KOTA BAUBAUSULTRA

Pemkot Baubau Peroleh WTP ke-12 Secara Beruntun dari BPK RI, Perkuat Reputasi Tata Kelola Keuangan

SULTRA, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadikan Baubau sebagai salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang konsisten meraih opini tertinggi audit keuangan selama 12 kali berturut-turut. “Pemkot Baubau Peroleh WTP ke-12 Secara Beruntun dari BPK RI, Perkuat Reputasi Tata Kelola Keuangan,”

Pemkot Baubau Peroleh WTP ke-12 Secara Beruntun dari BPK RI, Perkuat Reputasi Tata Kelola Keuangan
Pemkot Baubau Peroleh WTP ke-12 Secara Beruntun dari BPK RI, Perkuat Reputasi Tata Kelola Keuangan

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan BPK-RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (26/5/2026), dan dihadiri para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara. Dari jajaran Pemerintah Kota Baubau hadir Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, Plt Kepala BPKAD Sri Salmiaty, serta Plt Inspektur Kota Baubau La Ode Aswad.

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Menurut dia, opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan indikator penting atas kualitas tata kelola pemerintahan.

“Laporan hasil pemeriksaan ini menjadi acuan penting bagi kami untuk terus menyempurnakan pengelolaan keuangan daerah agar semakin transparan, profesional, dan akuntabel,” ujar Yusran Fahim dalam sambutannya di Kendari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Tenggara Dr Dadek Nademar beserta seluruh jajaran auditor yang selama ini memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Baubau. “Kami berterima kasih atas pendampingan dan evaluasi yang terus diberikan BPK sehingga tata kelola keuangan daerah dapat berjalan sesuai regulasi,” katanya.

Secara nasional, opini WTP merupakan predikat tertinggi yang diberikan BPK terhadap laporan keuangan pemerintah berdasarkan empat indikator utama, yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal. Dalam satu dekade terakhir, pemerintah pusat terus mendorong reformasi birokrasi dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah guna memperkuat transparansi fiskal di seluruh Indonesia.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan tren peningkatan jumlah pemerintah daerah yang meraih opini WTP sejak era reformasi pengelolaan keuangan negara dimulai pasca-terbitnya Undang-Undang Keuangan Negara Tahun 2003. Pada awal penerapan sistem audit modern, hanya sebagian kecil daerah yang mampu memperoleh opini WTP. Namun kini, mayoritas pemerintah daerah berhasil mencapainya meski tantangan pengawasan dan kualitas belanja publik tetap menjadi perhatian utama.

baca juga:

  1. Fasilitas Lengkap, Laboratorium Kesehatan Baubau Layani Pemeriksaan Klinik hingga Lingkungan untuk Wilayah Kepulauan Buton
  2. DASHAT Jadi Garda Terdepan Tekan Angka Stunting di Kota Baubau

Di tingkat internasional, transparansi anggaran dan akuntabilitas fiskal menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tata kelola pemerintahan modern. Organisasi internasional seperti World Bank dan International Monetary Fund (IMF) menempatkan penguatan sistem audit serta pengawasan keuangan publik sebagai bagian penting dalam mendorong kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi daerah.

Dengan raihan WTP ke-12 secara beruntun, Pemerintah Kota Baubau dinilai berhasil menjaga konsistensi tata kelola keuangan di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Yusran Fahim.(*)

baca berita lainnya:

Mohamad Tasdik Buka POPDA Baubau 2026, Tekankan Fair Play Atlet

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau resmi menggelar Pekan  Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Kota Baubau Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet usia pelajar sekaligus penjaringan bibit muda berprestasi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi hingga nasional. “Mohamad Tasdik Buka POPDA Baubau 2026, Tekankan Fair Play Atlet,”

Olahraga

 

Mohamad Tasdik Buka POPDA Baubau 2026, Tekankan Fair Play Atlet
Mohamad Tasdik Buka POPDA Baubau 2026, Tekankan Fair Play Atlet

Pembukaan ajang olahraga pelajar tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Mohamad Tasdik, yang hadir mewakili Wali Kota Baubau. Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Kota Baubau.

Dalam sambutannya, Mohamad Tasdik menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi keberhasilan pembinaan olahraga pelajar di daerah.

“POPDA 2026 ini menjadi ajang evaluasi untuk mengukur capaian prestasi atlet pelajar kita. Pembinaan olahraga harus dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kota, provinsi hingga nasional,” ujar Mohamad Tasdik.

Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi olahraga di tingkat pelajar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan sportivitas.

4 3

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Baubau tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kota Baubau pada berbagai ajang olahraga di masa mendatang.

Mohamad Tasdik mengatakan, Pemerintah Kota Baubau memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan POPDA, mulai dari panitia penyelenggara, guru pendamping, pelatih, wasit hingga juri pertandingan.

“Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet muda yang mampu membawa nama Baubau lebih dikenal di tingkat nasional,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan hal lumrah dalam kompetisi olahraga.

“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang paling penting adalah sportivitas dan profesionalisme harus tetap dijaga,” tegasnya.

Selain peserta, perangkat pertandingan juga diminta bekerja secara profesional dan adil dalam mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku demi menjaga kualitas kompetisi.

“Wasit dan juri harus bertindak tegas, objektif, dan adil agar pertandingan berjalan berkualitas dan dipercaya semua pihak,” tambah Mohamad Tasdik.

Secara historis, POPDA merupakan bagian dari sistem pembinaan olahraga pelajar yang telah lama diterapkan di Indonesia. Program kompetisi pelajar antardaerah mulai berkembang sejak era 1980-an sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini sebelum memasuki ajang yang lebih besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kompetisi internasional.

Olahraga

Di tingkat nasional, banyak atlet Indonesia lahir dari kompetisi olahraga pelajar dan pembinaan usia muda. Sejumlah nama besar seperti legenda bulu tangkis Susi Susanti dan Alan Budikusuma diketahui meniti karier dari pembinaan olahraga sejak usia sekolah sebelum akhirnya mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

baca juga:

  1. SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra
  2. Gubernur Sultra ASR Temui dan Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Soal Lahan Mako …

Sementara secara internasional, sistem kompetisi olahraga pelajar juga menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet muda di berbagai negara. Ajang seperti Youth Olympic Games yang digagas International Olympic Committee menjadi contoh bagaimana pembinaan usia muda dipersiapkan untuk mencetak atlet profesional dan berprestasi global.

Pemerintah Kota Baubau berharap POPDA 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang sehat, kompetitif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah melalui prestasi olahraga.

Melalui pelaksanaan POPDA tahun ini, sinergi antara pemerintah, sekolah, pelatih, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengembangan olahraga pelajar di Kota Baubau secara berkelanjutan.(*)

Visited 11 times, 11 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *