Kabupaten Buton SelatanSULTRA

BPMD Busel Rampungkan Administrasi Pengisian Jabatan 15 Kades, Rencana Dilantik 6 Mei 2026

BUTON SELATAN, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pemerintahan desa dengan memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan, menyusul berakhirnya masa jabatan 15 kepala desa pada 15 April 2026. BPMD Busel Rampungkan Administrasi Pengisian Jabatan 15 Kades, Rencana Dilantik 6 Mei 2026,”

"BPMD Busel Rampungkan Administrasi Pengisian Jabatan 15 Kades, Rencana Dilantik 6 Mei 2026,"
“BPMD Busel Rampungkan Administrasi Pengisian Jabatan 15 Kades, Rencana Dilantik 6 Mei 2026,”

 

Langkah antisipatif dilakukan melalui penunjukan penjabat (Pj) kepala desa dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai siap menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Basri, mengungkapkan bahwa seluruh proses administratif pengisian jabatan telah diselesaikan dan kini tinggal menunggu pelantikan resmi.

“Seluruh tahapan administrasi sudah rampung. Kami tinggal menunggu jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan,” kata Basri, Selasa (5/5/2026).

Pelantikan para penjabat kepala desa tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan koordinasi lintas perangkat daerah.

Menurut Basri, penunjukan penjabat kepala desa merupakan kewenangan kepala daerah, dalam hal ini Bupati Buton Selatan H Muh Adios, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

“Ketika terjadi kekosongan jabatan kepala desa definitif, kepala daerah berwenang menunjuk penjabat dari unsur ASN,” ujarnya.

Dalam proses penentuan, pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga faktor geografis dan kedekatan domisili calon pejabat dengan wilayah tugasnya.

“Kami mengutamakan ASN yang berasal dari wilayah terdekat, agar lebih memahami kondisi sosial masyarakat dan dapat bekerja lebih efektif,” tambahnya.

Ia menjelaskan, masa jabatan penjabat kepala desa bersifat sementara, yakni paling lama 12 bulan atau hingga terpilihnya kepala desa definitif melalui mekanisme yang berlaku.

“Penjabat bisa menjabat maksimal satu tahun atau sampai ada kepala desa definitif, bahkan dapat diganti sesuai keputusan bupati,” jelas Basri.

Secara historis, mekanisme penunjukan penjabat kepala desa telah lama menjadi bagian dari sistem pemerintahan desa di Indonesia, terutama sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur tata kelola pemerintahan desa, termasuk pengisian jabatan sementara.

Dalam konteks nasional, praktik penunjukan pejabat sementara juga diterapkan pada berbagai level pemerintahan, seperti penjabat kepala daerah yang ditunjuk saat terjadi kekosongan jabatan akibat berakhirnya masa jabatan atau proses pemilihan.

baca juga:

  1. Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat
  2. Hardiknas 2026, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tekankan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Secara global, model serupa dikenal dalam sistem pemerintahan lokal di sejumlah negara, di mana pejabat sementara atau caretaker government ditunjuk untuk menjamin kesinambungan administrasi hingga pemimpin definitif terpilih.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan, sekaligus menjaga keberlangsungan program pembangunan desa.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa transisi kepemimpinan di tingkat desa tidak menghambat aktivitas pemerintahan maupun pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.(*)

baca berita lainnya:

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Lepas 25 Jamaah Haji Busel 2026, Titip Doa untuk Daerah, Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan secara resmi melepas calon jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat, hangat, dan penuh nuansa spiritual, Selasa. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Buton Selatan, H Muhammad Adios bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Lepas Jamaah 25 Haji Busel 2026, Titip Doa untuk Daerah, Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Lepas Jamaah 25 Haji Busel 2026, Titip Doa untuk Daerah, Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Lepas Jamaah 25 Haji Busel 2026, Titip Doa untuk Daerah, Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci

Pelepasan tersebut menjadi momentum penting yang menandai dimulainya perjalanan suci para jamaah menuju Tanah Suci. Tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi para calon jamaah, kegiatan ini juga menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Buton Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual yang menuntut kesiapan mental, kesabaran, dan keikhlasan yang mendalam. “Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan jasmani, tetapi perjalanan rohani yang menuntut keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, niat yang tulus menjadi fondasi utama dalam meraih predikat haji mabrur. Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat perbedaan iklim dan aktivitas ibadah yang cukup padat.

