PEMILUPOLITIK

Bahlil Mantap Maju Caleg 2029, Targetkan Kebangkitan Golkar di Papua

KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memastikan dirinya akan maju sebagai calon legislatif (Caleg) pada Pemilu 2029. Keputusan tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar di parlemen. “Bahlil Mantap Maju Caleg 2029, Targetkan Kebangkitan Golkar di Papua,”

Bahlil Mantap Maju Caleg 2029, Targetkan Kebangkitan Golkar di Papua
Bahlil Mantap Maju Caleg 2029, Targetkan Kebangkitan Golkar di Papua

Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026), saat berbicara di hadapan awak media. Ia menegaskan bahwa seorang ketua umum partai harus membuktikan kontribusinya dalam perolehan suara, bukan hanya memimpin secara administratif.

Menurut Bahlil, komitmennya maju dalam Pemilu 2029 berangkat dari keyakinannya bahwa Golkar membutuhkan langkah konkret untuk menambah kekuatan politik. “Ketua Umum yang berhasil adalah yang bisa menaikkan suara dan kursi,” ucapnya.

Ia menuturkan bahwa pilihannya untuk terjun langsung merupakan bagian dari tanggung jawab moral. “Saya jujur saja, untuk itu saya Caleg,” katanya menegaskan, sambil meminta agar wartawan tidak lagi menanyakan motif di balik keputusannya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyoroti pentingnya kompetisi politik yang dilakukan secara langsung oleh kader-kader utama partai. Menurutnya, Golkar tidak bisa terus bergantung pada retorika tanpa aksi nyata.

Bahlil memilih Papua sebagai daerah pemilihannya pada Pemilu 2029. Ia menyebut wilayah itu strategis karena Golkar belum mampu meraih kursi dari Dapil tersebut. “Karena Dapil itu tidak ada kursi, tidak ada kursi kita,” ungkapnya.

Keputusannya maju di Papua juga berkaitan dengan sejarah panjang partai tersebut di wilayah timur Indonesia. Sejak era Orde Baru, Golkar memiliki basis dukungan kuat di sejumlah provinsi timur, namun tren perolehan suara di Papua terus menurun sejak Pemilu 2004.

Secara nasional, langkah Bahlil mengikuti tradisi sejumlah ketua umum partai yang pernah turun langsung dalam kontestasi legislatif. Praktik serupa juga lazim di negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana pimpinan partai menjadikan pencalonan legislatif sebagai ukuran legitimasi politik.

Ia turut menyampaikan kritik terhadap politisi yang hanya mengandalkan retorika tanpa turun ke lapangan. “Kalau petarung ya main di lapangan,” ujar Bahlil, menegaskan bahwa partai membutuhkan kader yang aktif bekerja, bukan sekadar bercerita.

Bahlil juga memastikan instruksi serupa kepada kader Golkar lainnya, termasuk mereka yang kini duduk di kabinet pemerintahan. Jika aturan memungkinkan, ia akan mewajibkan seluruh menteri dari Golkar untuk maju dalam Pemilu 2029 sebagai bentuk dedikasi membesarkan partai.

baca juga:

  1. KPU Buton Selatan Sosialisasikan PKPU 3/2025 sebagai Aturan Baru PAW, Tekankan Kepastian Hukum dan Transparansi
  2. Rajiun Tumada Ungkap PSI Sultra Fokus Benahi Mesin Partai hingga Tingkat Desa

Langkah tersebut, kata dia, bertujuan mengembalikan Golkar ke posisi strategis sebagai partai besar nasional. Sejak era Reformasi, Golkar memang tetap di jajaran tiga besar, namun persaingan semakin ketat dengan hadirnya partai-partai baru.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bahlil optimistis Golkar dapat kembali meraih kursi signifikan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia pun berharap seluruh kader solid bergerak untuk memenangkan hati pemilih.(*)

baca berita lainnya:

Emil Hadiri Pelantikan Golkar, Bahlil Lontarkan Ajakan Bernuansa Gojekan

SURABAYA, DT– Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melontarkan gurauan bernuansa ajakan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam pelantikan pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (15/2). Candaan itu memicu riuh tawa ribuan kader yang menghadiri kegiatan tersebut. “Emil Hadiri Pelantikan Golkar, Bahlil Lontarkan Ajakan Bernuansa Gojekan,”

Emil Hadiri Pelantikan Golkar, Bahlil Lontarkan Ajakan Bernuansa Gojekan
Emil Hadiri Pelantikan Golkar, Bahlil Lontarkan Ajakan Bernuansa Gojekan

Acara pelantikan yang berlangsung dihadapan sekitar tiga ribu kader itu turut dihadiri sejumlah tokoh politik daerah, termasuk Emil yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran Emil menjadi sorotan karena ia merupakan kader Partai Demokrat sekaligus Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.

Dalam pidatonya, Bahlil menyinggung hubungan Golkar dengan beberapa partai lain yang disebutnya berjalan harmonis. Ia mencontohkan jalinan komunikasi politik antara Golkar, NasDem, Hanura, Gerindra hingga Partai Demokrat yang selama ini terjalin dalam berbagai momentum politik nasional.

Bahlil kemudian melontarkan candaan yang diarahkan kepada Emil. “Pak Wagub ini saya lihat mulai goyang. Kalau hatinya sudah mulai nyaman, ya tidak apa-apa juga masuk Golkar,” ujarnya, yang langsung disambut tawa peserta acara.

Emil tidak memberikan respons langsung atas gurauan itu, namun ia tetap mengikuti rangkaian kegiatan secara formal. Hal ini memunculkan spekulasi ringan di kalangan peserta mengenai kemungkinan dinamika politik Jawa Timur ke depan.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil menekankan bahwa perpindahan kader antarpartai bukanlah hal baru dalam politik Indonesia. Ia mengibaratkan adanya fenomena “hijrah sementara” yang menurutnya kerap terjadi dalam sejarah perpolitikan di Tanah Air. “Kalau rindu pulang, silakan kembali. Kita satu rumah, hanya beda kamar,” ujarnya.

Secara historis, perpindahan atau migrasi politik memang bukan fenomena baru. Di Indonesia, dinamika tokoh berpindah partai telah terjadi sejak era multipartai pascareformasi 1998. Di level internasional, praktik serupa terjadi di banyak negara demokrasi, seperti Amerika Serikat yang mengenal istilah party switching, salah satu contohnya ketika Senator Jim Jeffords keluar dari Partai Republik pada 2001 dan mengubah peta kekuatan Senat AS saat itu.

Kembali ke acara pelantikan, Bahlil menyampaikan bahwa Golkar kini memprioritaskan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Konsolidasi ini disebut sebagai langkah strategis untuk menghadapi agenda politik nasional di masa depan.

baca juga:

  1. Ini Alasan MK Tolak Gugatan Pilkada Buton Tengah, SAMA AZAN Bupati Buteng 2025-2030, La Andi Legowo, KPUD Besok Lakukan Pleno Penetapan Calon Terpilih
  2. Rajiun Tumada Ungkap PSI Sultra Fokus Benahi Mesin Partai hingga Tingkat Desa

Pelantikan pengurus DPD Golkar Jatim menjadi momentum penting bagi partai berlambang pohon beringin tersebut untuk menegaskan kesiapan organisasi menjelang berbagai kontestasi politik. Ribuan kader yang hadir menunjukkan antusiasme terhadap arah baru konsolidasi di wilayah Jawa Timur.

Bahlil menutup sambutannya dengan apresiasi terhadap seluruh pihak yang hadir, termasuk tokoh lintas partai. Menurutnya, kehadiran mereka mencerminkan iklim politik Jawa Timur yang tetap menjunjung komunikasi dan saling menghargai di tengah dinamika politik nasional.

Dengan dinamika yang muncul dari candaan hingga strategi konsolidasi, acara tersebut memperlihatkan bagaimana komunikasi politik Golkar terus digalakkan sebagai upaya mempertahankan pengaruh partai di tingkat daerah maupun nasional.(*)

Visited 46 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *