TP-PKK Buton Tengah Sabet Juara Tiga di Festival Bokori 2026 , Olahan Non-Beras Buton Tengah Bersinar di Ajang Kuliner
SULTRA, DURASITIMES.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Tengah berhasil meraih juara 3 dalam ajang Halal Cooking Competition dan Lomba Cipta Menu Olahan Pangan Lokal yang digelar pada Festival Bokori, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Pulau Bokori. “TP-PKK Buton Tengah Sabet Juara Tiga di Festival Bokori 2026 , Olahan Non-Beras Buton Tengah Bersinar di Ajang Kuliner,”

Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret kontribusi TP-PKK dalam mendorong diversifikasi pangan berbasis bahan lokal, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Dalam kompetisi itu, TP-PKK Buton Tengah menampilkan inovasi kuliner berbahan dasar non-beras, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan keladi. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi sajian kreatif yang memiliki nilai gizi tinggi dan daya tarik visual.
Tiga menu unggulan yang disajikan adalah Singkong Gulung Pelangi, Gurame Optimis, dan Tumis Kangkung Infus Bawang Putih. Menu ini dirancang untuk menggugah selera sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal sebagai alternatif konsumsi masyarakat.
Ketua TP-PKK Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung gerakan nasional diversifikasi pangan.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang sehat, menarik, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber utama karbohidrat.
“Kami berharap masyarakat semakin terbuka untuk mengonsumsi pangan alternatif yang tersedia di daerah,” katanya.
Kehadiran kontingen Buton Tengah dalam ajang tersebut turut didampingi Staf Ahli PKK, Kartini Adam Basan, bersama jajaran pengurus lainnya yang aktif terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Ajang ini semakin bergengsi dengan keterlibatan chef profesional, Juna Rorimpandey, sebagai salah satu juri. Ia menilai kreativitas peserta menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang.
“Inovasi dalam mengolah bahan lokal menjadi kunci utama, selain rasa dan penyajian,” ungkapnya.
Penghargaan juara 3 diserahkan oleh Ketua TP-PKK Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, didampingi Staf Ahli TP-PKK Sultra, Ratna Lada Hugua, kepada perwakilan TP-PKK Buton Tengah.
Secara historis, upaya diversifikasi pangan di Indonesia telah lama digaungkan pemerintah sejak era 1970-an melalui berbagai program ketahanan pangan nasional. Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mendorong negara-negara berkembang untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal guna menghadapi krisis pangan global.
Di tingkat daerah, Festival Bokori sendiri telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempromosikan pariwisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas Sulawesi Tenggara kepada publik yang lebih luas.
baca juga:
Keikutsertaan TP-PKK Buton Tengah dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara program pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Melalui ajang tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal semakin meningkat, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor kuliner.
Prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi TP-PKK Buton Tengah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan olahan pangan lokal yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.(*)
GALERI FOTO
baca berita lainnya:
Pemkab Buton Tengah Gandeng Bulog, Stabilkan Harga Beras dan Minyak
BUTON TENGAH, DURASITIMES.COM-Pemerintah Kabupaten Buton Tengah bersama Perum Bulog Sulawesi Tenggara resmi mengoperasikan gudang transit di Kecamatan Lakudo sebagai langkah strategis menekan harga pangan dan menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut, Rabu (15/4/2026). “Pemkab Buton Tengah Gandeng Bulog, Stabilkan Harga Beras dan Minyak,”

Pengoperasian gudang tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan Bulog yang ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan bersama dengan para mitra pangan di Gudang Filial Buton Tengah.
Bupati Buton Tengah, Azhari, mengatakan langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya harga bahan pokok pasca Lebaran yang sempat membebani masyarakat.
“Hari ini kita wujudkan solusi konkret. Gudang transit ini menjadi langkah awal sebelum gudang permanen Bulog dibangun di Buton Tengah,” ujar Azhari dalam sambutannya.
Menurut Azhari, kehadiran gudang transit tersebut akan mempercepat distribusi bahan pangan, khususnya beras program SPHP, sehingga harga di tingkat konsumen dapat ditekan lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia menyebutkan harga beras SPHP di Buton Tengah kini dapat dijaga pada kisaran Rp60.000 hingga Rp61.000 per karung, lebih rendah dibanding HET Rp62.500. Untuk wilayah terluar seperti Kecamatan Talaga, harga maksimal dipatok Rp62.000.
Selain beras, pemerintah daerah juga melakukan intervensi terhadap harga minyak goreng dengan menetapkan kisaran harga Rp18.000 hingga Rp19.000 per liter di tingkat pasar.
Perwakilan Bulog Sulawesi Tenggara, Nurhayati, menilai penyediaan gudang transit oleh pemerintah daerah menjadi langkah cepat dan efektif dalam mendukung operasional distribusi pangan sebelum gudang permanen tersedia.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan fasilitas ini. Gudang sementara ini sangat membantu kelancaran distribusi sembako dengan harga terjangkau,” kata Nurhayati.
Ia menjelaskan bahwa mitra yang dilibatkan dalam program ini merupakan kios pangan binaan yang telah melalui proses verifikasi bersama, termasuk melibatkan Satgas Pangan, terutama karena adanya subsidi pemerintah pusat sebesar Rp1.600 per kilogram untuk beras SPHP.
Azhari menegaskan, pemerintah daerah akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi kios mitra resmi serta menerapkan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga.
“Kalau ada yang menjual di atas harga yang ditetapkan, kerja sama langsung kita putus. Tidak boleh ada permainan harga,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Buton Tengah juga berencana mengalokasikan subsidi tambahan melalui APBD Perubahan guna semakin menekan harga pangan, bahkan berpotensi menurunkan harga beras di bawah Rp60.000 per karung.
Dari sisi historis, peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia telah berlangsung sejak berdirinya lembaga ini pada 1967, terutama dalam menjaga stok dan harga beras sebagai komoditas strategis nasional.
Secara global, intervensi pemerintah dalam stabilisasi harga pangan juga dilakukan di berbagai negara melalui lembaga logistik dan cadangan pangan nasional, seperti Food Corporation di India maupun National Food Authority di Filipina, yang berfungsi menjaga ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat.
Kebijakan stabilisasi pangan ini menjadi semakin penting di tengah fluktuasi harga komoditas global akibat gangguan rantai pasok dan perubahan iklim yang berdampak pada produksi pangan dunia.
baca juga:
- Kolaborasi Pemda dan Kemensos Evakuasi Empat ODGJ Dipasung di Buton Tengah
- Investasi Pendidikan, Gubernur Sultra ASR Dorong Peningkatan SDM di Buton Tengah
Dengan beroperasinya gudang transit di Lakudo, distribusi pangan di Buton Tengah diharapkan menjadi lebih efisien dan merata, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pemerintah daerah pun optimistis pembangunan gudang permanen Bulog dapat segera terealisasi dengan target tender perencanaan dimulai pada Mei 2026 dan pembangunan fisik pada September 2026.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari sistem distribusi pangan yang lebih baik di Buton Tengah,” ujar Azhari.
Keberadaan gudang transit ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)








