Kajol Ungkap Lagu ‘Fanaa’ Dibuang Usai Syuting Ekstrem di Polandia
DURASITIMES.COM — Aktris Bollywood Kajol mengenang pengalaman ekstrem saat menjalani syuting film “Fanaa” di Polandia dengan suhu mencapai minus 27 derajat Celcius. Pengalaman tersebut diungkapkan bertepatan dengan peringatan 20 tahun perilisan film romantis populer yang pertama kali tayang pada 2006 itu. “Kajol Ungkap Lagu ‘Fanaa’ Dibuang Usai Syuting Ekstrem di Polandia,”

Kajol mengaku proses produksi di Polandia menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang kariernya. Dalam kondisi cuaca yang sangat dingin, ia tetap harus menjalani pengambilan gambar menggunakan salwar kameez tipis demi kebutuhan adegan film.
“Yang paling kuingat adalah Polandia dalam segala kemegahannya, suhu minus 27 derajat Celcius, hutan yang indah, dan kereta luncur yang digunakan di trotoar,” ujar Kajol seperti dikutip ANI.
Film “Fanaa” disutradarai Kunal Kohli dan mempertemukan Kajol dengan aktor Bollywood Aamir Khan dalam drama romantis penuh konflik. Kajol memerankan karakter Zooni, perempuan tunanetra asal Kashmir, sedangkan Aamir Khan berperan sebagai Rehan, seorang pemandu wisata yang menyimpan identitas rahasia.
Menurut Kajol, karakter Zooni menjadi salah satu peran paling istimewa dalam perjalanan kariernya. Ia menyebut tokoh tersebut terasa dekat dengan dirinya karena tampil tanpa menggunakan kacamata sepanjang film.
“Sebagian besar kru memakai pakaian musim dingin berbahan bulu angsa, sementara aku tetap harus memakai kostum tipis untuk kebutuhan adegan,” kata Kajol.
Selain cuaca ekstrem, Kajol juga mengungkap fakta menarik terkait produksi film tersebut. Ia menyebut ada lagu yang sempat direkam di Polandia, namun akhirnya tidak digunakan dalam versi akhir film dan diganti dengan proses rekaman ulang di Mumbai.
“Lagu itu akhirnya dibuang dan direkam ulang di Mumbai. Itu menjadi salah satu pengalaman paling unik selama produksi film,” ujarnya.
baca juga:
- Kangana Ranaut Kenang Perjuangan Awal Karier, Berani Menantang Nasib, Siap Bangkit dari Nol
- Warga Kokalukuna Curhat Soal Bansos dan Infrastruktur SaaT Reses DPRD Baubau H Masri
Secara historis, “Fanaa” menjadi salah satu film penting Bollywood pada dekade 2000-an. Film produksi Yash Raj Films itu berhasil mencatat kesuksesan besar di box office India dan internasional. Soundtrack garapan duo Jatin-Lalit juga mendapat sambutan luas melalui lagu-lagu populer seperti “Chand Sifarish” dan “Mere Haath Mein”. Film tersebut turut menandai kembalinya Kajol ke layar lebar setelah vakum beberapa tahun dari industri perfilman India.
Di tingkat internasional, tren syuting film Bollywood di kawasan Eropa Timur, termasuk Polandia, mulai berkembang pada awal 2000-an karena menawarkan lanskap musim dingin yang dramatis dan biaya produksi yang lebih kompetitif dibandingkan Eropa Barat. Selain Kajol dan Aamir Khan, “Fanaa” juga dibintangi Rishi Kapoor, Kirron Kher, dan Tabu. Hingga kini, film tersebut masih dianggap sebagai salah satu drama romantis paling ikonik dalam sejarah perfilman Bollywood modern.(*)
baca berita lainnya:
Priyadarshan Ungkap Kunci Pilih Akshay Kumar di Film Baru
DURASITIMES.COM – Film Bhooth Bangla menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan di industri perfilman India, terutama karena mempertemukan kembali sutradara Priyadarshan dengan aktor Akshay Kumar dalam genre komedi. Kolaborasi ini disebut-sebut berpotensi mengulang kesuksesan karya mereka sebelumnya. “Priyadarshan Ungkap Kunci Pilih Akshay Kumar di Film Baru,”

Kembalinya duet tersebut bukan tanpa alasan. Priyadarshan menilai hubungan kerja yang telah terjalin lama menciptakan chemistry yang kuat, sehingga memudahkan proses produksi serta penyampaian karakter di layar.
Sejak tahap awal pengembangan cerita, Priyadarshan mengaku sudah membayangkan Akshay sebagai tokoh utama. “Sejak awal penulisan naskah, saya sudah melihat karakter ini dimainkan oleh Akshay,” ujarnya dalam sebuah interaksi terbaru.
Ia menjelaskan, keputusan itu diambil karena pengalaman panjang Akshay dalam film komedi dinilai mampu memberikan kedalaman karakter sekaligus menjaga ritme cerita tetap hidup.
“Akshay memiliki pemahaman yang sangat baik tentang ritme komedi. Itu bukan sesuatu yang mudah dimiliki semua aktor,” kata Priyadarshan menegaskan.
Selain pengalaman, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan Akshay dalam menghadirkan humor situasional. Ia dinilai mampu mengeksekusi adegan komedi secara natural tanpa terlihat berlebihan.
Priyadarshan juga menyoroti kekuatan timing komedi sang aktor. “Timing komedi Akshay sangat presisi. Itu yang membuat adegan terasa lebih hidup dan menghibur,” ujarnya.
Menurutnya, energi khas yang dimiliki Akshay mampu memberikan warna tersendiri pada karakter yang dimainkan. Hal tersebut diyakini akan menjadi daya tarik utama dalam film ini.
Secara historis, kolaborasi antara Priyadarshan dan Akshay Kumar telah melahirkan sejumlah film komedi populer di Bollywood, seperti Hera Pheri (2000), Garam Masala (2005), dan Bhool Bhulaiyaa (2007). Film-film tersebut tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga membentuk standar baru dalam genre komedi di India.
Di tingkat internasional, tren film komedi dengan pendekatan slapstick dan situasional seperti yang sering diusung Priyadarshan memiliki akar panjang, mulai dari era Charlie Chaplin hingga perkembangan komedi modern Hollywood. Gaya ini kemudian diadaptasi dalam berbagai industri film, termasuk Bollywood.
Priyadarshan menilai keberhasilan film komedi sangat bergantung pada keseimbangan antara naskah dan performa aktor. “Dalam komedi, aktor adalah kunci. Tanpa eksekusi yang tepat, naskah terbaik sekalipun tidak akan berhasil,” katanya.
Dengan latar belakang tersebut, Bhooth Bangla diharapkan mampu menghadirkan pengalaman hiburan yang segar sekaligus bernuansa klasik bagi penonton. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Bollywood mempertahankan daya tarik genre komedi di tengah dominasi film aksi dan drama.
baca juga:
- Dewi Perssik Tegaskan Sikap soal Isu Dijodohkan dengan Virgoun
- Aamir Khan Akui Terlalu Percaya Diri, Filmnya Laal Singh Chaddha Gagal di Box Office
Hingga kini, belum diumumkan jadwal rilis resmi film tersebut. Namun, antusiasme publik terhadap kembalinya Priyadarshan dan Akshay Kumar sudah terlihat sejak awal pengumuman proyek.
Kolaborasi ini pun dipandang sebagai momentum penting dalam industri film India, sekaligus pengingat bahwa kekuatan cerita dan aktor tetap menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya yang berkesan.(*)