“Saya mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kesehatan fisik dan mental, serta segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami gangguan,” katanya. Bupati turut membagikan pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji 14 tahun silam. Ia menekankan bahwa koordinasi dan kepatuhan terhadap petugas sangat membantu kelancaran ibadah.

“Saya pernah merasakan hal yang sama. Jika ada keluhan, segera sampaikan kepada petugas. Mereka sudah disiapkan untuk membantu. Saya 14 tahun yang lalu pernah merasakan seperti itu. Kalau ada rasa-rasa sedikit cepat koordinasi dengan petugas kesehatan. Di sana sudah disiapkan segalanya. Ini pengalaman waktu itu saat ditunjuk jadi ketua pengurus jamaah. Jadi tugas saya mendahulukan jamaah haji baru saya.
” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan solidaritas antarjamaah, khususnya dalam membantu jamaah lanjut usia selama pelaksanaan ibadah.

Temukan lebih banyak
OLAH RAGA
POLITIK
Olahraga

“Jaga kebersamaan dan saling tolong-menolong. Bapak dan ibu membawa nama daerah, jadi tunjukkan sikap yang baik,” ujarnya. Lebih jauh, Bupati menitipkan pesan agar para jamaah turut mendoakan Kabupaten Buton Selatan di tempat-tempat mustajab selama menjalankan ibadah haji.

“Doakan daerah kita agar selalu dilindungi, diberikan kesejahteraan, dan kemajuan pembangunan,” katanya.

Secara historis, penyelenggaraan ibadah haji telah menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam di Indonesia sejak abad ke-19, bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, dengan kuota yang setiap tahunnya ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dalam konteks global, ibadah haji menjadi salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia yang mempertemukan jutaan umat Islam dari berbagai negara. Data internasional menunjukkan bahwa jumlah jamaah haji setiap tahun dapat mencapai lebih dari dua juta orang, menjadikannya simbol persatuan umat Islam lintas bangsa.

Sementara itu, secara nasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama terus melakukan peningkatan layanan haji dari tahun ke tahun, termasuk dalam aspek kesehatan, transportasi, dan akomodasi jamaah.

Di Buton Selatan sendiri, pelepasan jamaah haji menjadi tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan secara khidmat, sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual pemerintah daerah kepada warganya yang akan menunaikan ibadah. Acara pelepasan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sesekali, Bupati menyampaikan candaan ringan yang membuat suasana menjadi lebih cair dan penuh senyum.

baca juga:

  1. La Amiru: Sekolah di Buton Selatan Perkuat Teknologi dan Revitalisasi di Momentum Hardiknas 2026
  2. Persiapan Keberangkatan 25 Haji Buton Selatan 90 Persen Rampung, Nurhayati: Waspada Modus

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Sekretariat Daerah, para kepala OPD, unsur TNI-Polri, serta organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Dekranasda.

Di penghujung acara, Bupati secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji dengan harapan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur. “Akhirbnya kita memphon ridho Allah SWT…bismilahirahmanirohim..dengan ini saya nyatakan Jamah Haji Buton Selatan 2026 di lepas dengan resmi. Sebagai penutup mari kita aminkan doa dan harapan dalam pantun berikut ini:
mengutai doa di malam kelam, mohon ridho sang maha penyayang, doa kami setulus alam, Selamat Malam jamah Yang Tersayang” (*)

Visited 30 times, 30 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *