Sidak Pasar Bandar Batauga Bersama Satgas Pangan Nasional, Pemkab Buton Selatan Jamin Stok Pangan Aman Jelang Idulfitri 1447 H
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memastikan akan menggelar program intervensi pangan berupa subsidi dan pasar murah menjelang Idulfitri 1447 Hijriah guna menjaga daya beli masyarakat serta menjamin keterjangkauan harga bahan pokok. “Sidak Pasar Bandar Batauga Bersama Satgas Pangan Nasional, Pemkab Buton Selatan Jamin Stok Pangan Aman Jelang Idulfitri 1447 H,”

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Muhamad Idris, mengatakan program tersebut direncanakan berlangsung sekitar tujuh hari sebelum Lebaran dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Selain itu, menjelang Idulfitri juga akan dilaksanakan pasar murah sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah agar masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah setelah sebelumnya menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bandar Batauga bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Nasional pada Jumat (6/3/2026).
Dalam sidak tersebut, pemerintah daerah menggandeng sejumlah pihak, termasuk Bulog dan aparat kepolisian, untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta mencegah praktik penimbunan dan permainan harga.
Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar, Apriyanto Dwi Nugroho, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi stok pangan di Pasar Rakyat Bandar Batauga masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.
“Dari hasil pemantauan dan wawancara dengan masyarakat serta pedagang, stok pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri,” katanya.
Selain itu, harga sejumlah komoditas juga terpantau stabil. Bahkan, beberapa bahan pokok seperti bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Apriyanto menambahkan, Bulog turut berperan menjaga stabilitas harga dengan menyediakan beras dan minyak goreng bersubsidi.
“Harga beras sekitar Rp60 ribu, sedangkan minyak goreng Minyak Kita dibanderol sekitar Rp15.700. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa cadangan pangan pemerintah yang dikelola Bulog dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buton Selatan, La Ganefo, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengingatkan pedagang sejak awal Ramadan agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.
“Kami mengimbau pedagang tetap mengambil keuntungan yang wajar, sehingga masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok,” ucapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bandar Batauga bahkan lebih rendah dibandingkan dengan daerah sekitar, seperti Kota Baubau.
Sebagai contoh, harga beras di Baubau mencapai sekitar Rp62 ribu, sedangkan di Batauga berkisar Rp60 ribu. Harga telur jumbo di Baubau sekitar Rp72 ribu, sementara di Batauga sekitar Rp68 ribu.
Keterlibatan aparat kepolisian dalam sidak ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga.
Apriyanto menegaskan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
“Jika ada upaya penimbunan atau permainan harga, akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Secara historis, pengawasan harga dan ketersediaan pangan menjelang hari besar keagamaan telah menjadi kebijakan rutin pemerintah di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat melalui Satgas Pangan Nasional secara intensif melakukan sidak di berbagai daerah untuk menekan inflasi pangan, terutama saat Ramadan dan Idulfitri.
Data nasional menunjukkan bahwa inflasi pangan kerap meningkat pada periode tersebut akibat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, intervensi seperti operasi pasar dan subsidi harga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
baca juga:
- Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat
- Prajurit Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Manfaatkan Lahan 5 Hektare untuk Panen Jagung,…
Di tingkat global, fenomena serupa juga terjadi di berbagai negara, terutama yang memiliki tradisi konsumsi tinggi saat perayaan keagamaan, seperti di Timur Tengah dan Asia Selatan. Pemerintah di negara-negara tersebut umumnya melakukan kontrol harga dan distribusi untuk menghindari gejolak pasar.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, Satgas Pangan Nasional, Bulog, dan aparat penegak hukum, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Buton Selatan tetap terjaga hingga Idulfitri.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta melindungi masyarakat dari potensi lonjakan harga yang tidak terkendali.(*)
baca berita lainnya:
Subsidi Sembako Rp10 Ribu, Pemkot Baubau Kembali Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 KK Jelang Idul Fitri 1447 H
BAUBAU, DT – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar program pasar murah bersubsidi untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan. “Subsidi Sembako Rp10 Ribu, Pemkot Baubau Kembali Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 KK Jelang Idul Fitri 1447 H,”

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Baubau, Kamis (5/3/2026), dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog Cabang Baubau serta sejumlah distributor bahan pokok di daerah tersebut.
Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE., mengatakan bahwa program pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadapi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Program ini dilakukan agar masyarakat yang kurang berkemampuan tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yusran Fahim dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memberikan subsidi sebesar Rp10.000 untuk setiap jenis komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya subsidi itu, harga yang ditawarkan kepada masyarakat menjadi lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
Dalam program tersebut, satu paket bahan pokok dijual dengan harga sekitar Rp48.000. Sementara di pasaran, paket serupa biasanya dijual dengan kisaran harga Rp58.000 hingga Rp60.000. Selisih harga tersebut ditanggung oleh pemerintah melalui skema subsidi yang telah disiapkan.
Pasar murah ini disiapkan untuk sekitar 1.000 kepala keluarga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Setiap keluarga diberikan kesempatan membeli paket bahan pokok guna membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Seluruh kegiatan ini dibiayai oleh Pemerintah Kota Baubau dan dikoordinasikan oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Baubau sebagai pelaksana teknis di lapangan.
“Karena ini merupakan barang yang disubsidi pemerintah, maka pelaksanaannya harus tertib agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” tegas Yusran Fahim.
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional maupun modern guna memastikan pasokan pangan tetap stabil selama Ramadan.
“Jika nanti terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasar, tidak menutup kemungkinan program pasar murah ini akan kembali digelar,” tambahnya.
Secara historis, program pasar murah telah lama menjadi salah satu instrumen pemerintah di Indonesia untuk menekan laju inflasi pangan. Pemerintah pusat maupun daerah rutin menggelar kegiatan serupa terutama menjelang Ramadan, Idulfitri, serta Natal dan Tahun Baru.
Data nasional menunjukkan bahwa komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah, dan gula pasir merupakan penyumbang utama inflasi musiman saat hari besar keagamaan.
baca juga:
- Meski Baru Berdiri, Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Sukses Panen Jagung 5 Hektare, Bukti Kontribusi TNI untuk Ketahanan Pangan
- Walikota Baubau H Yusran Fahim Matangkan Rencana Pasar Sulaa dan Tata Wilayah Pesisir Sebagai…
Secara internasional, kebijakan intervensi harga pangan juga banyak dilakukan di berbagai negara untuk menjaga stabilitas pasar. Organisasi Pangan Dunia (FAO) mencatat bahwa banyak negara menerapkan program subsidi pangan atau operasi pasar ketika terjadi lonjakan permintaan menjelang hari raya keagamaan maupun musim tertentu.
Dengan adanya pasar murah ini, Pemerintah Kota Baubau berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Idulfitri.
Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat serta menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan bahan pangan di Kota Baubau selama bulan Ramadan.(*)

