Gubernur ASR Buka Harmoni Sultra 2026, Fokus Ekonomi Kreatif dan Budaya
SULTRA, DURASITIMES.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang dikemas dalam kegiatan Harmoni Sultra 2026 resmi dibuka di Tugu Religi Kendari, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah. “Gubernur ASR Buka Harmoni Sultra 2026, Fokus Ekonomi Kreatif dan Budaya,”

Pembukaan acara dilakukan secara simbolis melalui pemukulan bedug oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka bersama sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, serta dihadiri para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan. “Mari kita bersama-sama menyaksikan dan menikmati seluruh acara yang telah disusun oleh panitia hingga hari terakhir,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang strategis untuk menampilkan kekuatan ekonomi dan budaya daerah kepada publik yang lebih luas.
Menurut Gubernur, awalnya perayaan HUT ke-62 Sultra direncanakan berlangsung di Kabupaten Wakatobi. Namun, karena kendala teknis, lokasi kegiatan dipindahkan ke Kota Kendari.
“Atas nama pemerintah provinsi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wakatobi atas perubahan lokasi ini,” kata Andi Sumangerukka dalam pidatonya.
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah provinsi tetap mengalokasikan anggaran pembangunan untuk Kabupaten Wakatobi, termasuk dana pendidikan sebesar Rp5 miliar serta dukungan pembangunan infrastruktur jalan.
Sementara itu, Sekjen Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, menilai Harmoni Sultra 2026 menjadi etalase penting bagi potensi daerah, mulai dari sektor ekonomi hingga budaya.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menunjukkan kekuatan ekonomi, budaya, dan potensi generasi muda Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menghadirkan berbagai atraksi, termasuk pertunjukan dirgantara yang sarat nilai kebangsaan.
Selain itu, Prof. Badri mengungkapkan progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Konawe Selatan yang telah mencapai sekitar 20 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
“Kami berharap kehadiran SMA Unggul Garuda dapat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas,” katanya.
Secara historis, peringatan hari jadi provinsi di Indonesia kerap dimanfaatkan sebagai momentum penguatan identitas daerah sekaligus akselerasi pembangunan. Sulawesi Tenggara sendiri resmi terbentuk sebagai provinsi pada 27 April 1964 melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964, yang memisahkannya dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Di tingkat nasional, pengembangan ekonomi kreatif telah menjadi fokus pemerintah sejak pembentukan Badan Ekonomi Kreatif pada 2015, yang kemudian dilebur ke dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sektor ini terbukti mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, termasuk saat krisis global.
baca juga:
- Momentum HUT Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Komitmen Perkuat Visi Pembangunan Berkelanjutan
- Lulo Massal Tutup Meriah Pawai Budaya HUT ke-62 Sultra di Kendari, Gubernur ASR Apresiasi Kekayaan…
Secara global, tren ekonomi kreatif juga terus meningkat. Laporan UNESCO menyebutkan bahwa industri kreatif menyumbang lebih dari 3 persen terhadap produk domestik bruto dunia dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat.
Dengan latar belakang tersebut, Harmoni Sultra 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Menutup rangkaian sambutan, Prof. Badri menyampaikan harapan agar Sulawesi Tenggara semakin maju di usia ke-62. “Semoga Sulawesi Tenggara semakin harmonis, sejahtera, dan terus memberi kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.(*)
baca berita lainnya:
Ribuan Warga Kendari Padati Pawai Budaya HUT ke-62 Sultra, Gubernur Sultra ASR Saksikan Semarak Pawai Budaya di Kawasan MTQ
SULTRA, DURASITIMES.COM – Ribuan masyarakat larut dalam tarian lulo massal yang menjadi penutup rangkaian Pawai Budaya Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara di kawasan MTQ Kendari, Jumat (24/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. “Ribuan Warga Kendari Padati Pawai Budaya HUT ke-62 Sultra, Gubernur Sultra ASR Saksikan Semarak Pawai Budaya di Kawasan MTQ,”

Lulo massal yang melibatkan peserta pawai dan masyarakat umum menjadi simbol persatuan lintas budaya di Sulawesi Tenggara. Tradisi ini sejak lama dikenal sebagai tarian pergaulan khas masyarakat Tolaki yang mencerminkan nilai kebersamaan dan kesetaraan.
Sebelumnya, pawai budaya digelar dengan menampilkan beragam kekayaan tradisi dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Iring-iringan peserta memulai perjalanan dari UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra menuju venue utama MTQ Kendari.
Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan peserta yang mengenakan pakaian adat serta menampilkan seni pertunjukan khas daerah. Suasana semakin semarak dengan kehadiran berbagai kelompok seni dan organisasi.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka hadir langsung menyaksikan kegiatan tersebut bersama Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK, serta para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara.
Dari tribun utama, gubernur memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam memeriahkan peringatan hari jadi provinsi tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat identitas budaya dan persatuan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Andi Sumangerukka.
Pawai budaya secara resmi dilepas oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah. Ia menegaskan pentingnya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
“Pawai budaya dalam rangka HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara secara resmi saya nyatakan dilepas,” kata Fadlansyah.
Peserta pawai berasal dari berbagai unsur, mulai dari Paskibraka, Polri, komunitas Tamalaki, hingga organisasi seperti PKK, Dekranasda, BKMT, dan pelaku UMK. Selain itu, turut tampil marching band dari SMA Negeri 4 Kendari dan SMAN 13 Konawe Selatan.
Keterlibatan seluruh pemerintah kabupaten dan kota menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan identitas daerah.
Secara historis, Provinsi Sulawesi Tenggara resmi terbentuk pada tahun 1964 sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. Sejak saat itu, perayaan hari ulang tahun provinsi menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman etnis, seperti Tolaki, Buton, Muna, dan Wakatobi.
Dalam konteks nasional, pawai budaya dan festival daerah telah lama menjadi bagian dari strategi pelestarian budaya, sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga keberagaman yang juga diakui dunia melalui konsep “Bhinneka Tunggal Ika”.
baca juga:
- TP-PKK Buton Tengah Tampilkan Olahan Non-Beras Buton Tengah Bersinar di Ajang Kuliner
- Sinergi Daerah dan KKP, HMNI Sultra Targetkan Seluruh Wilayah Terlibat Program KNMP Termasuk…
Sementara itu, secara global, kegiatan serupa juga dilakukan di berbagai negara sebagai bentuk diplomasi budaya, seperti festival budaya di Asia dan Eropa yang memperkuat identitas sekaligus menarik sektor pariwisata.
Ketua TP PKK Sultra dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci suksesnya kegiatan.
“Partisipasi masyarakat sangat luar biasa, ini menunjukkan kecintaan terhadap budaya lokal masih sangat kuat,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, peringatan HUT ke-62 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mendorong pembangunan berbasis budaya.
Kegiatan pawai budaya dan lulo massal ini pun menjadi bukti bahwa kekayaan tradisi lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat jati diri daerah di kancah nasional maupun internasional.(*)


