Kabupaten Buton UtaraSULTRA

Kadis Kominfo Sartono Serahkan Usulan Tower Buton Utara Didukung DPRD, Komdigi Mulai Proses

BUTON UTATA, DT– Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara dalam mengatasi wilayah blankspot memasuki tahapan penting. Pada Rabu, 11 Februari 2026, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Butur Sartono menyerahkan surat resmi usulan pembangunan tower jaringan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta. “Kadis Kominfo Sartono Serahkan Usulan Tower Buton Utara Didukung DPRD, Komdigi Mulai Proses,”

Kadis Kominfo Sartono Serahkan Usulan Tower Buton Utara Didukung DPRD, Komdigi Mulai Proses
Kadis Kominfo Sartono Serahkan Usulan Tower Buton Utara Didukung DPRD, Komdigi Mulai Proses

Langkah itu dilakukan setelah proses panjang yang sebelumnya melibatkan konsultasi dengan PT Telkom Indonesia Witel Baubau hingga penyampaian berkas lanjutan ke PT Telkom Indonesia Witel Kendari dan PT Telkom Indonesia Regional V. Pemerintah daerah menegaskan bahwa usulan ini menjadi bagian dari percepatan pemerataan akses telekomunikasi bagi masyarakat.

Sartono membawa langsung dokumen yang ditandatangani Bupati Butur, Afirudin Mathara, dan menyerahkannya kepada Suleman Umbu Nengi, staf Komdigi yang mengoordinasikan fasilitator pemerintahan serta tim percepatan pembangunan infrastruktur mobile broadband.

Menurut informasi dari pihak Komdigi, surat usulan tersebut telah diteruskan kepada Menteri Komunikasi dan Digital untuk proses verifikasi tahap berikutnya. Pemerintah daerah juga diminta melakukan penginputan data pendukung melalui aplikasi resmi milik kementerian guna memudahkan pemetaan wilayah prioritas pembangunan tower.

Sartono menjelaskan bahwa permintaan data oleh Komdigi sejalan dengan kebutuhan yang sebelumnya disampaikan Telkom. “Pada prinsipnya, data yang diminta sama, terutama jumlah penduduk dan fasilitas layanan publik di wilayah blankspot,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menegaskan bahwa seluruh data pendukung telah disiapkan oleh Kominfo Butur. “Kalau soal data, tidak ada kendala. Tinggal penginputan ke aplikasi kementerian,” kata Sartono, memastikan bahwa proses administratif dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.

Meskipun kementerian dan Telkom telah menunjukkan sinyal positif, pembangunan tower tidak akan berjalan instan. Menurut Sartono, penentuan lokasi, kekuatan sinyal, dan kondisi geografis setiap wilayah merupakan faktor krusial yang sering menghambat percepatan pembangunan. Ia meminta masyarakat bersabar dan tidak serta-merta menagih realisasi.

Kominfo Butur tetap optimis karena kebutuhan layanan jaringan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Upaya ini juga mendukung visi-misi kepemimpinan Bupati Afirudin Mathara dan Wakil Bupati Rahman dalam memperkuat akses informasi serta pelayanan publik.

Sejak dulu, ketersediaan jaringan telekomunikasi telah menjadi indikator kemajuan suatu daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 1990-an, Indonesia mulai menggencarkan pembangunan jaringan seluler berbasis GSM, sementara dunia telah memasuki era digital global dengan percepatan pembangunan jaringan 3G dan 4G pada awal 2000-an. Hingga kini, pembangunan tower masih menjadi solusi utama untuk mengatasi kesenjangan akses internet, khususnya di wilayah kepulauan seperti Buton Utara.

Sartono menilai perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan blankspot sangat besar. Bupati Afirudin Mathara yang juga Ketua Partai Gerindra tingkat daerah, disebut selalu menekankan pentingnya layanan telekomunikasi bagi masyarakat. “Bupati menegaskan agar kami bergerak cepat menyikapi keluhan masyarakat. Ini kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” tuturnya.

baca juga:

  1. Kominfo Buton Utara Intensif Konsultasi dengan Telkom Terkait Pembangunan Tower
  2. Nursaban Beberkan PAD Buton Utara Tembus di Atas Target, Kinerja Nursaban Berbuah Prestasi

Selain dukungan pemerintah daerah, pengusulan pembangunan tower ini juga mendapat dorongan dari anggota DPRD Kabupaten Buton Utara, terutama legislator Sairman S. dan rekan-rekan sekomisi yang membidangi urusan komunikasi.

