
Harga Minyak Goreng Bimoli Melonjak Tajam di Pasar Wameo Baubau, Sejumlah Kebutuhan Pokok Juga Naik Seperti Bawang Merah Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Wameo kembali mengalami perubahan memasuki hingga pekan kedua Bulan Juni 2026. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup mencolok adalah minyak goreng kemasan, khususnya merek Bimoli. Kenaikan harga ini membuat pedagang dan masyarakat mulai merasakan dampaknya terhadap aktivitas jual beli di pasar. “Harga Minyak Goreng Bimoli Melonjak Tajam di Pasar Wameo Baubau, Sejumlah Kebutuhan Pokok Juga Naik Seperti Bawang Merah Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram,”

Berdasarkan pantauan media Baubau Post di Pasar Wameo, harga minyak goreng merek Bimoli mengalami lonjakan cukup tinggi dibandingkan harga sebelumnya. Untuk kemasan 1 liter, yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp22.000, kini naik menjadi sekitar Rp30.000 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada kemasan yang lebih besar. Minyak goreng Bimoli ukuran 2 liter yang sebelumnya berada di kisaran Rp45.000 kini naik menjadi Rp60.000 hingga Rp70.000. Sementara untuk kemasan 5 liter, harga yang sebelumnya sekitar Rp115.000 kini menembus angka Rp170.000.
Pedagang Pasar Wameo, Tina, mengungkapkan kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi ketersediaan barang di pasaran. Menurutnya, saat ini stok minyak goreng tertentu mulai terbatas sehingga harga mengalami kenaikan.
“Kalau minyak lain kosong, yang ada tinggal minyak kelapa merek Bimoli. Sekarang yang paling banyak dicari memang Bimoli, karena barangnya kurang. Jadi harganya ikut naik,” kata Tina pada awak media Baubau Post, Selasa (11/6/2026).
Ia menjelaskan, bukan hanya Bimoli yang mengalami perubahan harga. Minyak goreng merek Minyak Kita yang sebelumnya memiliki harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700, kini di tingkat pedagang sudah berada di kisaran Rp24.000.
Sementara beberapa merek minyak goreng kemasan lainnya seperti Filma, Safia, dan Sunco juga mengalami kenaikan dan saat ini berada di kisaran Rp23.000 per liter.
“Kalau minyak memang tidak stabil, kadang barang datang sedikit langsung cepat habis. Jadi harga di pasaran ikut bergerak,” ujarnya.
Pantuan dibeberapa supermarket pun sepertu di Hypermart Lippo Plaza Baubau, minyak goreng merek apa saja dibatasi untuk membelinya dikarenakan stok terbatas. Setiap pembeli hanya dijatah maksimal 2 bunkus ukuran 2 liter per bungkus. Sementara disupermarket lain seperti indomaret yang biasa menyediakan minyak goreng stoknya benar-benar kosong. Situasi langkahnya minyak goreng di Kota Baubau sudah memasuki pekan ke tiga.
Selain minyak goreng, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami perubahan harga. Gula pasir saat ini dijual dengan harga sekitar Rp18.000 per kilogram. Sedangkan tepung terigu merek Kompas berada di kisaran Rp13.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, harga bawang putih masih relatif bertahan di angka Rp40.000 per kilogram dan belum mengalami kenaikan signifikan. Namun berbeda dengan bawang merah yang mengalami peningkatan cukup tinggi. Harga bawang merah yang sebelumnya sekitar Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai kristal masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini menjadi perhatian pedagang karena berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Pedagang berharap pasokan barang kembali lancar sehingga harga dapat kembali stabil.
baca juga:
- Disperindag Buton Selatan Susun Strategi Hidupkan Aktivitas Ekonomi di Pasar Rakyat Milik Pemerintah
- Kios Kosong dan Fasilitas Minim di Pasar Rakyat, Tantangan Besar Disperindag Buton Selatan Kembali …
“Harapannya barang masuk banyak lagi supaya harga tidak terus naik. Kalau harga tinggi, pembeli juga pasti mengurangi belanja,” tutur Tina.
Kondisi harga kebutuhan pokok yang berubah-ubah sudah dua pekan ini membuat masyarakat harus lebih selektif dalam berbelanja. Pedagang pun berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan dasar di pasar tradisional.(*)
baca berita lainnya:
Gubernur Sultra ASR Resmikan Pusat UMKM di Kawasan MTQ Kendari, Dorong Ekonomi Berbasis Lokal
SULTRA,DURASITIMES.COM – Sekitar 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara ambil bagian dalam pameran yang menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 provinsi tersebut. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan MTQ Kendari ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, pada Jumat (24/4/2026). “Gubernur Sultra ASR Resmikan Pusat UMKM di Kawasan MTQ Kendari, Dorong Ekonomi Berbasis Lokal,”

Peresmian stand UMKM tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Usai peresmian, Gubernur bersama rombongan langsung meninjau area pameran, berinteraksi dengan pelaku usaha, serta mengamati berbagai produk unggulan yang dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hingga olahan pangan khas Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan pentingnya peran UMKM dalam menopang ekonomi daerah. “UMKM adalah sektor yang terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis, termasuk saat pandemi global beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran stand UMKM dalam perayaan HUT Sultra bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal. “Kami ingin memastikan UMKM Sultra mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” katanya.
Prosesi peresmian sendiri ditandai dengan pengguntingan pita bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perwakilan Bank Indonesia, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Utama Perumda, Pelaksana Harian Sekda Sultra, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk turut meramaikan stand UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal. “Mari kita cintai dan gunakan produk daerah sendiri sebagai bagian dari penguatan ekonomi kita,” ujarnya.
Secara historis, sektor UMKM di Indonesia telah lama menjadi penopang utama perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.
Di tingkat global, penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama banyak negara, terutama setelah krisis ekonomi dunia dan pandemi COVID-19 yang melanda sejak 2020. Organisasi internasional seperti OECD dan Bank Dunia mendorong negara-negara untuk memperkuat UMKM sebagai fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
baca juga:
- Ribuan Warga Kendari Padati Pawai Budaya HUT ke-62 Sultra, Gubernur Sultra ASR Saksikan Semarak Pawai Budaya di Kawasan MTQ
- Sinergi Daerah dan KKP, HMNI Sultra Targetkan Seluruh Wilayah Terlibat Program KNMP Termasuk…
Sejalan dengan tren tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan UMKM, termasuk melalui pameran, pelatihan, hingga akses pembiayaan.
Gubernur menilai, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bertemunya inovasi, kreativitas, dan peluang pasar,” katanya.
Peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara sendiri menjadi refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah sejak terbentuk pada 1964, sekaligus momentum memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui pameran UMKM ini, pemerintah berharap geliat ekonomi daerah semakin meningkat, serta mampu mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(*)

