Tradisi Malona Kadiri Warnai Malam 27 Ramadan di Keraton Wolio Baubau
BAUBAU, DURASITIMES.COM — Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, masyarakat eks-Kesultanan Buton bersama Pemerintah Kota Baubau kembali menggelar ritual adat Malona Kadiri di Masjid Agung Keraton Wolio pada Senin (16/3/2026) malam hingga Selasa (17/3/2026) dini hari. Tradisi ini menjadi penanda penting spiritualitas sekaligus warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. “Tradisi Malona Kadiri Warnai Malam 27 Ramadan di Keraton Wolio Baubau.”

Ritual yang berlangsung pada malam ke-27 Ramadan tersebut diyakini memiliki keterkaitan dengan momentum turunnya Lailatul Qadar, malam yang dalam tradisi Islam disebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, pelaksanaan Malona Kadiri tidak hanya dimaknai sebagai adat, tetapi juga bagian dari refleksi keagamaan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, menegaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai luhur dan harus dijaga keberlanjutannya.
“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Buton yang harus terus dilestarikan,” ujarnya usai mengikuti prosesi.
Suasana khidmat tampak menyelimuti Masjid Agung Keraton Wolio selama prosesi berlangsung. Warga mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mencerminkan kekuatan nilai religius yang menyatu dengan adat istiadat setempat.
Menurut La Ode Darus Salam, pelaksanaan ritual ini juga menjadi pengingat bahwa Ramadan segera berakhir. Ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah di penghujung bulan suci.
“Prosesi malam ini menandakan bahwa Ramadan akan segera berakhir. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan,” katanya.
Secara historis, tradisi Malona Kadiri tidak terlepas dari perjalanan panjang Kesultanan Buton yang sejak abad ke-16 telah mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam sistem adat dan pemerintahan. Kesultanan Buton dikenal sebagai salah satu kerajaan di Nusantara yang memiliki konstitusi tertulis, yakni Martabat Tujuh, yang mengatur kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Dalam konteks nasional, tradisi seperti Malona Kadiri mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang sejalan dengan semangat pelestarian budaya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Indonesia sendiri memiliki ribuan tradisi lokal yang menjadi identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, dalam perspektif global, praktik serupa juga dapat ditemukan di berbagai negara Muslim yang menggabungkan tradisi lokal dengan ibadah Ramadan, seperti di Turki dan Maroko, di mana ritual malam akhir Ramadan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
La Ode Darus Salam menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut.
“Budaya seperti ini harus terus kita laksanakan bersama agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Pelaksanaan Malona Kadiri juga menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap relevan di tengah modernisasi. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga memperkuat kohesi sosial masyarakat.
baca juga:
- Pergantian Katuko Masjid Agung Keraton Buton Berlangsung Sakral, Wali Kota Baubau HYF Serahkan Secara Adat
- Masyarakat yang Mau Berwisata ke Batusori Membludak Manfaatkan Bus Gratis Yang Disediakan Dishub…
Dengan antusiasme warga yang tinggi, Pemerintah Kota Baubau berharap Malona Kadiri dapat terus menjadi bagian dari warisan budaya tak benda yang memperkaya khazanah budaya nasional sekaligus memperkuat nilai religius masyarakat.
Di penghujung acara, masyarakat meninggalkan masjid dengan harapan memperoleh keberkahan Lailatul Qadar, sekaligus membawa semangat baru menyambut hari kemenangan.(*)
baca berita lainnya:
Sesuai Prediksi Dishub Baubau, Keberangkatan Sesi Dua, Masyarakat Membludak Naik Bus Wisata Gratis Menuju Wisata Batusori
BAUBAU, DT-Kadis Perhubungan Kota Baubau Arlis SPd MPd menjelaskan mengapa pihaknya memprogramkan bus wisata gratis yang pertama di Kota Baubau untuk melayani masyarakat berkunjung ke destinasi wisata dalam suasana lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M? “Sesuai Prediksi Dishub Baubau, Keberangkatan Sesi Dua, Masyarakat Membludak Naik Bus Wisata Gratis Menuju Wisata Batusori,”
Alasannya, kata Arlis, tidak semua masyarakat mengenal tempat-tempat wisata di Kota Baubau. Walaupun ada yang sudah tau tempatnya, lanjutnya, tetapi masih ada kondisi ekonomn masyarakat Baubau ini yang masih terbatas sehingga pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi itu.

“Selain itu, kita berharap tempat-tempat wisata kita juga bisa diperkenalkan ke masyarakat luar. Sehingga Kota Baubau ini tempat-tempat wisatanya kedepan ramai dikunjungi,” tutur Arlis, ketika menghadiri pelepasan enam bus wisata gratis oleh Wakil Walikota Baubau, Rabu (02/04/2025), di Pantai Kamali Baubau.
