Kabupaten Buton SelatanSULTRA

Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM  — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus mendorong percepatan pembangunan wilayah pesisir melalui penguatan infrastruktur dan pemberdayaan nelayan. Upaya ini ditandai dengan kunjungan langsung Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., MBA ke Pulau Siompu, Minggu (3/5/2026), untuk meninjau kondisi pelabuhan serta kesiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. “Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat,”

Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat
Langkah Nyata Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dari Pelabuhan Rusak di Siompu ke Kampung Nelayan, Siapkan Usulan Perbaikan ke Pusat

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Adios bersama rombongan lebih dahulu meninjau Desa Lamaninggara guna melihat proses pengambilan data topografi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan kawasan nelayan berbasis program nasional.

Kegiatan itu berlangsung bersamaan dengan kehadiran tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Perikanan Buton Selatan yang tengah melakukan pengukuran desain lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Buton Selatan, Nafiruddin mengatakan keterlibatan langsung kepala daerah menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi program tersebut.

“Bupati menyempatkan diri bertemu langsung dengan masyarakat nelayan di Pulau Siompu. Saat itu tim KKP dan Dinas Perikanan sedang melakukan pengambilan desain topografi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Nafiruddin, pengawalan langsung oleh kepala daerah menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan masyarakat pesisir memperoleh manfaat dari program strategis nasional tersebut.

“Sejauh ini, Bupati terus mengawal agar masyarakat nelayan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” tambahnya.

Selain agenda tersebut, Bupati Adios juga melakukan peninjauan ke Pelabuhan Lalole di Desa Lalole, Kecamatan Siompu Barat, usai menghadiri kegiatan Walimatussafar Haji di wilayah setempat.

Dalam peninjauan itu, ia menemukan kondisi pelabuhan yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai tidak lagi layak digunakan secara optimal oleh masyarakat.

“Saya kaget melihat kondisi pelabuhan ini. Masyarakat sebenarnya sudah berupaya, bahkan membangun talud secara swadaya,” kata Adios.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam penanganan infrastruktur tersebut, sehingga pemerintah daerah harus mengandalkan dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi.

“Kita tidak bisa mengharapkan APBD karena kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Ini akan kami ajukan ke balai provinsi dan juga ke pusat,” ujarnya.

Bupati Adios menambahkan, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai akses utama mobilitas orang dan distribusi logistik di wilayah kepulauan seperti Buton Selatan.

Karena itu, pemerintah daerah tetap berkomitmen memperjuangkan perbaikan infrastruktur tersebut melalui sinergi lintas pemerintahan.

“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama infrastruktur vital seperti pelabuhan ini,” tegasnya.

Secara historis, pembangunan infrastruktur pelabuhan di Indonesia telah menjadi bagian penting dari kebijakan nasional sejak era Orde Baru hingga pemerintahan modern, terutama melalui program tol laut yang diperkuat pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah.

Di tingkat global, penguatan infrastruktur pesisir dan pelabuhan juga menjadi perhatian dalam agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDGs), khususnya tujuan ke-9 tentang infrastruktur dan tujuan ke-14 mengenai ekosistem laut.

Dalam konteks tersebut, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pendekatan terintegrasi antara infrastruktur, ekonomi, dan sosial.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menilai program ini sebagai peluang besar untuk mendorong transformasi ekonomi nelayan, terutama di wilayah kepulauan seperti Siompu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.

baca juga:

  1. 87 Calon Jamaah Haji Baubau Ikuti Tes Fisik, Dinkes Tekankan Pentingnya Stamina
  2. Persiapan Keberangkatan 25 Haji Buton Selatan 90 Persen Rampung, Nurhayati: Waspada Modus

 

Melalui kombinasi antara pembangunan pelabuhan dan pengembangan kawasan nelayan, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam mengatasi ketimpangan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh program tersebut dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.(*)

baca berita lainnya:

La Amiru: Sekolah di Buton Selatan Perkuat Teknologi dan Revitalisasi di Momentum Hardiknas 2026

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk mempercepat transformasi pendidikan melalui penguatan literasi, digitalisasi pembelajaran, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. “La Amiru: Sekolah di Buton Selatan Perkuat Teknologi dan Revitalisasi di Momentum Hardiknas 2026,”

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Busel, La Amiru SPd. bersama Kadis Kesbangpol Busel La Makiki ketika menghadiri peringatan Hardiknas 2026
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Busel, La Amiru SPd. bersama Kadis Kesbangpol Busel La Makiki ketika menghadiri peringatan Hardiknas 2026

Langkah tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis yang difokuskan pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), termasuk peningkatan kualitas pembelajaran dan revitalisasi sarana pendidikan.

Di tengah dorongan modernisasi pendidikan, Dinas Pendidikan Buton Selatan juga menegaskan pentingnya penguatan kompetensi dasar siswa, terutama dalam aspek literasi dan numerasi sebagai fondasi pembelajaran abad ke-21.

“Literasi tidak hanya membaca, tetapi memahami dan menganalisis informasi. Sementara numerasi adalah kemampuan berpikir logis berbasis angka,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Busel, La Amiru SPd.

Upaya tersebut diperkuat dengan dukungan teknologi pendidikan berupa papan interaktif digital yang telah mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah. Tahun sebelumnya, setiap sekolah telah menerima satu unit perangkat.

Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penambahan tiga unit papan digital di setiap sekolah, sehingga total menjadi empat unit. Program ini bahkan akan dilanjutkan oleh pemerintah pusat dengan penambahan dua unit lagi pada 2027.

“Jika program ini berjalan sesuai rencana, setiap ruang kelas nantinya akan memiliki satu papan digital untuk mendukung proses belajar mengajar,” kata Amiru.

Selain penguatan pembelajaran, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang didukung pemerintah pusat.

Revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi bangunan lama hingga pembangunan ruang kelas baru agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan representatif.

Di sisi lain, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi sorotan penting dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa proses PPDB harus dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Penerimaan siswa baru harus transparan dan akuntabel agar masyarakat percaya terhadap sistem pendidikan,” tegas Amiru dalam sei wawancara dengan Baubau Post.

Penguatan tata kelola pendidikan juga menjadi bagian dari agenda reformasi pendidikan di daerah tersebut, guna memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sekolah.

Secara historis, peringatan Hari Pendidikan Nasional sendiri merujuk pada hari kelahiran Ki Hajar Dewantara pada 2 Mei 1889, yang dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional melalui semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

Di tingkat global, transformasi pendidikan juga menjadi perhatian dunia, terutama sejak UNESCO mendorong agenda Education 2030 yang menekankan akses pendidikan berkualitas, inklusif, dan berbasis teknologi.

Indonesia sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong reformasi pendidikan melalui peningkatan literasi, digitalisasi sekolah, serta perbaikan sistem manajemen pendidikan.

baca juga:

  1. Bangun Harmoni Umat, Kemenag Busel Fokus Implementasi Program Nasional, Dorong Ekoteologi, dan Kemandirian Pangan Keluarga
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Festival Kuliner Momentum Promosi Daerah, Pulau Bokori Jadi

Di Buton Selatan, momentum Hardiknas 2026 dijadikan sebagai titik penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan. “Prioritas kami adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan tata kelola pendidikan berjalan efektif dan efisien,” ujar Amiru menegaskan.

Melalui tema nasional tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam mendorong kemajuan pendidikan.

Dengan berbagai program tersebut, Buton Selatan menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam kualitas sumber daya manusia.(*)

Visited 10 times, 10 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *