Turnamen Futsal Lampanairi Resmi Bergulir Jadi Ajang Pembinaan Pemuda, Bupati Busel H Muh Adios Tekankan Disiplin dan Karakter Pemuda
BUTON SELATAN, BP – Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, secara resmi membuka Turnamen Futsal Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, sebagai upaya mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga sekaligus memperkuat nilai sportivitas dan kebersamaan di tingkat desa. “Turnamen Futsal Lampanairi Resmi Bergulir Jadi Ajang Pembinaan Pemuda, Bupati Busel H Muh Adios Tekankan Disiplin dan Karakter Pemuda,”

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana strategis untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan mental juang pemuda di daerah.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kalian membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus,” ujar Muhammad Adios, Sabtu 04 April 2026
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi hal-hal negatif, termasuk minuman keras (miras), yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
“Kalau ingin menjadi polisi atau tentara, jauhi miras. Itu bisa merusak masa depan kalian,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Camat Batauga, unsur TNI dari Koramil Batauga, Kepala Desa Lampanairi, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan pembukaan turnamen.
Suasana semakin semarak ketika yel-yel penyemangat dipimpin oleh Sitti Norma Adios, yang mengajak peserta meneriakkan “Petarung! Petarung! Petarung!” sebagai simbol semangat bertanding.
“Kalau saya bilang Turnamen Futsal Desa Lampanairi, jawabannya Petarung! Petarung! Petarung! Itu tanda kalian siap bertanding,” ucapnya dalam orasi singkat yang disambut riuh peserta.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan desa.
Menurutnya, stabilitas sosial di Desa Lampanairi sangat bergantung pada kesadaran kolektif generasi muda dalam menjaga diri dan lingkungannya.
“Keamanan desa ada di tangan kalian. Kalian harus mampu menjaga diri dan lingkungan,” katanya.
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa dari ajang seperti ini akan lahir generasi yang mampu berkontribusi lebih besar, bahkan menjadi pemimpin daerah di masa depan.
“Tidak menutup kemungkinan dari sini akan lahir anggota DPR atau bahkan Bupati Buton Selatan,” ujarnya.
Secara historis, olahraga futsal sendiri telah berkembang pesat sejak pertama kali diperkenalkan di Uruguay pada 1930-an, sebelum kemudian diakui secara global oleh FIFA sebagai salah satu cabang olahraga resmi. Di Indonesia, futsal mulai populer pada awal 2000-an dan menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet usia muda.
Turnamen di tingkat desa seperti yang digelar di Lampanairi dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui olahraga, sebagaimana tertuang dalam berbagai program pembinaan pemuda dan olahraga oleh pemerintah.
baca juga:
Selain aspek kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Di akhir acara, Bupati menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan kepemudaan yang bersifat positif dan konstruktif.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Futsal Desa Lampanairi secara resmi saya buka,” pungkasnya.
Turnamen ini diharapkan mampu menjadi agenda rutin yang tidak hanya melahirkan atlet berbakat, tetapi juga membentuk generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.(*)
Galeri Foto:
baca berita lainnya:
Bupati Buton Selatan H Muh Adios dan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Temui BPJN Sultra Bahas Integrasi Jalan Nasional untuk Dorong Ekonomi, Konektivitas Jadi Kunci
SULTRA, DURASITIMES.COM– Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) bersama Pemerintah Kota Baubau memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mendorong pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi, sebagai upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios dan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Temui BPJN Sultra Bahas Integrasi Jalan Nasional untuk Dorong Ekonomi, Konektivitas Jadi Kunci,”

Langkah tersebut ditandai melalui audiensi Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., MBA, yang didampingi Sekretaris Daerah La Ode Harwanto bersama Wali Kota Baubau Yusran Fahim dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berlangsung di Kantor BPJN Sultra, Selasa (31/3/2026).
Dalam pertemuan itu, pembahasan utama difokuskan pada penyelarasan program pembangunan jalan nasional dengan kebutuhan daerah, khususnya untuk membuka akses antarwilayah di kawasan kepulauan Buton yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Bupati Buton Selatan menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat.
“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Tanpa konektivitas yang baik, distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi akan terhambat,” ujar H. Muhammad Adios dalam pertemuan tersebut.
Ia menambahkan, keterpaduan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam memastikan proyek infrastruktur berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Selain itu, kolaborasi antara Kabupaten Buton Selatan dan Kota Baubau juga menjadi perhatian dalam audiensi tersebut. Kedua wilayah dinilai memiliki keterkaitan strategis dalam aktivitas perdagangan, jasa, serta pelayanan publik.
Menurut Adios, konektivitas jalan yang baik akan memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
“Integrasi infrastruktur akan memperlancar mobilitas barang dan jasa serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Secara historis, pembangunan infrastruktur jalan telah menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Di Indonesia, sejak era pembangunan nasional pada masa Orde Baru hingga program percepatan infrastruktur dalam satu dekade terakhir, pemerintah terus menempatkan sektor jalan sebagai prioritas utama.
Program pembangunan jalan nasional yang masif dalam beberapa tahun terakhir juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk di kawasan timur Indonesia yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Secara global, Bank Dunia mencatat bahwa peningkatan kualitas infrastruktur jalan dapat menurunkan biaya logistik hingga 20 persen dan meningkatkan daya saing ekonomi suatu daerah. Negara-negara kepulauan seperti Filipina dan Jepang juga menjadikan konektivitas sebagai kunci pemerataan pembangunan.
Kondisi ini relevan dengan wilayah Buton Selatan yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, sehingga membutuhkan jaringan jalan yang terintegrasi untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Dalam audiensi tersebut, BPJN Sultra diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan daerah dengan memasukkan sejumlah ruas jalan strategis ke dalam prioritas pembangunan nasional.
baca juga:
- Dugaan Pungli Dibantah, Kepala BKPSDM Buton Selatan Ahmad Jamaluddin Beberkan Mekanisme Pelantikan ASN, Pastikan Pelantikan 105 ASN Sesuai Aturan Sistim BKN
- Apel dan Halalbihalal, Wali Kota H Yusran Fahim Baubau Dorong Akselerasi Kinerja di Tengah…
Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah pusat guna memastikan percepatan realisasi pembangunan infrastruktur.
Dengan adanya sinergi lintas sektor dan lintas wilayah ini, diharapkan konektivitas antara Kabupaten Buton Selatan dan Kota Baubau semakin kuat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Sulawesi Tenggara.(*)








