Gowes Massal Sultra Perkuat Sinergi dan Dorong Ekonomi Wisata, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios Nilai Berdampak Pada Daerah
SULTRA, DURASITIMES.COM – Pulau Pulau Bokori menjadi titik akhir kegiatan gowes massal dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum kampanye hidup sehat, efisiensi energi, serta promosi pariwisata bahari daerah. “Gowes Massal Sultra Perkuat Sinergi dan Dorong Ekonomi Wisata, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios Nilai Berdampak Pada Daerah,”

Sejak pagi hari, ratusan peserta dari berbagai kalangan telah memadati titik awal di kawasan Pantai Toronipa. Mereka terdiri atas komunitas sepeda, masyarakat umum, hingga unsur pemerintah daerah yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka secara resmi melepas peserta gowes di Kendari. Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start sebagai simbol dimulainya perjalanan sejauh kurang lebih 14 kilometer menyusuri jalur pesisir.
“Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” ujar Andi Sumangerukka dalam sambutannya.
Rute yang dilalui peserta menghadirkan panorama laut terbuka yang menjadi daya tarik tersendiri. Jalur pesisir dari Toronipa menuju Bokori selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara.
Bupati Buton Selatan H Muhammad Adios yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai gowes massal ini memiliki dampak strategis bagi daerah.
“Kegiatan ini memberi pesan kuat bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan gaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Adios.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi efektif untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.
“Ini menjadi ruang promosi yang efektif bagi potensi wisata daerah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata,” ujarnya.
Lebih jauh, Adios menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
“Kolaborasi antar daerah harus terus diperkuat agar momentum seperti ini dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Secara historis, gerakan bersepeda sebagai kampanye lingkungan telah berkembang di berbagai negara. Di tingkat global, momentum seperti World Bicycle Day yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2018 menjadi simbol penting promosi transportasi berkelanjutan.
baca juga:
- Momentum HUT Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Komitmen Perkuat Visi Pembangunan Berkelanjutan
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Kritik Adalah Pengingat dalam Kepemimpinan, Warga…
Di Indonesia, tren bersepeda meningkat signifikan sejak pandemi COVID-19 pada 2020, ketika masyarakat mulai beralih ke aktivitas luar ruang yang lebih sehat dan minim polusi. Sejumlah kota besar bahkan mengembangkan jalur sepeda sebagai bagian dari kebijakan transportasi ramah lingkungan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui kegiatan ini berupaya mengintegrasikan semangat tersebut ke dalam agenda pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata dan lingkungan hidup.
Melalui rangkaian Harmoni Sultra 2026, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat, efisiensi energi, dan pelestarian lingkungan semakin meningkat.
Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing destinasi wisata Sulawesi Tenggara di tingkat nasional maupun internasional.(*)
Galeri Foto
baca berita lainnya:
Bupati H Muh Adios Pimpin Kontingen Buton Selatan Semarakkan HUT Sultra ke 62 dengan Nuansa Budaya Khas Sekaligus Jadi Ajang Promosi
SULTRA, DURASITIMES.COM— Pawai budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mempromosikan potensi wilayah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan menjadi salah satu peserta yang tampil menonjol dalam kegiatan tersebut di kawasan Tugu Persatuan MTQ, Kota Kendari, Kamis (23/4/2026). “Bupati h Muh Adios Pimpin Kontingen Buton Selatan Semarakkan HUT Sultra ke 62 dengan Nuansa Budaya Khas Sekaligus Jadi Ajang Promosi,”

Partisipasi ini dinilai strategis karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antardaerah di Sulawesi Tenggara, sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan yang berkelanjutan.
Bupati Buton Selatan, H Muhammad Adios yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya momentum peringatan hari jadi provinsi sebagai wahana memperkuat sinergi lintas daerah. “Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi pembangunan yang merata di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Dalam pawai tersebut, rombongan Pemkab Buton Selatan yang berjumlah sekitar 80 orang tampil dengan balutan busana adat dan ornamen khas daerah. Penampilan itu mencerminkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Buton Selatan.
Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah Buton Selatan dalam melestarikan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Bupati Adios menegaskan bahwa budaya merupakan aset penting yang harus dijaga. “Budaya adalah jati diri daerah yang harus terus kita rawat dan perkenalkan kepada generasi muda,” katanya.
Selain pelestarian budaya, pawai tersebut dimanfaatkan sebagai ajang promosi potensi daerah, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah berharap, melalui kegiatan ini, Buton Selatan semakin dikenal luas oleh masyarakat.
“Pawai budaya ini juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi daerah, baik wisata maupun ekonomi kreatif, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Adios.
Secara historis, peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tenggara tidak terlepas dari pembentukan provinsi tersebut pada 27 April 1964, yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. Momentum ini setiap tahun diperingati untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah.
Tradisi pawai budaya sendiri memiliki akar panjang dalam sejarah Indonesia sebagai media ekspresi identitas lokal dan simbol persatuan dalam keberagaman. Bahkan, secara global, kegiatan serupa juga ditemukan dalam berbagai festival budaya dunia seperti Carnival in Rio de Janeiro yang menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata internasional.
Di Indonesia, kegiatan pawai budaya juga sejalan dengan semangat persatuan dalam keberagaman yang tercermin dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika, yang menegaskan pentingnya menjaga harmoni di tengah perbedaan budaya.
Dengan mengusung nuansa budaya khas daerah, kontingen Buton Selatan berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Antusiasme warga menunjukkan bahwa budaya tetap menjadi daya tarik utama dalam peringatan hari besar daerah.
Pawai budaya ini sekaligus menjadi ruang interaksi sosial antara pemerintah dan masyarakat, serta antar daerah yang berpartisipasi. Hal tersebut memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun Sulawesi Tenggara ke depan.
baca juga:
- Hadapi Era Media, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Serukan Dukungan Publik dan Sikap Bijak Kritik Pemerintah
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan ASN Harus Disiplin dan Responsif Melayani Masyarakat
Melalui keikutsertaan ini, Pemkab Buton Selatan berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, tidak hanya melalui sektor pemerintahan, tetapi juga melalui penguatan budaya sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan pawai budaya HUT ke-62 Sulawesi Tenggara tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi, budaya, dan promosi potensi daerah dapat berjalan beriringan dalam mendorong kemajuan wilayah.(*)






