seluruh nikmat yang dimiliki manusia, baik kesehatan, harta maupun jabatan, merupakan anugerah Allah SWT yang wajib disyukuri melalui tindakan nyata.
“Rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui ketaatan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” tutur Ustaz Sahrul di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membiasakan diri berdzikir dan mengawali setiap aktivitas dengan mengucapkan basmalah agar pekerjaan yang dilakukan memperoleh keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.
“Mari kita jadikan wirid dan dzikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Awali setiap pekerjaan dengan mengucapkan bismillah agar apa yang kita lakukan menjadi berkah dan senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT,” pesannya.
Pelaksanaan zikir dan doa bersama berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan waktu sekaligus harapan untuk memperoleh keberkahan pada tahun yang baru.
Secara historis, kalender Hijriah mulai digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi. Penetapan tahun Hijriah dihitung berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan peradaban Islam. Sejak saat itu, kalender Hijriah digunakan oleh umat Islam di berbagai negara sebagai acuan pelaksanaan ibadah dan berbagai aktivitas keagamaan.
Di Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam telah menjadi tradisi yang berlangsung selama puluhan tahun. Berbagai daerah menggelar kegiatan keagamaan seperti doa bersama, pawai obor, pengajian, hingga santunan sosial sebagai wujud syukur dan refleksi atas perjalanan kehidupan. Tradisi tersebut juga menjadi sarana mempererat persatuan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pada tingkat global, Tahun Baru Islam diperingati oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika hingga Eropa dan Amerika. Meski bentuk peringatannya beragam sesuai budaya masing-masing negara, esensinya tetap sama, yakni memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta melakukan evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
baca juga:
- Bupati Buton Alvin Akawijaya Hadiri Gala Dinner Sambut Kunker Pangdam XIV/Hasanuddin
- Pengelolaan Anggaran Akuntabel, Bawaslu Buton Sabet Penghargaan KPPN
Melalui kegiatan zikir dan doa bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi energi positif bagi seluruh aparatur dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat kebersamaan, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera. (*)
baca berita lainnya:
Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam
BUTON, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton menyalurkan santunan duka kepada 17 ahli waris warga yang meninggal dunia sebagai bagian dari program perlindungan sosial daerah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH, dalam kegiatan Zikir Akbar dan Doa Bersama menyambut Tahun Baru Islam yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton, Senin (13/6/2026). “Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam,”

Bupati Buton mengatakan program santunan kematian merupakan salah satu implementasi visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Menurut dia, kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui bantuan sosial yang menyentuh kebutuhan warga.
“Saya berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan membantu keluarga kita yang sedang menghadapi kedukaan,” kata Alvin Akawijaya Putra saat menyerahkan santunan kepada para ahli waris.
Sebanyak 17 penerima santunan berasal dari lima kecamatan, yakni tujuh orang dari Kecamatan Pasarwajo, enam orang dari Kecamatan Siotapina, dua orang dari Kecamatan Lasalimu, serta masing-masing satu orang dari Kecamatan Kapontori dan Kecamatan Lasalimu Selatan. Setiap ahli waris menerima santunan sebesar Rp1 juta yang bersumber dari program Pemerintah Kabupaten Buton.
Dalam kesempatan itu, Alvin juga menyampaikan apresiasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Buton yang dinilai berhasil mengawal pelaksanaan program santunan kematian. “Program ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Penyerahan santunan turut disaksikan Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, ST, Ketua TP PKK Kabupaten Buton Ny. Maimunah Moko Syarifudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton.
Secara historis, bantuan sosial bagi keluarga yang mengalami kedukaan telah menjadi bagian dari kebijakan kesejahteraan di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah pusat sejak lama mengembangkan berbagai skema perlindungan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi risiko sosial dan ekonomi, termasuk saat kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung rumah tangga.
Di tingkat internasional, sejumlah negara juga menerapkan program serupa dalam bentuk death benefit atau survivor benefit yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial untuk mengurangi dampak ekonomi akibat peristiwa kematian dalam keluarga.
baca juga:
- Bawaslu Buton Raih Penghargaan KPPN atas Tata Kelola Keuangan Terbaik
- Buton Intensifkan Pembinaan Kafilah Jelang MTQ Sultra 2026 di Konawe
Melalui penyaluran santunan duka yang dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap semangat solidaritas, kepedulian, dan gotong royong terus terpelihara di tengah masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pemerintah sebagai pelayan publik yang hadir dalam setiap situasi, termasuk saat warga menghadapi masa-masa sulit. (*)

