
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Buka Kaofe Cup I di kadatua, Perkuat Persatuan Lewat Olahraga
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga dengan membuka secara resmi Open Tournament Futsal Kaofe Cup I di Desa Kaofe, Kecamatan Kadatua, Jumat (5/6/2026). Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola perdana oleh Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., di hadapan peserta, panitia, dan tamu undangan. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Buka Kaofe Cup I di kadatua, Perkuat Persatuan Lewat Olahraga,”

Ajang olahraga tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya atlet-atlet muda berbakat sekaligus memperkuat budaya sportivitas di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka dalam cabang olahraga futsal yang semakin berkembang di Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Adios mengapresiasi panitia dan masyarakat Desa Kaofe yang dinilai berhasil menghadirkan turnamen berskala terbuka sebagai sarana pembinaan olahraga daerah. “Melalui turnamen ini, saya berharap akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Buton Selatan di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Adios.
Menurut dia, olahraga tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda. “Junjung tinggi sportivitas dan fair play. Jadikan ajang ini sebagai momentum memperkuat persatuan serta semangat membangun daerah,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PSSI Buton Selatan, kemudian dilanjutkan sambutan Sekretaris KONI Buton Selatan yang mewakili Ketua KONI. Setelah prosesi pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para pemain, panitia, serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Sejumlah pejabat turut menghadiri acara tersebut, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Buton Selatan, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Selatan Ny. Hj. Siti Norma Adios, Ketua PSSI Buton Selatan, Sekretaris KONI Buton Selatan, para asisten Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, serta Camat Kadatua.
“Olahraga merupakan media yang efektif untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Adios. Ia menilai kompetisi yang sehat dapat menjadi sarana membangun karakter disiplin, kerja sama, dan mental juara bagi generasi muda.
baca juga:
- Pengurus BKMT Kadatua-Batauga Dilantik, Ny Siti Norma Adios akan Perkuat Syiar Islam di Daerah
- Tabungan Kurban Personel Brimob Hasilkan 28 Ekor Sapi, Daging Dibagikan ke Masyarakat
Secara historis, futsal berkembang pesat sejak diperkenalkan pertama kali di Uruguay pada 1930 oleh Juan Carlos Ceriani. Di Indonesia, olahraga ini mulai mengalami pertumbuhan signifikan pada awal 2000-an dan kini menjadi salah satu cabang olahraga paling populer di kalangan generasi muda. Pemerintah pusat melalui berbagai program pembinaan olahraga juga terus mendorong peningkatan prestasi atlet daerah sebagai fondasi penguatan olahraga nasional.
Bagi Buton Selatan, penyelenggaraan Kaofe Cup I menjadi momentum penting dalam memperluas pembinaan olahraga hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah daerah berharap turnamen tersebut dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak mampu bersaing di level regional, nasional, bahkan internasional serta membawa nama daerah ke pentas yang lebih tinggi.(*)
baca berita lainnya:
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Libatkan 85 Orang, Hasil Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Daerah
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Buton Selatan, Senin (8/6/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Libatkan 85 Orang, Hasil Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Daerah,”

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Selatan tersebut berlangsung di Villa Puncak Indah Baubau dan diikuti puluhan petugas lapangan yang akan terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Buton Selatan.
“Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan, pengambilan keputusan, serta evaluasi berbagai program pemerintah,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Buton Selatan atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut. Apresiasi turut diberikan kepada jajaran Polres Buton yang ikut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Bupati berharap para peserta pelatihan mampu memahami konsep, definisi, dan metodologi pendataan yang akan digunakan dalam Sensus Ekonomi 2026. Selain itu, para petugas juga diharapkan menguasai teknik wawancara, menjaga etika saat berinteraksi dengan responden, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas kerja para petugas di lapangan. Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh komitmen.
“Saya juga menekankan bahwa mulai dari tahapan pelatihan hingga pelaksanaan pendataan nanti, saudara harus mampu menjaga integritas dan profesionalisme. Pastikan setiap data yang dikumpulkan adalah data yang akurat, lengkap, berkualitas, dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, lanjut Bupati, mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan berharap hasil sensus nantinya benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian daerah sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas.
“Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin, 8 Juni 2026, saya Bupati Kabupaten Buton Selatan secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Buton Selatan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton Selatan, La Ode Ikhsanuddin Hamid, SST., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, di mana BPS wajib menyelenggarakan sensus ekonomi setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.
Ia menjelaskan, pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas lapangan, menyamakan persepsi terkait konsep dan metodologi pendataan, serta menjamin kualitas data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebanyak 85 petugas lapangan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 73 pencacah dan 12 pemeriksa, serta dua petugas usaha besar yang terdiri dari satu petugas lapangan dan satu pemeriksa.
Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 8 hingga 10 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 11 hingga 13 Juni 2026, yang seluruhnya bertempat di Villa Puncak Indah Baubau.
La Ode Ikhsanuddin Hamid menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS.
baca juga:
- Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Berlangsung Khidmat Jadi Momentum ASN BPS Buton Selatan Refleksi Diri
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan SMPN 1 Batauga Ajak
Kegiatan tersebut mencakup seluruh aktivitas usaha mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, kecuali sektor administrasi pemerintahan. Data yang dikumpulkan meliputi identitas usaha, tenaga kerja, penggunaan teknologi, hingga kondisi ekonomi usaha.
“Hasil sensus nantinya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, kebijakan ekonomi, dan pemetaan potensi daerah,” jelasnya.
Pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026 di seluruh wilayah Indonesia.(*)
