Koran Online Baubau Post Edisi 20 April 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 20 April 2026
baca Koran Online Baubau Post Edisi 20 April 2026 versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 20 April 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:
Disperindag Buton Selatan Susun Strategi Hidupkan Aktivitas Ekonomi di Pasar Rakyat Milik Pemerintah
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buton Selatan tetap berupaya menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sebagai pusat ekonomi masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi fasilitas, distribusi pedagang, hingga penguatan pengelolaan pasar yang selama ini belum berjalan maksimal. “Disperindag Buton Selatan Susun Strategi Hidupkan Aktivitas Ekonomi di Pasar Rakyat Milik Pemerintah,”

Upaya tersebut difokuskan pada sejumlah pasar yang mengalami penurunan aktivitas, bahkan tidak lagi beroperasi, seperti di wilayah Lapandewa, Siompu, dan Siompu Barat. Pasar-pasar tersebut sebelumnya sempat aktif, namun kini sepi akibat minimnya pedagang dan pembeli serta keterbatasan akses pendukung.
Kepala Disperindag Buton Selatan, La Ode Safi, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan untuk memetakan persoalan yang dihadapi di masing-masing pasar. “Kami sudah turun langsung ke lapangan dan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar pasar-pasar ini bisa kembali aktif,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Selain pasar yang tidak aktif, persoalan lain yang mencuat adalah banyaknya kios yang belum dimanfaatkan oleh pedagang. Kondisi ini terjadi di beberapa pasar rakyat yang dikelola pemerintah daerah, seperti di pasar yang ada di Bandar Batauga.
Menurut La Ode Safi, sebagian kios belum digunakan karena kondisi fasilitas yang belum memadai. Kerusakan bangunan, jaringan listrik yang belum berfungsi optimal, serta pasokan air bersih yang tidak lancar menjadi kendala utama.
“Sebagian kios sebenarnya sudah ada jaringan listrik, tetapi belum berfungsi maksimal. Air bersih juga belum lancar, sehingga pedagang belum merasa nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera memanggil pemilik kios untuk membahas pemanfaatan lapak yang masih kosong. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas jual beli kembali berjalan.
Distribusi pedagang yang tidak merata juga menjadi tantangan tersendiri. Kios yang berada di bagian depan pasar cenderung terisi, sementara bagian belakang masih kosong.
“Kebiasaan masyarakat yang lebih memilih berbelanja di pinggiran pasar membuat kios di dalam kurang diminati,” ungkapnya.
Dari sisi aktivitas, pasar di Buton Selatan umumnya beru beroperasi pada hari tertentu, yakni Rabu, Jumat, dan Minggu, dengan puncak keramaian terjadi pada hari Minggu. Pada hari tersebut, lanjutnya, pedagang dari luar daerah turut meramaikan pasar dengan berbagai komoditas.
Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pendukung juga masih dirasakan pedagang. Di Pasar Rakyat Sampolawa, misalnya, pedagang ikan dan sayur belum memiliki tempat permanen dan masih berjualan secara swadaya.
Tidak hanya itu, kekurangan tenaga operasional seperti petugas kebersihan, keamanan, dan mandor pasar turut memengaruhi kualitas pengelolaan pasar. Minimnya anggaran membuat kebutuhan tersebut belum dapat terpenuhi secara optimal.
Meski demikian, Disperindag tetap berupaya menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban pasar dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. “Kami tetap berusaha agar pelayanan berjalan, termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan pasar,” ujar La Ode Safi.
Dalam konteks yang lebih luas, revitalisasi pasar rakyat merupakan bagian penting dari strategi penguatan ekonomi lokal. Secara historis, pasar tradisional di Indonesia telah menjadi tulang punggung distribusi barang sejak era kerajaan hingga masa kolonial, sebelum berkembangnya pasar modern pada akhir abad ke-20.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pasar rakyat masih menyumbang lebih dari 60 persen distribusi kebutuhan pokok nasional, meskipun menghadapi tekanan dari ritel modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Secara global, tren revitalisasi pasar tradisional juga terjadi di berbagai negara berkembang. Organisasi seperti UN-Habitat mencatat bahwa penguatan pasar lokal menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat kecil dan menengah, terutama pascapandemi COVID-19.
baca juga:
- Dorong Ekonomi Pesisir, KKP Tinjau Lima Desa di Buton Selatan Masuk Kajian Kampung Nelayan Nasional
- 3.857 PBP di Kecamatan Wolio Terima Bantuan Beras dan Minyak dari Bulog Baubau Periode…
Sejalan dengan itu, Disperindag Buton Selatan juga terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, pemerintah daerah berharap pasar rakyat tetap dapat berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Optimalisasi pasar dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal di tengah tantangan fiskal yang dihadapi saat ini.(*)









