EKONOMIKabupaten Buton SelatanSULTRA

Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat

BUTON SELATAN, DT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Selatan mulai melakukan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) kepada masyarakat dengan menyasar para pedagang dan pelaku usaha di Pasar Bandar Batauga, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan langkah awal sebelum pelaksanaan pendataan ekonomi secara nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. “Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat,”

Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat
Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat

Sosialisasi ini dilaksanakan oleh Tim Garda Sensus Ekonomi 2026 BPS Buton Selatan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi serta mendorong partisipasi pelaku usaha dalam memberikan data yang akurat.

Ketua Garda SE2026 BPS Buton Selatan, Dhea Prawidia, S.Tr.Stat, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang tujuan dan manfaat sensus ekonomi bagi pembangunan daerah.

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026 sebelum pendataan dilakukan,” ujar Dhea saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi di Pasar Bandar Batauga.

Ia menambahkan bahwa sensus tersebut bertujuan untuk mencatat seluruh aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha berskala besar.

“Melalui sensus ini, kami akan mendata seluruh kegiatan ekonomi masyarakat. Data tersebut nantinya menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan ekonomi daerah,” jelasnya.

Menurut Dhea, keberhasilan pelaksanaan sensus ekonomi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang menjadi responden dalam kegiatan pendataan.

“Kami mengajak para pedagang dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang jujur dan lengkap. Data yang diberikan sangat berarti bagi pembangunan daerah,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa data yang dikumpulkan oleh petugas BPS dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan lain di luar statistik.

“Tidak ada pungutan dalam kegiatan ini. Data responden dijamin aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan maupun pungutan lainnya,” tegas Dhea.

Selama kegiatan berlangsung, suasana sosialisasi terlihat hangat dan interaktif. Para pedagang yang berada di Pasar Bandar Batauga tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh tim Garda SE2026.

Beberapa pedagang bahkan menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi dengan memberikan informasi usaha secara terbuka kepada petugas pendata.

Secara historis, Sensus Ekonomi di Indonesia telah dilaksanakan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik sejak tahun 1986, kemudian dilanjutkan pada 1996, 2006, dan 2016. Sensus ini menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah dalam memahami perkembangan struktur ekonomi nasional.

Secara global, kegiatan sensus ekonomi juga menjadi praktik umum yang dilakukan oleh banyak negara untuk mengukur aktivitas usaha dan perkembangan sektor ekonomi. Lembaga statistik di berbagai negara, seperti U.S. Census Bureau di Amerika Serikat, juga secara rutin melaksanakan Economic Census setiap lima tahun untuk memetakan kondisi dunia usaha.

Data hasil sensus ekonomi biasanya digunakan oleh pemerintah, akademisi, serta pelaku usaha untuk merancang kebijakan pembangunan ekonomi, memperkuat sektor usaha, serta meningkatkan daya saing daerah.

baca juga:

  1. Walikota Baubau H Yusran Fahim Matangkan Rencana Pasar Sulaa dan Tata Wilayah Pesisir Sebagai Pusat Ekonomi Baru untuk Kurangi Beban Warga
  2. Bappeda-BPS Kolaborasi Sajikan Data Akurat untuk RKPD 2027, Pemkab Busel Bahas Isu Strategis

Melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan sejak dini, BPS Buton Selatan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya sensus ekonomi serta bersedia memberikan data yang valid dan akurat saat proses pendataan dimulai.

Dengan dukungan masyarakat dan pelaku usaha, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Buton Selatan diharapkan dapat berjalan lancar serta menghasilkan data statistik berkualitas yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan.(*)

GALERI FOTO

baca berita lainnya:

Kepala Bidang Kesmas Buton Selatan Wa Ode Mahazura Tinjau Layanan Faskes di Batuatas, Soroti Akses Ekstrem Menuju Puskesmas

BUTON SELATAN, BP –Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kabupaten Buton Selatan, Wa Ode Mahazura, S.ST., M.Kes, bersama seluruh programer Bidang Kesmas melaksanakan kunjungan kerja selama lima hari di Kecamatan Batuatas serta menyoroti akses ektrem yang menuju Puskesmas. “Kepala Bidang Kesmas Buton Selatan Wa Ode Mahazura Tinjau Layanan Faskes di Batuatas, Soroti Akses Ekstrem Menuju Puskesmas,”

8

Kunjungan tersebut difokuskan pada dua fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas Batuatas dan Puskesmas Batuatas Barat. Dalam kegiatan itu, tim melaksanakan berbagai agenda penguatan program kesehatan masyarakat.

“Kami sudah empat hari berada di Batuatas untuk memastikan program-program kesehatan masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Wa Ode Mahazura pada awak media, Sabtu (28/2/2026).

Selama kunjungan, Bidang Kesmas melakukan advokasi bersama Pemerintah Kecamatan Batuatas dan lintas sektor terkait. Selain itu, digelar pula Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) aksi Ibu Hamil Sehat sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan dan persalinan yang aman.

“Kami juga melakukan advokasi lintas sektor bersama pemerintah kecamatan dan stakeholder terkait agar dukungan terhadap program kesehatan semakin kuat,” jelasnya.

6

Tim programer turut melaksanakan supervisi dan bimbingan teknis kepada pengelola program di puskesmas, seperti Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), program gizi dalam pencegahan stunting, promosi kesehatan untuk penguatan Posyandu, Integrasi Layanan Primer (ILP), serta program lainnya.

“Kami memberikan supervisi dan bimbingan teknis kepada para programer puskesmas, mulai dari KIA, gizi dalam pencegahan stunting, promosi kesehatan, hingga penguatan Posyandu dan ILP,” katanya.

Tak hanya itu, kunjungan rumah juga dilakukan kepada ibu hamil berisiko sebagai langkah deteksi dini dan pendampingan langsung di lapangan.

Namun, di balik rangkaian kegiatan tersebut, Wa Ode Mahazura mengaku prihatin dengan kondisi akses menuju layanan kesehatan di Batuatas Barat, khususnya di Desa Batuatas Liwu.

“Saya sempat sedih melihat kondisi jalan yang harus dilewati ibu hamil untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Masyarakat yang ada di bawah tebing, seperti di Desa Batuatas Liwu, harus melewati puluhan anak tangga dan tebing yang cukup ekstrem,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berisiko, terlebih saat proses persalinan.

“Ada satu desa yang sama sekali persalinannya tidak bisa dilakukan di puskesmas karena aksesnya sangat sulit. Bahkan untuk menuju Puskesmas Batuatas Barat, jalannya tidak bisa diakses masyarakat dalam kondisi darurat,” tegasnya.

3 1

Melihat kondisi tersebut, ia berharap wilayah kerja Puskesmas Batuatas dan Puskesmas Batuatas Barat menjadi prioritas dalam pengadaan tenaga kesehatan, baik PNS maupun PPPK, serta pemenuhan sarana dan prasarana.

“Kami harapkan wilayah ini menjadi prioritas utama, baik untuk pengadaan tenaga kesehatan PNS maupun PPPK, termasuk pemenuhan sarana prasarana dan kesejahteraan petugas kesehatan,” pungkasnya.

baca juga:

  1. Vaksinasi 126 CJH 2026 Dimulai, Empat Puskesmas Baubau Siapkan Layanan Khusus
  2. BPJS Kesehatan Puji Transformasi Digital Faskes Baubau di Evaluasi JKN, Empat Puskesmas Baubau

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan Buton Selatan.(*)

Visited 123 times, 23 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *