Kabupaten Buton SelatanKESEHATANSULTRA

Dibawah Komando Hj Siti Norma Adios, PMI Buton Selatan Aktif Kembali Gelar Donor Darah Besar Libatkan TNI, Polri, dan Masyarakat

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buton Selatan menargetkan pengumpulan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah massal yang digelar sebagai upaya mengatasi keterbatasan stok darah untuk kebutuhan medis di wilayah tersebut. Demikian dikatakan Ketua PMI Buton Selatan Hj Siti Norma Adios melalui Wakil Ketua PMI Buton Selatan Muhammad Arman Bonu. “Dibawah Komando Hj Siti Norma Adios, PMI Buton Selatan Aktif Kembali Gelar Donor Darah Besar Libatkan TNI, Polri, dan Masyarakat,”

25

Kegiatan yang berlangsung terbuka untuk umum ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Hingga pelaksanaan berlangsung, jumlah pendonor telah mendekati 100 orang dan terus bertambah.

Muhammad Arman Bonu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengaktifkan kembali program sosial PMI setelah kepengurusan baru dilantik pada 20 Desember 2025.

“Sejak dilantik, kami berupaya mendorong kegiatan sosial yang berdampak langsung. Donor darah ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi PMI kepada masyarakat,” ujar Arman.

Ia menambahkan, kebutuhan darah di rumah sakit masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat, terutama ketika terjadi kondisi darurat medis.

“Kita sering mendengar masyarakat kesulitan mendapatkan darah. Kondisi ini bisa menghambat penanganan medis dan berisiko bagi keselamatan pasien,” katanya.

Menurut Arman, kegiatan donor darah tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

“Donor darah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh pendonor,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, unsur TNI yaitu Batalyon Inf 871/La Maindo, Polri yaitu Brimob Batauga, tenaga medis, serta partisipasi aktif masyarakat.

4 7

PMI memastikan seluruh proses donor dilakukan sesuai standar medis, dengan setiap pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah dan kondisi fisik.

Darah yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke bank darah di Kota Baubau. Hal ini dilakukan karena Kabupaten Buton Selatan hingga kini belum memiliki fasilitas penyimpanan darah sendiri.

Kondisi keterbatasan bank darah di daerah bukan hanya terjadi di Buton Selatan. Secara nasional, Palang Merah Indonesia mencatat kebutuhan darah mencapai sekitar 5,2 juta kantong per tahun, sementara ketersediaannya masih sering mengalami kekurangan di sejumlah daerah.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa kebutuhan darah terus meningkat, terutama di negara berkembang, seiring bertambahnya kasus penyakit kronis, kecelakaan, serta tindakan medis seperti operasi besar.

Dalam konteks sejarah, gerakan donor darah telah menjadi bagian penting dari layanan kemanusiaan sejak diperkenalkan secara luas pada awal abad ke-20, terutama setelah Perang Dunia I, ketika kebutuhan transfusi darah meningkat drastis.

Arman menegaskan, ke depan PMI Buton Selatan berencana menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin yang dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun.

31

“Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat. Donor darah adalah aksi kemanusiaan yang sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia juga berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar kebutuhan darah di wilayah tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, PMI Buton Selatan optimistis dapat membantu mengurangi persoalan keterbatasan stok darah sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

baca juga:

  1. Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Sitti Norma Adios Gencarkan Aksi Cegah dan Lawan Stunting di Batuatas Melalui Kesadaran Gizi
  2. IDI Baubau Periode 2025-2028 Dilantik, Pemkot Dorong RSUD Naik Kelas dan Modern

Berdasarkan data yang dihimpuin media ini dari PMI Buton Selatan, donor mdarah yang berhasil dikumpulkan yaitu 83 pendonor terdiri dari Golongan Darah A berjumlah 22 kantong, Golongan Darah B berjumlah 19 kantong, Golongan Darah AB berjumlah 5 kantong, dan Golongan Darah O berjumlah 37 kantong (*)

GALERI FOTO

 

baca berita lainnya:

Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Buton Selatan-SMI Hadirkan Program Sosial, Pengobatan Gratis dan Donor Darah Digelar

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM– Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) bersama Yayasan Sahabat Muadz Indonesia (SMI) menggelar bakti sosial terpadu yang menghadirkan layanan kesehatan gratis, pelatihan keagamaan, hingga donor darah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Rumah Jabatan Bupati Busel, Kamis (16/4/2026), sebagai upaya memperluas akses pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran. “Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Buton Selatan-SMI Hadirkan Program Sosial, Pengobatan Gratis dan Donor Darah Digelar,”

Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Buton Selatan-SMI Hadirkan Program Sosial, Pengobatan Gratis dan Donor Darah Digelar
Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Buton Selatan-SMI Hadirkan Program Sosial, Pengobatan Gratis dan Donor Darah Digelar

Bakti sosial tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga tenaga medis. Program ini mencakup pengobatan massal gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Bahteramas, pelatihan imam masjid, serta donor darah yang dijadwalkan pada Sabtu.

Sekretaris Daerah Buton Selatan, La Ode Harwanto, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program sosial.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kebersamaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini,” ujar La Ode Harwanto dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Buton Selatan tidak dapat hadir pada pembukaan kegiatan karena menjalankan tugas dinas di luar daerah. Namun, kepala daerah dijadwalkan akan hadir pada penutupan kegiatan sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Busel Sitti Norma Adios yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Buton Selatan, Ketua Yayasan Sahabat Muadz Indonesia Zaenal Mursalin, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta para imam masjid se-Kabupaten Busel.

Ketua Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, Zaenal Mursalin, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung pembangunan sosial berbasis kolaborasi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung, tetapi juga memperkuat jaringan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Zaenal.

Selain layanan kesehatan, pelatihan imam masjid menjadi salah satu fokus kegiatan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya keagamaan di tingkat lokal agar mampu menjawab tantangan sosial di masyarakat.

Sementara itu, kegiatan donor darah yang diinisiasi oleh Sitti Norma Adios diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di daerah. “Donor darah ini adalah bentuk kepedulian nyata yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Secara historis, kegiatan bakti sosial terpadu seperti ini telah menjadi bagian penting dalam strategi pelayanan publik di Indonesia. Sejak era 2000-an, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil semakin diperkuat, terutama pascareformasi yang mendorong partisipasi publik dalam pembangunan.

Di tingkat nasional, program pelayanan kesehatan gratis dan donor darah juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang melibatkan lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI), yang berdiri sejak 1945 dan terus berperan dalam penanganan krisis kesehatan dan bencana.

Sementara secara global, konsep kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan sosial dikenal luas melalui pendekatan community-based development yang banyak diterapkan sejak dekade 1990-an oleh berbagai lembaga internasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

baca juga:

  1. Dorong Ekonomi Pesisir, KKP Tinjau Lima Desa di Buton Selatan Masuk Kajian Kampung Nelayan Nasional
  2. Hasil Panen 2,68 Ton/Ha, Sampolawa Optimistis Tingkatkan Produksi dan Perkuat Ketahanan

Kegiatan bakti sosial terpadu di Buton Selatan ini menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan tersebut diimplementasikan di tingkat daerah, dengan menggabungkan aspek kesehatan, sosial, dan keagamaan dalam satu program terpadu.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Sahabat Muadz Indonesia atas kontribusi dan kepercayaan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Buton Selatan.(*)

Visited 51 times, 80 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *