KABUPATEN BUTONLIPSUSPARIWISATASULTRA

Festival Koli-Koli Pererat Kebersamaan Masyarakat Pesisir Buton, Bupati Alvin Akawijaya Dukung Festival Budaya untuk Generasi Muda

BUTON, DURASITIMES.COM— Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton yang digelar di Desa Barangka, Kecamatan Kapontori, menjadi bukti konkret upaya pelestarian budaya maritim masyarakat pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Festival Koli-Koli Pererat Kebersamaan Masyarakat Pesisir Buton, Bupati Alvin Akawijaya Dukung Festival Budaya untuk Generasi Muda,”

Festival Koli-Koli Pererat Kebersamaan Masyarakat Pesisir Buton, Bupati Alvin Akawijaya Dukung Festival Budaya untuk Generasi Muda
Festival Koli-Koli Pererat Kebersamaan Masyarakat Pesisir Buton, Bupati Alvin Akawijaya Dukung Festival Budaya untuk Generasi Muda

Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Desa Barangka dan perairan Teluk Barangka pada Sabtu (18/4/2026) itu secara resmi dibuka oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra SH di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi.

Bupati Buton Alvin Akawijaya menilai festival tersebut sebagai bentuk nyata keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif ini. Festival seperti ini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Alvin dalam sambutannya.

Festival ini menampilkan berbagai perlombaan transportasi tradisional, dengan lomba perahu dayung khas Buton atau koli-koli sebagai daya tarik utama.

Koordinator kegiatan Dian Budiaman ST MT menegaskan bahwa festival tersebut memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.

“Perahu dayung yang kita saksikan hari ini bukan hanya alat transportasi, tetapi simbol kebersamaan, kerja keras, dan kearifan lokal masyarakat pesisir Buton,” kata Dian.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan signifikan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, terutama dalam aspek pembiayaan.

Di sisi lain, Kepala Desa Barangka Ir Suharman ST menyebut wilayahnya memiliki potensi geografis dan budaya yang besar, termasuk keberadaan Pulau Panjang dan Pulau Pendek di Kecamatan Kapontori.

“Terima kasih kepada panitia dan masyarakat Barangka. Kami berharap kegiatan ini dapat memacu kreativitas dan meningkatkan perputaran ekonomi desa,” ujarnya.

Secara historis, tradisi perahu dayung seperti koli-koli telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara sejak ratusan tahun lalu, terutama sebagai sarana transportasi dan aktivitas ekonomi nelayan.

10 3

Dalam konteks nasional, pelestarian budaya maritim juga sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, sebagaimana sering digaungkan dalam kebijakan pembangunan berbasis kemaritiman sejak era Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, secara global, upaya pelestarian transportasi tradisional serupa juga dilakukan di berbagai negara kepulauan seperti Filipina dan Jepang, yang menjadikan perahu tradisional sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata.

Bupati Buton menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya kegiatan berbasis budaya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif.

baca juga:
  1. Pemkab Buton Akan Percepat Perbaikan Pasar Kaloko Pascakerusakan, Akan Dibangun Lebih Tahan Hadapi Cuaca Ekstrem
  2. Tradisi Lebaran, Bupati Buton Alvin Gelar Open House, Warga Antusias Bersilaturahmi

“Kami berharap festival ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional dan memperkuat semangat kebersamaan,” katanya.

Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan dermaga dan perairan Teluk Barangka menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan penguatan identitas kolektif masyarakat pesisir.

Dengan penyelenggaraan festival ini, Desa Barangka diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan budaya maritim di Kabupaten Buton, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut dalam peta pariwisata budaya nasional.(*)

Galeri Foto

baca berita lainnya:

Open House di Rujab, Bupati Buton Alvin Akawijaya Jadi Wadah Silaturahmi Masyarakat

BUTON, DURASITIMES.COM – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menggelar open house Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buton, Pasarwajo, Sabtu (21/3/2026), sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat pasca perayaan hari besar keagamaan tersebut. “Open House di Rujab, Bupati Buton Alvin Akawijaya Jadi Wadah Silaturahmi Masyarakat,”

Open House di Rujab, Bupati Buton Alvin Akawijaya Jadi Wadah Silaturahmi Masyarakat
Open House di Rujab, Bupati Buton Alvin Akawijaya Jadi Wadah Silaturahmi Masyarakat

Kegiatan ini berlangsung usai pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang digelar secara berjamaah di Lapangan Banabungi bersama ribuan masyarakat Kabupaten Buton.

Open house tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga untuk bersilaturahmi secara langsung dengan kepala daerah serta jajaran pemerintah, sekaligus memperkuat komunikasi sosial dalam suasana Lebaran yang penuh kehangatan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Anggota DPR RI Dapil Sultra Ali Mazi, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin.

Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai elemen masyarakat juga tampak hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Bupati Alvin menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Open house ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujar Alvin Akawijaya Putra.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dan Idul Fitri diharapkan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menciptakan keharmonisan sosial dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Tradisi open house sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya perayaan Idul Fitri di Indonesia, termasuk di lingkungan pemerintahan. Secara historis, tradisi ini berkembang sejak era kepemimpinan nasional awal pascakemerdekaan dan menjadi simbol keterbukaan pemimpin kepada rakyat.

Di tingkat nasional, kegiatan open house kerap dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara sebagai ajang silaturahmi dengan masyarakat dari berbagai kalangan. Sementara itu, di tingkat internasional, tradisi serupa juga dikenal di sejumlah negara Muslim seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, yang menjadikan open house sebagai bagian dari diplomasi sosial dan budaya.

Suasana akrab terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, di mana masyarakat bebas berinteraksi, bersalaman, dan berbincang langsung dengan para pejabat tanpa sekat formalitas.

“Momentum seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat,” kata salah satu warga yang hadir.

baca juga:

  1. Pemkab Buton Akan Percepat Perbaikan Pasar Kaloko Pascakerusakan, Akan Dibangun Lebih Tahan Hadapi Cuaca Ekstrem
  2. Safari Ramadan di Lasalimu, Bupati Buton Serahkan Alat Musik Tradisional untuk Masyarakat Adat

Usai kegiatan di Rujab Bupati, agenda serupa juga dilanjutkan di kediaman Sekretaris Daerah Buton, La Ode Syamsudin, yang turut membuka rumahnya bagi masyarakat sebagai bagian dari tradisi Lebaran.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah daerah berharap nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas sosial semakin menguat di tengah masyarakat Kabupaten Buton.(*)

Visited 10 times, 10 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *