
Irfan Mihzan Resmi Pimpin JMSI Buton Raya Usai Terbit Mandat Pengda Sultra, Siap Perkuat Media Siber Daerah
BAUBAU, DT-Konsolidasi media siber di kawasan Buton Raya memasuki babak baru setelah Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara resmi menunjuk LM Irfan Mihzan sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) JMSI Buton Raya melalui mandat organisasi yang diterbitkan pada 17 Februari 2026. “Irfan Mihzan Resmi Pimpin JMSI Buton Raya Usai Terbit Mandat Pengda Sultra, Siap Perkuat Media Siber Daerah.”

Penunjukan tersebut merupakan upaya JMSI memperluas jaringan kelembagaan di wilayah kepulauan yang meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Wakatobi, Buton Utara, Buton Selatan, dan Buton Tengah. Mandat tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor 019/PD-Sultra/SM/JMSI/II/2026 yang ditandatangani Ketua JMSI Sultra, Adhy Yaksa Pratama, serta Sekretaris Muhamad Irvan S..
Dalam SK itu, Pengda JMSI Sultra menugaskan Irfan Mihzan untuk segera membangun konsolidasi awal dengan perusahaan-perusahaan media siber yang memenuhi persyaratan keanggotaan JMSI di wilayah Buton Raya. Penegasan ini sesuai prinsip dasar JMSI, yakni memperkuat tata kelola media digital yang profesional, kredibel, dan terverifikasi.
Ketua JMSI Sultra, Adhy Yaksa Pratama, menyampaikan bahwa pembentukan cabang bukan sekadar ekspansi organisasi, tetapi langkah strategis menghadapi dinamika industri media. “Minimal harus ada lima perusahaan media siber yang memenuhi syarat agar satu cabang JMSI dapat berdiri. Ini untuk menjamin ekosistem yang sehat dan representatif,” ujarnya.
Adhy menambahkan bahwa masa berlaku mandat hanya tiga bulan, sehingga Pengcab JMSI Buton Raya diharapkan mampu menyusun struktur lengkap dan agenda kerja dalam rentang waktu tersebut. “Kami memberikan waktu yang cukup, tetapi tetap terukur agar mesin organisasi bergerak secara efektif,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Mihzan Media Mandiri sekaligus pendiri Media Kasamea.com, LM Irfan Mihzan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dari Pengda JMSI Sultra. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul pemilik media lokal guna memperkuat jaringan media yang profesional. “Amanah ini besar. Kami akan segera melakukan konsolidasi dengan seluruh rekan media di Buton Raya,” tegasnya.
Selain membenahi internal organisasi, Irfan menegaskan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah di enam wilayah administratif Buton Raya. Menurutnya, sinergi diperlukan agar hubungan antara media dan pemerintah berjalan dalam koridor profesional dan konstruktif. “Kami ingin JMSI Buton Raya hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah, bukan hanya pengawas tetapi juga penggerak kolaborasi,” katanya.
Setelah struktur kepengurusan terbentuk, JMSI Buton Raya dijadwalkan menggelar pelantikan dan rapat kerja cabang (rakercab). Agenda itu akan menjadi tonggak awal program-program resmi organisasi, terutama peningkatan kualitas manajemen media, edukasi literasi digital, serta penguatan standar kerja jurnalistik.
Secara historis, pembentukan organisasi media daerah seperti ini bukan hal baru dalam dunia pers. Di tingkat nasional, model konsolidasi media telah dimulai sejak era reformasi 1998 ketika berbagai asosiasi pers tumbuh untuk memperkuat kebebasan dan profesionalisme. Di level internasional, organisasi seperti Online News Association (ONA) dan International Press Institute (IPI) juga menjalankan pola serupa—mendorong kolaborasi media lokal melalui pembentukan cabang-cabang regional guna menjaga kualitas dan integritas jurnalisme digital.
baca juga:
- Klien Bapas Baubau Gelar Kerja Bakti di Islamic Center Kota Baubau
- Aksi Bersih Kota Baubau Serentak Ditinjau Langsung Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah, Wujudkan…
Di Sulawesi Tenggara sendiri, Pengda JMSI telah menambah struktur organisasi di beberapa wilayah. Sebelumnya, Pengcab JMSI Kota Kendari dan Kolaka Raya telah resmi dibentuk dan dilantik. Kehadiran Pengcab Buton Raya menjadi wilayah strategis berikutnya yang memperluas jangkauan JMSI di kawasan tenggara Indonesia.
Dengan ditunjuknya Irfan Mihzan, JMSI Sultra berharap perkembangan industri media digital di Buton Raya dapat lebih terstruktur, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan globalisasi informasi yang semakin cepat.(*)
baca berita lainnya:
Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Tinjau Langsung Kerja Bakti Massal Dukung Gerakan Nasional Indonesia Asri
BAUBAU, BP – Pemerintah Kota Baubau menggelar kerja bakti massal di berbagai titik pada Jumat (13/02/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri. Aksi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya kebersihan dan mitigasi persoalan lingkungan yang terus menjadi isu nasional dan global. “Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Tinjau Langsung Kerja Bakti Massal Dukung Gerakan Nasional Indonesia Asri,”

Gerakan ini berlangsung serentak di sejumlah kawasan kota, mulai dari Pasar Pasar Wameo hingga lingkungan Benteng Benteng Keraton Buton serta wilayah Sulaa di Kecamatan Betoambari. Seluruh area dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu yang memastikan kegiatan berjalan masif dan terorganisasi.
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh jajaran organisasi perangkat daerah, tetapi juga melibatkan personel TNI, Polri, dan Batalyon Raja Wakaaka. Kehadiran unsur lintas institusi dinilai penting untuk memperkuat semangat gotong royong sebagai identitas budaya Indonesia.
Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu menegaskan bahwa kerja bakti merupakan implementasi nyata dari instruksi pemerintah pusat terkait gerakan kebersihan nasional. “Kami ingin memastikan bahwa Baubau selalu berada di garis terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Aksi bersih-bersih tahun ini juga difokuskan pada kawasan prioritas, termasuk Masjid Islamic Center Baubau dan wilayah Pasar Wameo. OPD yang terlibat di lokasi tersebut antara lain Dinas Kominfo, PUPR, Sekretariat DPRD, Dinas Perikanan, Dikmudora, Bapas Baubau, dan pemerintah kelurahan.
Di sisi lain, wilayah Melai dan Sulaa diarahkan untuk pembersihan drainase serta pengangkatan tumpukan sampah. Kedua area tersebut dipilih karena memiliki intensitas permasalahan lingkungan yang lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.
Hamsinah menambahkan bahwa gerakan kebersihan bukan hanya program sesaat, melainkan agenda berkelanjutan. “Kebersihan adalah budaya. Itu harus dimulai dari rumah kita sendiri,” katanya menekankan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ia juga meminta perangkat RT dan RW menjadi penggerak utama dalam menumbuhkan kesadaran warga. “RT dan RW adalah ujung tombak edukasi lingkungan. Perannya sangat vital,” tutur Hamsinah.
Secara historis, gerakan kebersihan massal telah menjadi bagian dari budaya nasional. Pada era 1980-an, Indonesia pernah dikenal dengan program Jumat Bersih sebagai bentuk kedisiplinan kolektif warga. Di tingkat global, kampanye seperti World Clean Up Day yang melibatkan lebih dari 150 negara juga menunjukkan betapa pentingnya aksi komunitas dalam menyelamatkan lingkungan.
baca juga:
- Wali Kota H Yusran Fahim Dorong Inovasi Pelayanan Digital Usai Kukuhkan RT/RW se Kota Baubau
- Pemkot Baubau Evaluasi 12 PPPK Paruh Waktu Yang Gugur Karena Administrasi
Pemkot Baubau berharap aksi ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan urban sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nasional terhadap target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin terkait kota berkelanjutan.
Melalui kerja bakti massal ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjadikan Baubau sebagai kota yang bersih, sehat, dan resilien terhadap tantangan lingkungan di masa depan.(*)
