Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Lepas 25 Jamaah Haji Busel 2026, Titip Doa untuk Daerah, Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan secara resmi melepas calon jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat, hangat, dan penuh nuansa spiritual, Selasa. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Buton Selatan, H Muhammad Adios bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Lepas 25 Jamaah Haji Busel 2026, Titip Doa untuk Daerah, Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci,”

Pelepasan tersebut menjadi momentum penting yang menandai dimulainya perjalanan suci para jamaah menuju Tanah Suci. Tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi para calon jamaah, kegiatan ini juga menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Buton Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual yang menuntut kesiapan mental, kesabaran, dan keikhlasan yang mendalam. “Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan jasmani, tetapi perjalanan rohani yang menuntut keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, niat yang tulus menjadi fondasi utama dalam meraih predikat haji mabrur. Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat perbedaan iklim dan aktivitas ibadah yang cukup padat.
“Saya mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kesehatan fisik dan mental, serta segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami gangguan,” katanya. Bupati turut membagikan pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji 14 tahun silam. Ia menekankan bahwa koordinasi dan kepatuhan terhadap petugas sangat membantu kelancaran ibadah.
“Saya pernah merasakan hal yang sama. Jika ada keluhan, segera sampaikan kepada petugas. Mereka sudah disiapkan untuk membantu. Saya 14 tahun yang lalu pernah merasakan seperti itu. Kalau ada rasa-rasa sedikit cepat koordinasi dengan petugas kesehatan. Di sana sudah disiapkan segalanya. Ini pengalaman waktu itu saat ditunjuk jadi ketua pengurus jamaah. Jadi tugas saya mendahulukan jamaah haji baru saya.
” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan solidaritas antarjamaah, khususnya dalam membantu jamaah lanjut usia selama pelaksanaan ibadah.
“Jaga kebersamaan dan saling tolong-menolong. Bapak dan ibu membawa nama daerah, jadi tunjukkan sikap yang baik,” ujarnya. Lebih jauh, Bupati menitipkan pesan agar para jamaah turut mendoakan Kabupaten Buton Selatan di tempat-tempat mustajab selama menjalankan ibadah haji.
“Doakan daerah kita agar selalu dilindungi, diberikan kesejahteraan, dan kemajuan pembangunan,” katanya.
Secara historis, penyelenggaraan ibadah haji telah menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam di Indonesia sejak abad ke-19, bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, dengan kuota yang setiap tahunnya ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Dalam konteks global, ibadah haji menjadi salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia yang mempertemukan jutaan umat Islam dari berbagai negara. Data internasional menunjukkan bahwa jumlah jamaah haji setiap tahun dapat mencapai lebih dari dua juta orang, menjadikannya simbol persatuan umat Islam lintas bangsa.
Sementara itu, secara nasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama terus melakukan peningkatan layanan haji dari tahun ke tahun, termasuk dalam aspek kesehatan, transportasi, dan akomodasi jamaah.
Di Buton Selatan sendiri, pelepasan jamaah haji menjadi tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan secara khidmat, sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual pemerintah daerah kepada warganya yang akan menunaikan ibadah. Acara pelepasan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sesekali, Bupati menyampaikan candaan ringan yang membuat suasana menjadi lebih cair dan penuh senyum.
baca juga:
- La Amiru: Sekolah di Buton Selatan Perkuat Teknologi dan Revitalisasi di Momentum Hardiknas 2026
- Persiapan Keberangkatan 25 Haji Buton Selatan 90 Persen Rampung, Nurhayati: Waspada Modus…
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Sekretariat Daerah, para kepala OPD, unsur TNI-Polri, serta organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Dekranasda.
Di penghujung acara, Bupati secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji dengan harapan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur. “Akhirbnya kita memphon ridho Allah SWT…bismilahirahmanirohim..dengan ini saya nyatakan Jamah Haji Buton Selatan 2026 di lepas dengan resmi. Sebagai penutup mari kita aminkan doa dan harapan dalam pantun berikut ini:
mengutai doa di malam kelam, mohon ridho sang maha penyayang, doa kami setulus alam, Selamat Malam jamah Yang Tersayang” (*)
Galeri Foto
baca berita lainnya:
Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus mendorong percepatan pembangunan wilayah pesisir melalui penguatan infrastruktur dan pemberdayaan nelayan. Upaya ini ditandai dengan kunjungan langsung Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., MBA ke Pulau Siompu, Minggu (3/5/2026), untuk meninjau kondisi pelabuhan serta kesiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. “Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat,”

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Adios bersama rombongan lebih dahulu meninjau Desa Lamaninggara guna melihat proses pengambilan data topografi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan kawasan nelayan berbasis program nasional.
Kegiatan itu berlangsung bersamaan dengan kehadiran tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Perikanan Buton Selatan yang tengah melakukan pengukuran desain lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Buton Selatan, Nafiruddin mengatakan keterlibatan langsung kepala daerah menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi program tersebut.
“Bupati menyempatkan diri bertemu langsung dengan masyarakat nelayan di Pulau Siompu. Saat itu tim KKP dan Dinas Perikanan sedang melakukan pengambilan desain topografi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurut Nafiruddin, pengawalan langsung oleh kepala daerah menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan masyarakat pesisir memperoleh manfaat dari program strategis nasional tersebut.
“Sejauh ini, Bupati terus mengawal agar masyarakat nelayan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” tambahnya.
Selain agenda tersebut, Bupati Adios juga melakukan peninjauan ke Pelabuhan Lalole di Desa Lalole, Kecamatan Siompu Barat, usai menghadiri kegiatan Walimatussafar Haji di wilayah setempat.
Dalam peninjauan itu, ia menemukan kondisi pelabuhan yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai tidak lagi layak digunakan secara optimal oleh masyarakat.
“Saya kaget melihat kondisi pelabuhan ini. Masyarakat sebenarnya sudah berupaya, bahkan membangun talud secara swadaya,” kata Adios.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam penanganan infrastruktur tersebut, sehingga pemerintah daerah harus mengandalkan dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi.
“Kita tidak bisa mengharapkan APBD karena kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Ini akan kami ajukan ke balai provinsi dan juga ke pusat,” ujarnya.
Bupati Adios menambahkan, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai akses utama mobilitas orang dan distribusi logistik di wilayah kepulauan seperti Buton Selatan
Karena itu, pemerintah daerah tetap berkomitmen memperjuangkan perbaikan infrastruktur tersebut melalui sinergi lintas pemerintahan
“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama infrastruktur vital seperti pelabuhan ini,” tegasnya.
Secara historis, pembangunan infrastruktur pelabuhan di Indonesia telah menjadi bagian penting dari kebijakan nasional sejak era Orde Baru hingga pemerintahan modern, terutama melalui program tol laut yang diperkuat pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah.
Di tingkat global, penguatan infrastruktur pesisir dan pelabuhan juga menjadi perhatian dalam agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDGs), khususnya tujuan ke-9 tentang infrastruktur dan tujuan ke-14 mengenai ekosistem laut.
Dalam konteks tersebut, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pendekatan terintegrasi antara infrastruktur, ekonomi, dan sosial.
Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menilai program ini sebagai peluang besar untuk mendorong transformasi ekonomi nelayan, terutama di wilayah kepulauan seperti Siompu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.
baca juga:
- 87 Calon Jamaah Haji Baubau Ikuti Tes Fisik, Dinkes Tekankan Pentingnya Stamina
- Persiapan Keberangkatan 25 Haji Buton Selatan 90 Persen Rampung, Nurhayati: Waspada Modus
Melalui kombinasi antara pembangunan pelabuhan dan pengembangan kawasan nelayan, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam mengatasi ketimpangan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh program tersebut dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.(*)











