
Kementrian Agama Busel Pastikan Persiapan Iduladha 1447 H Berjalan Matang, Khatib Iduladha Angkat Tema Keteladanan Siti Hajar dalam Khutbah
Pemda Busel Siapkan 84 Titik Tempat Sholat Idul Adha Tersebar di Tujuh Kecamatan
152 Ekor Sapi dan 178 Ekor Kambing Dikurbankan Tahun 2026 Tersebar Pada Tujuh Kecamatan di Buton Selatan
BUTON SELATAN — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memusatkan pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan SMP Negeri 1 Batauga sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan hari besar keagamaan berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Keputusan itu ditetapkan dalam rapat koordinasi tingkat kabupaten yang digelar menjelang Hari Raya Kurban. “Kementrian Agama Busel Pastikan Persiapan Iduladha 1447 H Berjalan Matang, Khatib Iduladha Angkat Tema Keteladanan Siti Hajar dalam Khutbah.”

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan H Khalifah mengatakan seluruh unsur panitia telah dibagi sesuai fungsi masing-masing, mulai dari pengamanan, penataan lokasi ibadah, hingga pengawasan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. “Untuk tingkat Kabupaten, pelaksanaan salat dipusatkan di Lapangan SMP Negeri 1 Batauga,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurut Khalifah, persiapan Iduladha tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan salat berjemaah, tetapi juga menyangkut aspek pelayanan publik dan kesehatan masyarakat. Aparat kepolisian dilibatkan untuk menjaga ketertiban, sementara panitia dan Kemenag bertugas memastikan arah kiblat, kebersihan lapangan, serta kesiapan sarana ibadah. “Pengamanan juga disiapkan, termasuk penataan lapangan dan arah kiblat yang akan ditentukan oleh tim dari Kemenag,” katanya.
Pada pelaksanaan Iduladha tahun ini, Khalifah juga ditunjuk sebagai khatib. Ia mengungkapkan tema khutbah akan mengangkat keteladanan Siti Hajar sebagai simbol ketangguhan perempuan dalam membangun keluarga dan menjaga keberlangsungan generasi. “Tema khutbah tentang peran perempuan, khususnya meneladani sosok Siti Hajar dalam membangun generasi dan menjaga ketahanan keluarga,” ujarnya.
Dia juga mengatakan pihaknya turut memberi perhatian serius terhadap tata cara penyembelihan hewan kurban agar sesuai syariat Islam dan standar kesehatan. Edukasi kepada masyarakat dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung secara benar, tidak menyiksa hewan, dan memenuhi prinsip higienitas pangan. “Secara syar’i harus terpenuhi, seperti cara penyembelihan yang benar, membaca basmalah, hingga tidak menyiksa hewan,” tutur Khalifah.
Selain itu, distribusi daging kurban diimbau menggunakan wadah yang layak guna menghindari risiko kontaminasi. Menurut Khalifah, kurban bukan hanya ibadah individual, melainkan memiliki dimensi sosial yang kuat karena menyasar masyarakat yang membutuhkan. “Daging kurban harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Di tingkat nasional, pelaksanaan Iduladha dalam beberapa tahun terakhir juga disertai peningkatan pengawasan kesehatan hewan kurban, terutama setelah Indonesia menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian saat itu memperketat lalu lintas ternak dan pemeriksaan kesehatan hewan demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.
baca juga:
- Sapi Brahman 950 Kilogram Bantuan Presiden Untuk Buton Selatan akan Disembelih di Laompo, Bupati H Muh Adios Dijadwalkan Sholat Iduladha 1447 H di Lapangan SMPN 1 Batauga
- ATR/BPN Busel dan Pemda Busel Hadiri Kegiatan Yang Diinisiasi KPK Soal Percepat Integrasi dan …
Secara historis, tradisi kurban telah menjadi bagian penting dalam peradaban Islam sejak masa Nabi Ibrahim AS dan terus berkembang di berbagai negara Muslim dunia. Di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, distribusi daging kurban kini banyak menggunakan sistem digital dan rantai pendingin modern untuk memastikan pemerataan bantuan pangan kepada masyarakat miskin dan wilayah krisis kemanusiaan.
Disisi lain, lanjut Khalifah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cabang Buton Selatan mulai mendorong melakukan pencatatan dan pendataan hewan kurban secara lebih terstruktur guna mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam berkurban setiap tahun. Kemenang berharap seluruh rangkaian Iduladha 1447 Hijriah dapat berlangsung lancar, tertib, dan memberi manfaat sosial yang luas bagi warga di Kabupaten Buton Selatan.(*)
Berikut data titik pelaksanaan shalat idul Adha 2026 pada 7 Kecamatan di Buton Selatan
1. Batauga : 13 titik
2. Sampolawa: 25 titik
3. Lapandewa : 5 titik
4. Kadatua : 12 titik
5. Siompu : 11 titik
6. Siobar: 8 titik
7. Batuatas: 10 titik
Total : 84 titik (Sumber kantor Kementrian Agama Buton Selatan per 25 Mei 2026)
Berikut Data hewan kurban 7 Kecamatan di Biuton Selatan tahun 2026
1. Batauga
Sapi : 68
Kambing : 33
2. Sampolawa
Sapi : 12
Kambing : 13
3. Lapandewa
Sapi : 13
Kambing : 18
4. Kadatua
Sapi : 10 Ekor
Kambing : 89 ekor
5. Siompu
Sapi : 30
Kambing : 3
6. Siompu Barat
Sapi : 8
Kambing : 12
7. Batu Atas
Sapi : 11 Ekor
Kambing : 10 ekor.
Total:
Sapi : 152 ekor
Kambing : 178 ekor (Sumber kantor Kementrian Agama Buton Selatan per 25 Mei 2026)
Baca Berita lainnya:
Meski Sudah Miliki SKKH Resmi, Dinas Pertanian Buton Selatan Pastikan Sapi Brahman Bantuan Presiden Prabowo Dicek Lagi Kesehatan Fisiknya Sebelum Disembelih
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Dinas Pertanian Kabupaten Buton Selatan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, termasuk terhadap sapi bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dijadwalkan tiba pada Senin (25/5/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban aman dan layak dikonsumsi masyarakat. “Meski Sudah Miliki SKKH Resmi, Dinas Pertanian Buton Selatan Pastikan Sapi Brahman Bantuan Presiden Prabowo Dicek Lagi Kesehatan Fisiknya Sebelum Disembelih,”