Selain itu, lanjur Arlis, pelaksanaan layanan bus wisata gratis pada kesempatan ini adalah untuk menjawab keinginan masyarakat Kota Baubau yang begitu tinggi terhadap kunjungan lokus-lokus wisata yang ada di Kota Baubau.
“Tetapi karena terbatas layanan transportasinya, maka Bapak Walikota dan Wakil Walikota Baubau memberikan arahan agar kami berinisiatif memberikan layanan kepada masyarakat yang punya keinginan kuat mengunjungi tempat-tempat wisata,” ucapnya.
Arlis mengungkapkan awalnya pihak Dinas Perhubungan Kota Baubau memperispakan hanya melayani 1 hari saja dan cuma menyediakan empat bus. Tetapi melalui media yang termonitor rupanya animo masyarakat sangat tinggi untuk memanfaatkan fasilitas bus gratis ke tempat-tempat wisata. Pada akhirnya Dinas Perhbungan memutuskan membuka layanan untuk dua hari dan menambah armada menjadi enam bus.
“Bahwa pagi ini memang terlihat belum terlalu membludak yang memanfaatkan bus wisata gratis sebagaimana yang ramai di media sosial karena kemungkinan masyarakat kita masih lelah dalam suasana lebaran. Nanti kami prediksi pada fase kedua siang nanti baru masyarakat akan menggunakan layanan gratis ini lebih banyak lagi,” kata Arlis.
Pantauan media ini, untuk keberangkatan sesi 1 yang terjadwal berangkat pukul 08.00 WITA baru 1 bus yang terisi penuh penumpang dengan tujuan kawasan wisatabatusori. Bus itu akan memuat 26 penumpang yang sudah mendaftarkan dirinya dan tercatat diform yang disodorkan panitia. Sedangkan sisanya masing 8 penumpang busnya menuju Pantai Nirwana, 6 Penumpang menuju Keraton Buton, dan 5 penumpang busnya menuju Kawasan Wisata Hutan Pinus Samparona.
Arlis berjanji program bus gratis kedepannya tidak hanya mengantar masyarkat ke tempat-tempat wisata saja tapi akan ada inovasi-inovasi baru.
“Berdasarkan diskusi semalam dengan pimpinan daerah Insya Allah ada inovasi-inovasi baru dalam melakukan pelayanan prima kepada masyarakat. mudah-mudahan kegiatan pada hari ini penuh barkah, lancar, aman dan sesuai dengan niat dari pada pimpinan bekerja bersama untuk membangun demi kemajuan Kota Baubau,” ucap Arlis.
Arlis pun meluruskan informasi sebelumnya bawah mobil yng disediakan enam unit untuk mengantar masyarakat ke tempat wisata semuanya sudah dilengkapi full AC. sedangkan dua bus lainnya tidak diturunkan karena fasilitas ACnya masih dioptimalkan, “Sehingga mobil yang beroperasi dengan full AC adalah 6 unit saja,” tuturnya.
Arlis mengungkapkan berdasarkan laporan dari timnya yang melayani di lapangan, untuk kebrangkatan kedua pukul 14.00 WITA ada lima mobil yang melayani masyarakat yaitu tiga mobil melayani ke kawasan wisata Batusori, dan dua mobil masing-masing ke Pantai Nirwana dan ke Kawasan Wisata Batusori.
baca juga:
- Walikota H Yusran Fahim Akan Lepas Bus Wisata Gratis di Pantai Kamali Yang Disediakan Dishub Baubau Beroperasi 2-3 April 2025
- Peserta Asal Siompu Rija Juara Mancing Tradisional dan Eka TBF Juara Mancing Modern Pada Festival Perairan 2023
“Semuanya full penumpang. Jadi ini sesuai dengan prediksi awal bahwa nanti jam kedua masyarakat akan banyak berdatangan menggunakan bus wisata gratis. Besok, Kamis 2 April 2025 kami prediksi akan lebih banyak lagi,” ungkap Arlis.
Seorang warga benama Ibu Ratih yang membawa enam anggota keluarganya berwisata di Batusori pada sesi kedua keberangkatan berterimakasih kepada Pemkot Baubau yang peka terhadap keinginan warganya untuk menyediakan kenderaan gratis ke tampat wisata yang diinginkan warganya. Dia berharap program ini kalau bisa dilayani sampai 7 hari setelah lebaran agar warga bisa memanfaatkan libur lebarannya secara maksimal.
“Karena hari ke empat sampai hari ke 7 mungkin baru ada waktu yang lain mau berwisata. karena hari pertama sampai ke 3 kita masih berkunjung ke rumah saudara. Selanjutnya baru bisa berwisata sebelum kembali bekerja normal atau balik ke daerah asal,” ucapnya. (*)



