EKONOMIKOTA KENDARISULTRA

Gubernur Sultra ASR Resmikan Pusat UMKM di Kawasan MTQ Kendari, Dorong Ekonomi Berbasis Lokal

SULTRA,DURASITIMES.COM – Sekitar 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara ambil bagian dalam pameran yang menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 provinsi tersebut. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan MTQ Kendari ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, pada Jumat (24/4/2026). “Gubernur Sultra ASR Resmikan Pusat UMKM di Kawasan MTQ Kendari, Dorong Ekonomi Berbasis Lokal,”

 

Gubernur Sultra ASR Resmikan Pusat UMKM di Kawasan MTQ Kendari, Dorong Ekonomi Berbasis Lokal
Gubernur Sultra ASR Resmikan Pusat UMKM di Kawasan MTQ Kendari, Dorong Ekonomi Berbasis Lokal

Peresmian stand UMKM tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Usai peresmian, Gubernur bersama rombongan langsung meninjau area pameran, berinteraksi dengan pelaku usaha, serta mengamati berbagai produk unggulan yang dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hingga olahan pangan khas Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan pentingnya peran UMKM dalam menopang ekonomi daerah. “UMKM adalah sektor yang terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis, termasuk saat pandemi global beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran stand UMKM dalam perayaan HUT Sultra bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal. “Kami ingin memastikan UMKM Sultra mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Prosesi peresmian sendiri ditandai dengan pengguntingan pita bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perwakilan Bank Indonesia, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

F03.1C

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Utama Perumda, Pelaksana Harian Sekda Sultra, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk turut meramaikan stand UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal. “Mari kita cintai dan gunakan produk daerah sendiri sebagai bagian dari penguatan ekonomi kita,” ujarnya.

Secara historis, sektor UMKM di Indonesia telah lama menjadi penopang utama perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.

Di tingkat global, penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama banyak negara, terutama setelah krisis ekonomi dunia dan pandemi COVID-19 yang melanda sejak 2020. Organisasi internasional seperti OECD dan Bank Dunia mendorong negara-negara untuk memperkuat UMKM sebagai fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

baca juga:

  1. Ribuan Warga Kendari Padati Pawai Budaya HUT ke-62 Sultra, Gubernur Sultra ASR Saksikan Semarak Pawai Budaya di Kawasan MTQ
  2. Sinergi Daerah dan KKP, HMNI Sultra Targetkan Seluruh Wilayah Terlibat Program KNMP Termasuk

Sejalan dengan tren tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan UMKM, termasuk melalui pameran, pelatihan, hingga akses pembiayaan.

Gubernur menilai, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bertemunya inovasi, kreativitas, dan peluang pasar,” katanya.

Peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara sendiri menjadi refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah sejak terbentuk pada 1964, sekaligus momentum memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui pameran UMKM ini, pemerintah berharap geliat ekonomi daerah semakin meningkat, serta mampu mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(*)

baca berita lainnya:

Momentum HUT Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Komitmen Perkuat Visi Pembangunan Berkelanjutan

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM— Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara di Kendari, Kamis (23/4/2026). “Momentum HUT Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Komitmen Perkuat Visi Pembangunan Berkelanjutan,”

Momentum HUT Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Komitmen Perkuat Visi Pembangunan Berkelanjutan
Momentum HUT Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Komitmen Perkuat Visi Pembangunan Berkelanjutan

Momentum peringatan tersebut menjadi ajang strategis untuk menyatukan visi pembangunan antarwilayah sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong percepatan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, La Ode Harwanto, yang mewakili Bupati H Muhammad Adios, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

“Momentum HUT ke-62 Sulawesi Tenggara ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kinerja pembangunan daerah,” ujar La Ode Harwanto.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengusung tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera” sebagai arah kebijakan pembangunan tahun ini.

Tema tersebut menekankan pentingnya peningkatan produktivitas di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sumber daya manusia, dan pelayanan publik, sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat.

La Ode Harwanto menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Buton Selatan siap berperan aktif dalam mendukung program strategis yang dicanangkan pemerintah provinsi.

“Kami siap bersinergi, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, serta pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi potensi daerah, khususnya sektor kelautan, pariwisata, dan ekonomi berbasis masyarakat, sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.

“Potensi daerah harus dikelola secara maksimal agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Rapat paripurna tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, serta pemangku kepentingan lainnya yang menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan.

1 14

Secara historis, Provinsi Sulawesi Tenggara dibentuk pada tahun 1964 sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara, yang bertujuan mempercepat pembangunan wilayah dan pemerataan pelayanan publik di kawasan timur Indonesia.

Sejak itu, Sulawesi Tenggara terus mengalami perkembangan signifikan, khususnya dalam sektor pertambangan, perikanan, dan pariwisata, yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Dalam konteks nasional, semangat kolaborasi antar daerah seperti yang ditunjukkan dalam peringatan HUT Sultra sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia yang menekankan desentralisasi dan otonomi daerah sejak reformasi 1998.

Sementara itu, secara global, konsep pembangunan kolaboratif lintas wilayah juga menjadi pendekatan penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang diadopsi oleh berbagai negara di dunia.

Partisipasi aktif pemerintah daerah dalam forum seperti ini dinilai penting untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

baca juga:

  1. Komitmen Pelayanan, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Buka Akses untuk Publik Sampai ke Rujab Bupati
  2. Sinergi Daerah dan KKP, HMNI Sultra Targetkan Seluruh Wilayah Terlibat Program KNMP Termasuk

 

“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat hubungan kerja sama dengan pemerintah provinsi,” ujar La Ode Harwanto menegaskan.

Dengan semangat HUT ke-62, seluruh elemen pemerintah di Sulawesi Tenggara diharapkan terus meningkatkan kinerja pembangunan, memperkuat sinergi, serta menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk memastikan pembangunan berjalan lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)

Visited 5 times, 5 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *