Suasana Haru Warnai Pelepasan 135 Calon Jemaah Haji Asal Kota Baubau, Wawali Baubau Minta Jemaah Utamakan Kesehatan dan jaga Nama Baik Daerah Selama di Tana Suci
BAUBAU, DURASITIMES.COM — Pemerintah Kota Baubau resmi melepas keberangkatan 135 calon jemaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Senin (11/05/2026). Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, disaksikan keluarga jemaah, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Suasana Haru Warnai Pelepasan 135 Calon Jemaah Haji Asal Kota Baubau, Wawali Baubau Minta Jemaah Utamakan Kesehatan dan jaga Nama Baik Daerah Selama di Tana Suci,”
Momentum pelepasan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menandai dimulainya perjalanan spiritual ratusan warga Baubau menuju Tanah Suci Mekah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Suasana haru tampak menyelimuti aula ketika para jemaah berpamitan dengan keluarga sebelum bertolak menuju embarkasi.
Dalam sambutannya, Wa Ode Hamsinah Bolu mengingatkan para calon jemaah agar menjaga niat dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental selama menjalankan ibadah haji. Menurut dia, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan suci yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia.
“Haji merupakan ibadah yang memiliki makna spiritual sangat mendalam. Melalui ibadah haji, seorang muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membersihkan diri dari dosa dan kesalahan,” ujar Wa Ode Hamsinah Bolu di hadapan para calon jemaah.
Ia meminta seluruh jemaah memanfaatkan kesempatan berhaji dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Para jemaah juga diminta untuk sementara meninggalkan berbagai urusan duniawi agar dapat fokus menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Selain kesiapan spiritual, Wakil Wali Kota Baubau menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji memerlukan stamina yang baik mengingat padatnya aktivitas dan cuaca ekstrem di Arab Saudi yang kerap mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada musim panas.
“Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunnah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Utamakan rukun dan wajib haji,” katanya.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga pola makan, rutin mengonsumsi obat-obatan pribadi, memperbanyak istirahat, serta melakukan olahraga ringan agar kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah.

Di sisi lain, Wa Ode Hamsinah Bolu menegaskan bahwa para jemaah haji merupakan representasi daerah dan bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Karena itu, seluruh jemaah diminta menjaga sikap, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi tata krama selama berada di Tanah Suci.
“Para jemaah adalah duta bangsa dan duta daerah. Tunjukkan sikap sopan santun, disiplin, serta saling membantu, terutama kepada jemaah lanjut usia,” ujarnya.
Menurut data Kementerian Agama RI, Indonesia hingga kini masih menjadi negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kuota haji Indonesia berkisar lebih dari 220 ribu jemaah setiap musim haji. Sementara Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji, termasuk pengembangan kawasan Masjidil Haram dan sistem digital pelayanan jemaah internasional.
Secara historis, pelaksanaan ibadah haji telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu dan menjadi salah satu pertemuan umat Islam terbesar di dunia. Dalam catatan sejarah Indonesia, keberangkatan jemaah haji Nusantara sudah dilakukan sejak abad ke-16 melalui jalur pelayaran laut yang memakan waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya berkembang menggunakan transportasi udara modern seperti saat ini.
baca juga:
- Kelulusan SMK Negeri 3 Baubau Capai 100 Persen, Tata Busana Jadi Jurusan Favorit
- Gubernur Sultra ASR Temui dan Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Soal Lahan Mako …
Bagi masyarakat Indonesia, ibadah haji juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Gelar haji sering kali dipandang sebagai simbol keberhasilan spiritual dan keteladanan moral di lingkungan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah rutin memberikan pembekalan kepada calon jemaah agar mampu menjalankan ibadah dengan baik dan kembali menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Baubau turut menitipkan doa kepada seluruh jemaah agar mendoakan Kota Baubau tetap aman, damai, dan sejahtera. Ia berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur dan mabrurah.
Pelepasan jemaah haji tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Sejumlah keluarga tampak menitikkan air mata saat para calon jemaah bersiap meninggalkan lokasi acara menuju tahapan keberangkatan berikutnya.(*)
baca berita lainnya:
Mohamad Tasdik Buka POPDA Baubau 2026, Tekankan Fair Play Atlet
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau resmi menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Kota Baubau Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet usia pelajar sekaligus penjaringan bibit muda berprestasi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi hingga nasional. “Mohamad Tasdik Buka POPDA Baubau 2026, Tekankan Fair Play Atlet,”

Pembukaan ajang olahraga pelajar tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Mohamad Tasdik, yang hadir mewakili Wali Kota Baubau. Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Kota Baubau.
Dalam sambutannya, Mohamad Tasdik menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi keberhasilan pembinaan olahraga pelajar di daerah.
“POPDA 2026 ini menjadi ajang evaluasi untuk mengukur capaian prestasi atlet pelajar kita. Pembinaan olahraga harus dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kota, provinsi hingga nasional,” ujar Mohamad Tasdik.
Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi olahraga di tingkat pelajar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan sportivitas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Baubau tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kota Baubau pada berbagai ajang olahraga di masa mendatang.
Mohamad Tasdik mengatakan, Pemerintah Kota Baubau memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan POPDA, mulai dari panitia penyelenggara, guru pendamping, pelatih, wasit hingga juri pertandingan.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet muda yang mampu membawa nama Baubau lebih dikenal di tingkat nasional,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan hal lumrah dalam kompetisi olahraga.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang paling penting adalah sportivitas dan profesionalisme harus tetap dijaga,” tegasnya.
Selain peserta, perangkat pertandingan juga diminta bekerja secara profesional dan adil dalam mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku demi menjaga kualitas kompetisi.
“Wasit dan juri harus bertindak tegas, objektif, dan adil agar pertandingan berjalan berkualitas dan dipercaya semua pihak,” tambah Mohamad Tasdik.
Secara historis, POPDA merupakan bagian dari sistem pembinaan olahraga pelajar yang telah lama diterapkan di Indonesia. Program kompetisi pelajar antardaerah mulai berkembang sejak era 1980-an sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini sebelum memasuki ajang yang lebih besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kompetisi internasional.
Di tingkat nasional, banyak atlet Indonesia lahir dari kompetisi olahraga pelajar dan pembinaan usia muda. Sejumlah nama besar seperti legenda bulu tangkis Susi Susanti dan Alan Budikusuma diketahui meniti karier dari pembinaan olahraga sejak usia sekolah sebelum akhirnya mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
baca juga:
- SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra
- Gubernur Sultra ASR Temui dan Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Soal Lahan Mako …
Sementara secara internasional, sistem kompetisi olahraga pelajar juga menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet muda di berbagai negara. Ajang seperti Youth Olympic Games yang digagas International Olympic Committee menjadi contoh bagaimana pembinaan usia muda dipersiapkan untuk mencetak atlet profesional dan berprestasi global.
Pemerintah Kota Baubau berharap POPDA 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang sehat, kompetitif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah melalui prestasi olahraga.
Melalui pelaksanaan POPDA tahun ini, sinergi antara pemerintah, sekolah, pelatih, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengembangan olahraga pelajar di Kota Baubau secara berkelanjutan.(*)