Dokter Hewan Dinas Pertanian Buton Selatan, drh Elin Shelinda Muhrizaf mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh mulai sebelum penyembelihan hingga sesudah pemotongan. Pemeriksaan itu mencakup kondisi fisik hewan, organ dalam, hingga kelayakan daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan tetap sehat setelah perjalanan dan tidak mengalami gangguan kesehatan,” kata Elin, Senin (25/5/2026).
Menurut Elin, sapi bantuan presiden berasal dari Kabupaten Muna dan telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal sebelum dikirim ke Buton Selatan. Sapi tersebut dijadwalkan tiba sekitar pukul 17.00 WITA dan langsung ditempatkan di wilayah Laompo.
Ia menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan sehari sebelum penyembelihan dengan mengecek kondisi tubuh hewan, luka fisik, hingga tingkat kebugaran sapi. Setelah penyembelihan, tim kesehatan hewan kembali melakukan pemeriksaan postmortem terhadap organ jeroan seperti paru-paru, jantung, hati, dan saluran pencernaan.

“Kalau ditemukan cacing hati atau nanah pada organ dalam, bagian tersebut harus diafkir dan tidak boleh dikonsumsi,” ujarnya.
Pengawasan hewan kurban di Buton Selatan juga melibatkan para penyuluh lapangan. Langkah itu ditempuh karena keterbatasan jumlah dokter hewan di daerah tersebut yang saat ini hanya satu orang. Para penyuluh ditugaskan melakukan pendataan serta pemantauan hewan kurban di masjid-masjid menggunakan formulir standar pelaporan.
“Terimakasih dan apresiasi kepada penyuluh pertanian sudah menjadi garda terdepan dalam pemantauan pemotongan hewan kurban,” ucap drh Elin Shelinda Muhrizaf
Secara nasional, pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian pemerintah setiap menjelang Iduladha sejak merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022. Saat itu, Kementerian Pertanian memperketat distribusi ternak antardaerah untuk mencegah penularan penyakit pada hewan kurban. Di tingkat internasional, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau World Organisation for Animal Health (WOAH) juga mendorong negara-negara meningkatkan biosekuriti dan pemeriksaan veteriner pada momentum perayaan keagamaan yang melibatkan distribusi hewan ternak dalam jumlah besar.
Elin menambahkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Buton Selatan, baik sapi maupun kambing dari luar daerah, diwajibkan memiliki SKKH sebagai bukti telah melewati pemeriksaan kesehatan resmi dari dokter hewan.
baca juga:
- ATR/BPN Busel dan Pemda Busel Hadiri Kegiatan Yang Diinisiasi KPK Soal Percepat Integrasi Data BPHTB, Sinkronisasi NIB dan NOP Juga Dipercepat demi Kepastian Hukum Masyarakat
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sidak OPD, Ingatkan ASN Soal Integritas Kerja
“Wilayah Buton Selatan cukup luas sehingga kami bekerja sama dengan penyuluh untuk memastikan seluruh hewan kurban yang ada di masjid tetap terpantau kesehatannya,” katanya.
Hingga kini pun, lanjutnya, Kabupaten Buton Selatan belum memiliki Rumah Potong Hewan (RPH), sehingga pemotongan resmi ternak masih dilakukan di Baubau. Namun pada momentum Iduladha, lanjutnya lagi, penyembelihan hewan kurban umumnya dilaksanakan langsung di masjid-masjid dengan pengawasan dari petugas kesehatan hewan.(*)