Dengan sinergi lintas lembaga tersebut, Pemkab Butur menaruh harapan besar agar Kementerian Komdigi dapat mengakomodasi usulan pembangunan tower demi tercapainya pemerataan akses digital bagi seluruh masyarakat.(*)

baca berita lainnya:

Program Sawah Rakyat Dimulai, Bupati Buton Utara Afirudin Salurkan Alsintan

BUTON UTARA, DT-Pemerintah Kabupaten Buton Utara mulai mengakselerasi penguatan sektor pangan melalui pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat yang dirangkaikan dengan penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan pestisida kepada para petani di Kecamatan Bonegunu, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini dipusatkan di halaman Balai Desa Eensumala sebagai salah satu titik prioritas pengembangan lahan pangan baru. “Program Sawah Rakyat Dimulai, Bupati Buton Utara Afirudin Salurkan Alsintan,”

Program Sawah Rakyat Dimulai, Bupati Buton Utara Afirudin Salurkan Alsintan
Program Sawah Rakyat Dimulai, Bupati Buton Utara Afirudin Salurkan Alsintan

Momentum tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Butur untuk mengonversi lahan tidak produktif menjadi area persawahan yang bernilai ekonomi tinggi. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait perluasan areal tanam untuk menjaga stabilitas produksi beras.

Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., menyerahkan tiga unit hand tractor dan 40 kilogram pestisida racun tikus kepada Bupati Butur Afirudin Mathara, SH., MH., untuk kemudian disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat.

Bupati Afirudin menegaskan pentingnya program cetak sawah rakyat sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan ketahanan pangan global. “Kita ingin lahan yang selama ini terbengkalai menjadi sumber produksi baru. Ini bukan hanya soal memperluas sawah, tetapi mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan alsintan dan pestisida harus mengikuti petunjuk teknis, terutama dalam memastikan proses budidaya tetap ramah lingkungan. “Pemanfaatan alat harus tepat, efisien, dan tetap memperhatikan keberlanjutan. Kita ingin hasil panen meningkat tanpa mengorbankan lingkungan,” katanya menambahkan.

Program cetak sawah tersebut turut diarahkan untuk mempercepat transformasi teknologi pertanian di tingkat desa. Pemanfaatan hand tractor, misalnya, diharapkan dapat memangkas waktu olah lahan hingga 40 persen dibandingkan cara manual.

Secara historis, Indonesia telah beberapa kali memperluas lahan sawah melalui program nasional, seperti pencetakan sawah era Pelita di tahun 1970–1980-an dan program ekstensifikasi pangan pada awal 2010-an. Banyak wilayah yang mengalami kenaikan produksi signifikan setelah lahan-lahan baru mulai produktif, termasuk beberapa daerah di Sulawesi yang berhasil meningkatkan produksi padi lebih dari 7 persen pada periode tersebut.

Pada skala global, kebijakan serupa juga diterapkan oleh negara-negara Asia seperti Vietnam dan Thailand sejak awal 2000-an. Vietnam, misalnya, berhasil menjadi salah satu eksportir beras terbesar dunia setelah mengubah ribuan hektare lahan rawa menjadi sawah produktif melalui modernisasi irigasi dan mekanisasi pertanian.

Bupati Afirudin berharap Kabupaten Buton Utara dapat mengambil contoh keberhasilan tersebut dengan menyesuaikan karakteristik lokal. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani menjadi faktor kunci. “Saya mengajak penyuluh, kepala desa, dan seluruh kelompok tani agar terlibat aktif. Program ini tidak akan berhasil tanpa kerja bersama,” ungkapnya.

Selain aspek produksi, pemerintah daerah juga menilai bahwa program ini berpotensi memperluas lapangan kerja berbasis desa, terutama di sektor jasa pertanian seperti pengolahan lahan, distribusi pupuk, hingga penanganan pascapanen.

baca juga:

  1. Bupati Afiruddin dan Kapolres Butur Kompak Tinjau Calon Lokasi MBG, Bangunan Bekas Dinas Dipilih Jadi Lokasi Program Gizi Gratis
  2. Nursaban Beberkan PAD Buton Utara Tembus di Atas Target, Kinerja Nursaban Berbuah Prestasi

Sejumlah pejabat turut hadir mendukung pelaksanaan program ini, antara lain Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sultra Budi Darma Putra, SE., MM., Wakil Ketua DPRD Butur Fatriah, S.Pd., M.H., Anggota DPRD Samsul Wiridin, serta para pimpinan OPD, camat, penyuluh pertanian, kepala desa, dan kelompok tani.

Melalui pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat, Pemkab Butur menegaskan komitmennya membangun landasan pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan. Harapannya, Buton Utara dapat memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan regional maupun nasional di tengah dinamika global yang menuntut kemandirian produksi.(*)

Visited 32 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *