Prestasi Membanggakan, SDN 1 Lapandewa Kaindea Buton Selatan Sukses Tembus Tiga Besar LCT
BUTON SELATAN, DT– SDN 1 Lapandewa Kaindea mencatat prestasi membanggakan setelah berhasil menempati peringkat tiga dalam ajang Lempar Cepat Tangkap (LCT) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Lapandewa Tambunaloko-Kendari (Himalta-Kendari) pada Sabtu, 31 Januari 2026. “Prestasi Membanggakan, SDN 1 Lapandewa Kaindea Buton Selatan Sukses Tembus Tiga Besar LCT,”

Prestasi tersebut semakin bermakna karena kompetisi ini mempertemukan berbagai sekolah yang mewakili kecamatan masing-masing, menjadikan persaingan berlangsung ketat dan sarat sportivitas. Para peserta tampil dengan kesiapan matang dan menunjukkan kemampuan motorik serta koordinasi tim yang menjadi fokus utama dalam LCT.
Kepala SDN 1 Lapandewa Kaindea, Aliadin, S.Pd., menyampaikan kebanggaan atas pencapaian siswa-siswi yang dianggapnya sebagai wujud komitmen sekolah dalam membina karakter dan disiplin. “Alhamdulillah, prestasi ini adalah buah dari kerja keras anak-anak dan dukungan seluruh keluarga besar sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat mendorong motivasi pelajar lain untuk terus mengasah potensi mereka. “Kami bangga melihat semangat juang para siswa yang tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga menjunjung tinggi sikap sportif,” kata Aliadin.
LCT sendiri merupakan kompetisi yang menguji ketangkasan, konsentrasi, dan kerja sama antarpeserta. Kegiatan dengan tema “Menggali Potensi Sejak Dini, Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berkarakter” tersebut dirancang untuk menanamkan nilai kompetitif sekaligus memperkuat interaksi positif sejak usia sekolah dasar.
Secara historis, berbagai negara telah mengembangkan aktivitas fisik sebagai bagian penting dalam pendidikan anak. Jepang, misalnya, memasukkan permainan ketangkasan dalam kurikulum pendidikan dasar sejak awal 1900-an untuk membangun karakter dan kedisiplinan. Di tingkat nasional, Indonesia juga menempatkan kegiatan olahraga tradisional dan kompetisi ketangkasan sebagai bagian dari program pembinaan siswa sejak era tahun 1970-an.
Dalam konteks itu, kehadiran lomba seperti LCT menjadi relevan karena memberi ruang bagi siswa untuk menampilkan kemampuan fisik dan mengembangkan konsentrasi yang selaras dengan tujuan pendidikan modern. Ajang yang digelar Himalta-Kendari ini menjadi salah satu wadah yang mendukung pola pembelajaran tersebut.
Para siswa SDN 1 Lapandewa Kaindea tampil konsisten sejak awal pertandingan dengan menunjukkan koordinasi tim yang solid. Keberhasilan mereka bukan hanya mencerminkan kemampuan teknis, tetapi juga hasil pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh para guru.
baca juga:
- Pendidikan Busel Masuki Era Coding dan Kecerdasan Artifisial, Selamat Tinggal Sekolah dan Guru Penggerak
- Ratusan Mahasiswa STAI Baubau Ikuti UAS Selama Tiga Hari Tahun Akademik 2025/2026
Orang tua siswa serta masyarakat Lapandewa pun menyambut prestasi ini dengan rasa bangga. Mereka menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sekolah dapat melahirkan generasi yang unggul dan percaya diri.
Pihak Himalta-Kendari mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap kegiatan ini dapat terus digelar sebagai ajang promosi bakat anak-anak di wilayah Lapandewa dan sekitarnya. Kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat karakter siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Prestasi yang diraih SDN 1 Lapandewa Kaindea diharapkan menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar dalam kompetisi daerah maupun tingkat yang lebih tinggi. Sekolah memastikan akan terus membina siswa melalui program pembelajaran yang terarah dan kompetitif.(*)
baca berita lainnya:
Kemensos Pastikan Program Sekolah Rakyat Segera Hadir di Baubau, H Yusran Fahim Siapkan Lahan 7,9 Hektare Telah Memenuhi Syarat
JAKARTA, DT — Kota Baubau dipastikan masuk dalam tahap ketiga pelaksanaan Program Sekolah Rakyat secara nasional setelah usulan pemerintah daerah mendapat respons positif dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Proses administrasi dan tahapan tender direncanakan mulai berjalan pada Maret 2026. “Kemensos Pastikan Program Sekolah Rakyat Segera Hadir di Baubau, H Yusran Fahim Siapkan Lahan 7,9 Hektare Telah Memenuhi Syarat,”

Kepastian tersebut disampaikan dalam audiensi antara Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, dengan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (28/01/2026).
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Baubau juga memperoleh dukungan tambahan berupa sejumlah program sosial lainnya, seperti Program Kampung Siaga Bencana, Lumbung Sosial, serta Program Pemberdayaan Sosial (PPS).
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim menyambut baik respons tersebut dan menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan seluruh program yang diberikan pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan, sebagai langkah konkret percepatan, Pemerintah Kota Baubau akan membentuk tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan kesiapan administrasi dan teknis sejak awal.
“Alhamdulillah, Kemensos merespons usulan Kota Baubau. Kita masuk tahap tiga, dan tentu ini peluang besar yang harus kita persiapkan dengan serius,” ujar Yusran Fahim.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden yang pelaksanaannya harus mengedepankan sinergi lintas sektor.
“Perintah Presiden jelas, semua harus disinergikan dan dikolaborasikan antara pusat dan daerah,” kata Agus Jabo.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan melalui skema pembagian peran antar-kementerian. Untuk pembangunan fisik sekolah menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Adapun setelah pembangunan rampung, pengelolaan operasional Sekolah Rakyat akan berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial.
baca juga:
- Ketua STAI Baubau Pantau Langsung Pelaksanaan UAS Ganjil Yang Ratusan Mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026
- Tari Sala Mbolio Persembahan SDN 3 Kotebengke Baubau Masuk ke Tingkat Nasional Pada Lomba
Agus Jabo juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Baubau telah mengusulkan lahan seluas 7,9 hektare sebagai lokasi pembangunan. Lahan tersebut dinyatakan telah memenuhi persyaratan teknis.
Berdasarkan hasil evaluasi itu, Kota Baubau diarahkan masuk ke tahap ketiga pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional dengan syarat utama kelengkapan proposal dan dokumen administrasi.
“Yang penting proposal dan administrasinya beres, lalu teknisnya kita kunci bersama,” pungkasnya.(*)
